Koran Jakarta | August 22 2017
No Comments
suara daerah

Warga Bandung Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Cegah Teror

Warga Bandung Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Cegah Teror

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Bandung kembali diguncang oleh kasus meledaknya bom panci. Namun kali ini, bom panci itu meledak di rumah kontrakan pelaku sehingga tidak memakan korban jiwa atau luka-luka. Teror di tengah hari itu membuat warga Bandung resah karena ternyata pelaku teror masih mudah keluar-masuk Kota Bandung tanpa terdeteksi.

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, merasa jengkel dengan lolosnya pantauan aparat terbawah setingkat RT dan RW atas adanya pendatang yang justru membuat resah warga Bandung. Butuh kerja keras dari semua pihak, termasuk masyarakat untuk membantu mencegah maraknya teror.

Untuk mengetahui apa yang akan dilakukan Pemkot Bandung mengatasi masalah tersebut, wartawan Koran Jakarta, Teguh Rahardjo, berkesempatan mewawancarai Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, di Bandung, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Tidak lama berselang sejak bom panci di Kelurahan Pandawa, kembali terjadi hal serupa di Buah Batu. Sepertinya kurang tertata pengawasannya, terutama di tingkat aparat terendah?

Pelaku itu pendatang dari Garut yang ngontrak rumah di daerah Buah Batu. Saya kembali mengingatkan masyarakat, khususnya pejabat di daerah, tingkat ketua RT dan RW. Jangan diam, harus proaktif dalam mendata warganya, terutama jika ada warga baru yang ngekos atau ngontrak. Harus bisa mengenali warga baru dan perhatikan perilakunya.

Bandung itu kan magnet bagi pendatang. Banyak yang datang untuk mengadu nasib, mencari perbaikan ekonomi. Bandung menjadi tempat singgah bagi pendatang. Tidak bisa dihindari, sehingga pengawasan juga harus diberikan hingga tingkat RT dan RW.

Setelah kembali terjadinya ledakan, apa yang harus dilakukan?

Saya ingin mengevaluasi kembali, khususnya perhatian terhadap tingkat aktivitas sosial warga terhadap warga lain. Apakah bergaul baik dengan warga lain atau tidak. Pelaku adalah warga pendatang yang tidak ikut bersosialisasi dengan warga dan cenderung tidak terdeteksi aktivitas di lingkungannya. Faktanya, dia bukan warga Bandung, mencari nafkah di Bandung.

Meskipun begitu, saya meminta warga untuk tetap tenang dan melakukan aktivitas seperti biasa. Tidak perlu ada kepanikan. Dalam situasi seperti ini, masyarakat harus tetap tenang dan melaksanakan kegiatan sehari-hari, hanya tingkat kewaspadaan ditingkatkan.

Bagaimana bentuk dari meningkatkan kewaspadaan tanpa menimbulkan kecurigaan?

Kewaspadaan warga bisa dimulai dengan lebih sering bersosialisasi aktif dengan warga sekitar. Dengan begitu, warga bisa dengan mudah memperhatikan jika ada warga asing yang tinggal di daerah setempat. Ada instrumen khusus untuk mengevaluasi warga yang bisa digunakan oleh para ketua RT dan RW.

Dengan instrumen tersebut, warga bisa lebih aktif dalam menjalankan aktivitas sosial di lingkungan sekitar. Ada formatnya, dibuat oleh bagian pemerintahan umum, apakah dia rajin kerja bakti, atau rajin rapat. Kalau dia nilainya minus-minus semua maka patut dicurigai.

Apakah ada langkah lain, misalkan memanfaatkan IT?

Kota Bandung dengan sistem smart city-nya telah memiliki piranti lunak untuk menjadi penanganan pertama saat terjadi kriminalitas, yakni panic button. Aplikasi yang telah hadir sejak tahun 2015 itu bisa menjadi solusi bagi warga yang membutuhkan bantuan kepolisian di saat darurat. Atau melaporkan jika ada kecurigaan, seperti teroris ini.

Bagaimana cara kerjanya?

Pemerintah Kota Bandung telah memperkokoh sinergi dengan kepolisian untuk bekerja sama mengoperasikan aplikasi ini. Sebanyak empat polisi secara bergilir telah disiagakan di Bandung Command Center untuk merespons laporan masyarakat dengan cepat. Aplikasi ini akan terkoneksi dengan mobil-mobil patroli polisi yang telah dilengkapi dengan global positioning system (GPS).

Saat pengguna mengetukkan jari beberapa kali di layar ponsel pintarnya, aplikasi ini akan segera aktif terkoneksi dengan server di Bandung Command Center dan langsung menghubungi mobil patroli terdekat. Dengan begitu, polisi akan langsung meluncur ke lokasi dan melakukan penindakan segera.

Aplikasi ini didapat di mana?

Silakan download aplikasinya. Jadi, kalau ada kejadian kita panik tidak bisa menelepon, dalam hitungan kurang dari satu menit, asal layar ponselnya dipijit itu akan ketahuan lokasinya. Saat memasang aplikasi itu di ponsel pintar, pengguna akan dimintai nama dan alamat lengkap, serta kontak terdekat yang bisa dihubungi saat keadaan darurat. Dengan demikian, polisi dapat memverifikasi yang menghubungi keluarga dekat jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.

Sudah bisa digunakan?

Saat seluruh sistem sudah terintegrasi, Pemerintah Kota Bandung dan Polrestabes Bandung akan menyosialisasikan lagi kepada masyarakat penggunaan aplikasi panic button. Aplikasi ini sudah bisa diunduh di play store dengan kata kunci “X-Igent Panic Button” bagi ponsel berbasis Android. Mudah-mudahan dengan sosialisasi lagi sistem ini bisa menjadi langkah preventif juga pada situasi darurat. N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment