Koran Jakarta | August 26 2019
No Comments

Variasi Rasa Sajian Bubur

Variasi Rasa Sajian Bubur

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Beberapa daerah di Indonesia memiliki bubur khas masing-masing. Bahan utamanya bisa beras atau tepung beras.

Bubur adalah salah satu menu yang sangat populer di Indonesia. Meski penyajiannya terkesan sederhana, namun seiring berkembangnya zaman, olahan bubur juga semakin beragam dan menarik. Bubur makin kaya rasa dengan variasi toppting.

Tidak mengherankan jika beberapa provinsi di Indonesia memiliki bubur khas masing-masing. Bahan utamanya bisa beras atau tepung beras. Tidak diketahui dengan pasti asal usul makanan ini dari daerah mana, yang pasti bubur memiliki banyak penggemar.

Selain cocok untuk asupan orang sakit karena dimasak sangat lunak, bubur juga memiliki banyak penggemar karena dapat diolah sesuai kreasi hingga menghasilkan rasa yang lezat. Kehadirannya cukup luas di seluruh Nusantara, terbukti dari setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing.

Menurut Chef Haryo Pramoe, perkembangan bubur dimulai dari pesisir melalui jalur perdagangan. Bubur yang tadinya menggunakan daging babi diganti dengan ayam atau kaldu ikan karena adanya persilangan budaya dan perubahan keyakinan.

“Tadinya bubur menggunakan daging babi atau dengkul babi, namun karena persilangan budaya dan menjadi mualaf lalu berubah,” kata Haryo.

Selanjutnya, variasi kaldu dan pelengkap bubur juga bergantung pada letak geografis sebuah daerah. Haryo mencontohkan bubur yang populer di kawasan peternakan ayam akan menjadi bubur ayam.

Di kawasan pertanian yang kaya akan kunyit dan kelapa maka bubur ayam muncul dengan kaldu kuah kuning atau yang dikenal dengan bubur ayam sukabumi. Bubur, menurut Haryo, terus mengalami perkembangan.

“Satai usus, satai ati ampela, dan telur puyuh itu dijadikan pelengkap bubur karena bahan pangan tersebut mudah yang ditemukan di sana,” jelasnya.

Haryo menjelaskan, sebutan untuk bubur, sebenarnya tergantung pada tujuan dan kepentingan suatu daerah atau negara. Itu karena kuliner dapat menjual atau mempromosikan suatu daerah.

“Bubur itu adalah geopolitis, geografi dan politik. Bubur ayam ada yang khas Betawi, atau khas Malaysia misalnya, boleh saja,” jelasnya.

Haryo yang memiliki sertifikat Chef Halal Indonesia ini mengatakan kunci dalam membuat bubur terletak pada kaldu. Dia menjelaskan, kaldu yang tepat adalah dengan memerhatikan bahan-bahan.

“Kunci membuat bubur itu di kaldu. Dengan bahan garam, air jahe, minyak wijen, dan perhatikan kekentalan kaldunya,” katanya.

Haryo menambahkan, untuk memasak bubur ayam yang enak, masyarakat bisa berkiblat pada bubur Kanton. Sebab, bubur tersebut merupakan bubur yang legendaris.

“Soal bubur, bubur ayam yang terbaik itu ya resep cantonese, karena resepnya tua dan telah teruji oleh zaman,” ungkapnya.

Kelezatan Menggoda

Salah satu bubur yang punya rasa lezat adalah Bubur Madura. Pada dasarnya Bubur Madura adalah bubur sumsum yang dibuat dari bahan tepung beras. Sejumlah bahan lain yang ditempatkan oleh penjualnya dalam kendil (wadah dari tanah liat) ikut disertakan, membuat masakan khas ini makin kaya rasa.

Toppingnya beragam. Ada jenang mutiara, santan, ketan hitam, dan candil (jenang grendul), serta gula merah. Sehingga, rasa bubur Madura begitu menggoda dan menggoyang lidah. Membuat kamu ingin nambah terus.

Bubur Madura memiliki citarasa manis. Dalam satu sajian, bubur Madura berupa campuran empat bubur. Isi bubur Madura ialah bubur sum-sum, bubur ketan hitam, bubur mutiara, dan bubur candil.

Hasil gambar untuk Bubur Madura

Ada empat jenis bubur dalam satu porsi bubur Madura. Artinya, yang membuat kelezatannya semakin nyata, campuran bubur tadi juga disiram dengan santan dan gula merah cair. Sehingga rasa manis dari gula merah yang bertemu santan membuat bubur ini menj`adi begitu gurih.

Menemukan sajian khas Madura ini tidak lah sulit. Di beberapa kota Madura kamu akan menemukan banyak penjual Bubur Madura. Bahkan di luar Madura atau wilayah Jawa Timur lainnya kamu begitu banyak pedagang Bubur Madura yang berkeliaran.

Soal pengolahannya, bisa dibilang membuat Bubur Madura gampang-gampang susah. Contohnya seperti tepung beras yang menjadi bahan untuk membuat bubur sum-sum. Tepung beras ini dicampur dengan santan, pandan dan garam secukupnya.

Bubur mutiara, salah satu campuran Bubur Madura. Untuk bubur candil terbuat dari campuran tepung beras dan ubi yang sudah direbus. Adonan Bubur candil juga dapat dibentuk sesuai selera. Biasanya bubur candil juga diberikan tambahan cairan gula merah untuk menambahkan rasa manis.

Sedangkan bubur ketan hitam terbuat dari bahan dasar beras ketan hitam. Lalu bubur mutiara terbuat dari tepung mutiara. Setelah semua jenis bubur telah selesai dimasak, barulah semua bubur disatukan dalam satu wadah dan diberi siraman santan dan gula merah cair.

Cara penyajian Bubur Madura yang masih khas tradisional, menggunakan wadah “Pincuk” (potongan daun pisang pisang yang dibentuk melingkar setengah kerucut) dan sendoknya juga dari daun pisang, “Suru”, menjadi daya tarik tersendiri.

Aroma segar daun pisang akan selalu menyertai setiap santapan sendok yang masuk ke mulut. Soal rasa apalagi, tekstur bubur yang super empuk dengan kombinasi sensasi manis gula jawa dan gurih santan menjadi andalannya.

Sementara bahan lainnya jenang grendul, mutiara dan ketan menambah pengalaman rasa dengan sensai kenyal dalam mulut dan ketan yang kesat. yun/E-6

Bubur Madura

Bahan :

- 100 gram beras ketan hitam

- 100 gram mutiara merah

- 50 gram tepung beras

- 50 gram tepung ketan

- 200 mililiter santan

- 10 lembar daun pandan

- 150 gram gula aren

- 200 gram gula pasir

- 3 sendok makan tepung maizena beri air sisihkan untuk pengental Cendil.

- Secukupnya Garam

Cara Membuat :

- Bubur ketan hitam; rendam 2 jam sebelum dimasak. Cuci bersih, rebus dengan air. Sampai empuk dan mengembang.

- Lalu beri 50 gram gula aren dan 3 sendok makan gula pasir, 2 lembar daun pandan, aduk terus supaya tidak gosong bagian bawahnya. Gunakan api sedang, kalau sudah menjadi bubur, matikan api sisihkan.

- Rendam bubur mutiara kemudian rebus beri dengan 2 lembar daun pandan. Begitu mengembang dan empuk tambahkan gula pasir sesuai tingkat kemanisan yang diinginkan. Sisihkan.

Cendil Ketan :

- Rebus gula aren 100 gram, beri garam sedikit dan 2 lembar daun pandan, saring gula aren lalu didihkan lagi. Buat adonan tepung ketan, beri garam dan beri air es aduk hingga kalis dan bisa dibentuk.

- Lalu bentuk sesuai selera setelah dibentuk langsung masukkan ke gula aren yg mendidih. Setelah selesai semua, tunggu beberapa saat hingga matang. Kemudian masukan tepung maizena yang sudah diberi air suhu normal. Aduk hingga kental. Lalu angkat dan sisihkan.

Adonan tepung sumsum :

- Siapkan santan cair 150 mililiter didihkan beri garam dan 2 lembar daun pandan. Setelah mendidih cicipi gurihnya, lalu kecilkan api masukan tepung beras.

- Aduk cepat. Matikan api.

- Santan kental untuk siraman bubur: 20 mililiter santan kental instan, beri air 100 mililiter , beri garam. Aduk terus hingga mendidih. Cek rasa gurih. Angkat.

Cara penyajian:

- Ambil satu persatu bubur, pada piring saji/mangkuk saji.

- Sirami dengan santan kental dan gula merah cair. SB/E-6

Bubur Tahwa dan Kacang Koa

Hasil gambar untuk Bubur Tahwa

Ragam sajian bubur memang seolah tak ada habisnya. Salah satunya dari negeri seberang Tiongkok, ada Bubur Tahue dan Bubur Kacang Koa, yang sudah diserap menjadi jajanan khas di sejumlah daerah.

Tahue diperkirakan berasal dari Tiongkok pada masa Dinasti Han, merupakan kudapan puding kembang tahu yang oleh masyarakat Jawa dikenal dengan sebutan tahwa atau Wedang Tahu.

Tahwa banyak dijajakan keliling oleh para penjualnya menggunakan sepeda angin di kampung-kampung. Sebagian kedai kopi atau pujasera di Surabaya juga ada yang menyediakan menu ini.

Tahwa biasa disajikan hangat dengan sirup jahe dan diberi perisa daun pandan, dengan tambahan santan kental supaya kuahnya terasa lebih gurih. Tingkat gurih puding tahunya cukup “soft”, menyatu dengan manis kuah jahe yang hangat. Serasa melegakan tubuh bila disantap dalam udara dingin, seperti malam hari.

Penjual tahwa biasanya juga menyediakan kacang koa. Ya, nama kacang koa memang berasal dari tampilan dan bahan utama menu ini, kacang dan kuah. Terbuat dari kacang tanah, santan, pandan, gula, dan dimakan dengan roti cakue, kacang koa merupakan sajian yang pas pada musim hujan.

Kuahnya yang hangat menyelimuti butiran kacang tanah yang lembut, dengan sensasi rasa manis dan gurih. Sementara harum daun pandan mengiringi setiap sendokan disertai tambahan roti cakue yang kenyal nan gurih. () SB/E-6

Resep Tahwa :

Bahan:

- 1 liter susu kedelai tawar

- 1/2 sendok teh garam

- Gula pasir secukupnya

- 1 bungkus agar-agar plain

Untuk kuah jahe :

- 500 mililiter air

- 4 batok gula merah

- 2 lembar daun pandan

- 1 lembar daun jeruk

- 5 centimeter jahe (memarkan)

- 1 batang (7 centimeter) kayu manis

- 3 butir cengkeh

- Sejumput garam

- 1-2 sendok makan gula pasir

Cara membuat :

1. Rebus susu kedelai dengan agar- agar , garam, gula pasir. Bila telah matang, angkat tiriskan panci ke dalam baskom berisi air.

2. Rebus semua bahan kuah jahe hingga mendidih dan matang, cicipi, bila rasa sudah pas angkat.

3. Ambil beberapa sendok kembang tahu, siram saus selagi hangat ke atasnya. Nikmati selagi hangat

Resep Kacang Koa

Bahan-bahan:

- 500 gram kacang tanah tanpa kulit ari

- 3000 mililiter air

- 500 gram gula pasir

- 2 lembar pandan disimpul

- 1 potong jahe

- 1 sendok makan garam

Cara membuat :

1. Pilih kacang tanah basah yang baru dikupas dari kulit kacang, yang masih mengandung air di dalamnya. Rendam dahulu selama 2-4 jam,sampai kulit ari kacang agak lembek

2. Buang atau kupas kulit ari kacang, lalu rebus bersama daun pandan dan jahe,sampai kacang benar-benar empuk. Setelah empuk, buang pandan dan jahenya.

3. Masukan garam dan gula sampai dirasa manis sesuai selera. Angkat dan sajikan bersama roti cakue. SB/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment