Koran Jakarta | August 21 2019
No Comments

Verstappen Akhiri Dominasi Mercedes

Verstappen Akhiri Dominasi Mercedes

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Kendati diwarnai senggolan dengan Charles Leclerc, Max Verstappen sukses menghentikan dominasi Mercedes dengan menjuarai GP Austria.

SPIELBERG - Pebalap Red Bull, Max Verstappen menyu­dahi rekor kemenangan Mer­cedes di 10 balapan terakhir dengan menjuarai GP Austria, di Red Bull Ring, Spielberg, Minggu (30/6) waktu setempat.

Verstappen merebut pim­pinan lomba dari pebalap Ferrari Charles Leclerc di dua putaran jelang finis untuk me­nyentuh garis finis pertama setelah kedua pebalap terlibat senggolan di Tikungan Tiga.

Pebalap asal Belanda itu, disambut sorakan ribuan pendukungnya yang berbaju oranye, melesat 2,7 detik di depan Leclerc untuk meraih trofi juara pertama kalinya bagi Red Bull musim ini dan Honda sejak 2006 silam, demi­kian Reuters.

Verstappen merayakan kemenangannya walau pun masih di bawah penyelidikan steward menyusul insiden senggolan di Tikungan 3 dengan Leclerc. “Untuk Honda bisa menang lagi di sini sung­guh luar biasa,” kata pebalap berusia 21 tahun itu.

Kemenangan itu meng­akhiri rekor kemenangan beruntun Mercedes dalam 10 balapan terakhir, delapan di antaranya di musim ini.

Valtteri Bottas mengklaim posisi ketiga untuk Mercedes. Sedangkan rekan satu timnya, Lewis Hamilton finis kelima di belakang pebalap Ferrari Se­bastian Vettel.

Dengan hasil itu, Hamilton tetap berada di puncak klasemen dengan unggul 31 poin atas Bottas (166) di peringkat dua. Verstappen di peringkat tiga dengan 126 poin, unggul tiga poin dari Vettel. Minggu yang cukup berat bagi Verstappen ketika dia yang start dari P2 mengalami kendala ketika meluncur sehingga melorot hingga P7 di lap pembuka.

Momentum Verstappen datang ketika satu persatu pebalap dia lalui hingga di lap 56 menyalip Bottas un­tuk mengejar Leclerc yang memimpin di depan dengan jarak yang cukup jauh. Ban hard yang dipakai Verstappen bekerja dengan baik dari yang dipakai pebalap Ferrari hingga pada lima lap terakhir, jarak antara kedua pebalap tinggal 0,4 detik.

Di lap 69, Verstappen menekan dari dalam dan me­maksa Leclerc melebar di Tikungan 3 untuk meraih pim­pinan lomba hingga finis per­tama. “Setelah start aku kira balapan telah usai. Balapan yang keras... Jika hal itu tidak diizinkan di balapan, maka apa untungnya berada di For­mula 1,” kata Verstappen soal pemanggilan oleh steward pasca lomba.

Leclerc harus melebar ketika Verstappen melin­tas dan tinggal me­nunggu keputusan steward se­telah itu. “Tentang insiden itu jelas tampak dari dalam mo­bil,” kata pebalap asal Monako itu. “Aku tak tahu bagaimana itu terlihat dari luar, tapi kita lihat apa keputusannya. Kami bersenggolan dan aku harus melebar, dan aku tak punya kesempatan untuk melawan balik,” kata Leclerc.

Drama Kedua

Ini merupakan drama ke­dua bagi Leclerc yang juga meraih pole position di Bah­rain di mana ia kehilangan gelar juara di sana karena ma­salah mesin.

Ferrari tak akan mengaju­kan banding terhadap keme­nangan Max Verstappen terse­but, setelah sempat berada di bawah penyelidikan steward (pengawas perlombaan).

Pebalap Red Bull itu dikon­firmasi, setelah sekitar tiga jam penyelidikan oleh stew­ard, sebagai juara sah GP Austria ketika sang pengawas memutuskan tidak mengam­bil tindakan hukuman atas in­siden tersebut.

“Kami masih yakin jika itu adalah keputusan yang salah, itu pendapat kami,” kata ke­pala tim Ferrari Mattia Binotto seperti dikutip Reuters.

“Kami percaya jika Charles memberinya seluruh ruang, dia tidak bersalah, tubrukan terjadi dan dia didorong dan dipaksa keluar trek.”

Tiga pekan lalu di Kanada Ferrari kehilangan trofi juara ketika Sebastian Vettel digan­jar penalti tambahan waktu lima detik karena dianggap membahayakan pebalap lain ketika kembali masuk ke trek usai melebar.

Vettel finis pertama, na­mun diturunkan ke peringkat dua dan Ferrari gagal banding. Ant/S-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment