Koran Jakarta | November 22 2019
No Comments
Pengabdian Masyarakat

Vokasi UI Berdayakan Desa lewat “Mataku Indonesia”

Vokasi UI Berdayakan Desa lewat “Mataku Indonesia”

Foto : ISTIMEWA
LATIH DESA WISATA | Tim Program Masyarakat Literasi dan Kelompok Usaha (Mataku) Indonesia Vokasi Universitas Indonesia (UI) memberikan pelatihan di Desa Taruma Jaya, Kertasari, Kabupaten Bandung, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini menargetkan Desa Taruma Jaya menjadi pusat wisata.
A   A   A   Pengaturan Font

DEPOK – Tim Dosen Pro­gram Pendidikan Vokasi Uni­versitas Indonesia (UI) didu­kung oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Ristekdikti) melun­curkan Program Masyarakat Literasi dan Kelompok Usaha (Mataku) Indonesia. Program ini terdiri d ari pemetaan po­tensi desa, pendampingan ba­dan usaha milik desa (BUM­Des), dan pembuatan media pemasaran dengan platform e-commerce dengan tujuan supaya masyarakat paham mengembangkan potensi desa.

Ketua Pengabdian Ma­syarakat Vokasi UI, Deni Danial Kesa, menjelaskan peluncuran Program Mataku Indonesia dilakukan di Desa Taruma Jaya, Kertasari, Kabu­paten Bandung. “Dipilihnya Desa Taruma Jaya agar ma­syarakat setempat paham mengembangkan potensi de­sanya sebagai daerah wisata, terutama pengembangan Situ Cisanti di Kawasan Kilometer Nol Sungai Citarum,” katanya saat dihubungi di Depok, Ka­mis (17/10).

Dia menjelaskan, secara keseluruhan program Mataku Indonesia akan dilaksanakan dalam 3 tahun (multiyears) dengan target Desa Taruma Jaya menjadi pusat wisata dengan memberikan pe­nguatan perencanaan keuan­gan bagi para pegiat wisata di desa. “Nantinya, BUMDes Taruma Jaya menjadi tulang punggung pengembangan desa yang mandiri,” kata Deni.

Program Mataku Indonesia menggunakan metode social mapping dan mengajak BUM­Des Taruma Jaya untuk ber­sinergi serta memaksimalkan potensi daerah sebagai sum­ber pendapatan melalui po­tensi wilayah di daerah hulu Sungai Citarum, dan men­coba membandingkan den­gan wisata wilayah lain yang dikelola secara professional. “Pengembangan model dim­ulai dari fase definisi (yang merupakan titik awal keg­iatan), menuju ke arah fase desain, peragaan, pengem­bangan, dan penyajian yang dalam prosesnya berlangsung secara spiral,” paparnya.

Melalui program Mataku, Masyarakat Taruma Jaya di­libatkan sebagai kelompok sadar wisata dan manajemen penataan serta pemetaan po­tensi dalam daerah sehingga tujuan Situ Cisanti sebagai pusat wisata dan BUMDes se­bagai katalisator pengemban­gan dapat tercapai dalam ku­run waktu yang ditentukan

Ketersediaan SDA

Sementara itu, Direktur BUMDes Taruma Jaya, Robby mengatakan investasi masyara­kat dan swasta diarahkan pada komoditas Wisata Alam Situ Cisanti, termasuk sarana dan prasarana penunjang untuk meningkatkan ketersediaan sumber daya manusia yang andal sekaligus meningkat­kan nilai tambah dan sumber pendapatan, serta perluasan kesempatan kerja . Kegiatan yang diinisiai UI dan Dikti ini bisa mempercepat investasi yang perlu dikembangkan da­lam bentuk-bentuk investasi sektor jasa dan produksi lain­nya,” ujar Robby. yok/E-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment