Koran Jakarta | June 23 2018
No Comments
ASEAN University Fair 2018-Madrid

Universitas Brawijaya Jadi Inspirator Pendidikan Tinggi Dunia

Universitas Brawijaya Jadi Inspirator Pendidikan Tinggi Dunia

Foto : dok. ASEAN University Fair 2018-Madrid
A   A   A   Pengaturan Font

Universitas Brawijaya Malang, yang menjadi delegasi Indonesia pada pameran pendidikan tinggi di Madrid, Spanyol, ternyata mengilhami pola pendidikan perguruan tinggi dunia.

Dalam rangka promosi potensi pendidikan tinggi, KBRI Madrid bersama dengan Kedutaan Besar Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam yang tergabung dalam ASEAN Committee in Madrid (ACM), telah menyelenggarakan kegiatan pameran pendidikan tinggi ASEAN University Fair 2018 dan seminar dengan tema “Opportunities to Enhance Educational Linkage Between ASEAN & Spain” pada 6-7 Maret 2018 di Madrid di Escuela Técnica Superior de Ingenieros Industriales, Universidad Politécnica de Madrid (UPM).

Pameran pendidikan tinggi ini mendapatkan dukungan dari Unit  Internasionalisasi Pendidikan Spanyol (Servicio Español para la Internacionalización de la Educación/SEPIE), Kementerian Pendidikan, Budaya dan Olahraga Kerajaan Spanyol, dalam mempertemukan universitas-universitas di negara ASEAN dengan universitas Spanyol. Kegiatan ASEAN University Fair 2018 ini berlangsung dua hari dalam bentuk pameran, seminar dan One-on-One Meeting.

Dari Indonesia dihadiri oleh delegasi dari Universitas Brawijaya (UB) Malang yang terdiri dari Ketua Bidang Kerjasama UB, Agus Suharyanto, Ph.D. beserta staf yaitu  Hendratma Ardhi, SE dan Irwan Rahadi, S.AB.  Sementara Thailand diwakili oleh 5 universitas yaitu Chulalongkorn University, Thammasat University, Suan Sunandha Rajabhat University, Pibulsongkram Rajabhat University, Ramkhamhaeng University; Malaysia diwakili oleh University Malaysia Sabah (UNIMAS) dan Vietnam diwakili oleh 3 universitas, Ho Chi Minh National University, Hanoi National University dan Hanoi University. Dari pihak UPM sebagai tuan rumah venue penyelenggaraan diwakili oleh Direktur Asia UPM Mr. Claudio Feijoo.

Pada acara seminar telah dibuka oleh Ketua ACM Duta Besar Filipina, H.E. Mr. Philippe J. Lhuillier; dan dihadiri oleh Duta Besar Thailand, H.E. Mrs. Rattikul Chansuriya; Duta Besar Vietnam, H.E. Ngo Tien Dung; KUAI RI Adi Priyanto; Wakil Rektor UPM, Mr. Jose Miguel Atienza; Dekan Sekolah Tinggi Teknik Industri UPM, Mr. Emilio Minguez; Direktur SEPIE, Mr. Alfonso Gentil Alvarez-Ossorio; Direktur Program Eropa, Asia, Africa dan Amerika SEPIE Patricia Onieva Gonzalez; akademisi dan 17 perwakilan universitas/perguruan tinggi Spanyol.

Pada acara seminar tersebut, wakil dari universitas/perguruan tinggi ASEAN mempresentasikan masing-masing universitas yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan sharing pengalaman terkait dengan promosi pendidikan Spanyol di negara ASEAN yang dilakukan oleh universitas-universitas Spanyol.

Universitas Brawijaya Malang hadir sebagai wakil delegasi dari Indonesia; Thailand diwakili oleh 5 universitas yaitu Chulalongkorn University, Thammasat University, Suan Sunandha Rajabhat University, Pibulsongkram Rajabhat University, Ramkhamhaeng University; Malaysia diwakili oleh University Malaysia Sabah (UNIMAS) dan Vietnam diwakili oleh 3 universitas, Ho Chi Minh National University, Hanoi National University dan Hanoi University.

Di samping seminar, seluruh peserta telah menggelar stan dan memperkenalkan universitas masing-masing serta mempresentasikan keunggulannya kepada perguruan tinggi dan publik di Spanyol melalui banner, penyebaran brosur, konsultasi pendidikan dan one-on-one meeting di stand masing-masing.

Beberapa kesepakatan berhasil dilakukan oleh UB selama dua hari pameran tsb, antara lain Kesepakatan kerjasama seminar bersama, Kerjasama Project SEED funding program  ERASMUS+, kerjasama Sabbatical Pofessor dan visiting professor, kerjasama dengan Universidad de Malaga dalam bentuk student exchange dan staff exchange, kerjasama dengan perusahaan GABAS INGENIEROS, S.L. yang bermaksud berkunjung ke perusahaan ban Indonesia dan rencana kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi, yaitu Universidad Católica San Antonio de Murcia (UCAM), Universidad Miguel Hernandez, Universidad Complutense Madrid dan Universidad CEU San Pablo.

ASEAN University Fair 2018 di Madrid merupakan kegiatan pameran pendidikan tinggi yang kedua kalinya dilaksanakan oleh KBRI, namun pada 2018 pameran tersebut dilaksanakan bekerjasama dengan ACM dan SEPIE dengan koordinator Kedubes Thailand.

KBRI berharap khususnya Universitas Brawijaya Malang dapat menindaklanjuti dan merealisasikan hasil capaian tersebut, sekaligus keberhasilan UB dapat mendorong universitas-universitas lainnya di Indonesia untuk berpartisipasi pada kegiatan pameran pendidikan internasional, khususnya di Spanyol. 

Perlu Kurikulum yang Aplikatif

Sejalan dengan fenomena yang terjadi secara global, perguruan tinggi perlu mereformasi pola pendidikan.

Dalam hal ini, kolaborasi antardisiplin ilmu serta kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia usaha mesti lebih ditekankan.

Misalnya, fokus pendidikan di bidang engineering yang diperkuat dengan ilmu bisnis.

Artinya, perguruan tinggi harus memiliki kedekatan dengan industri. Sehingga program studi (prodi) yang ada memiliki rencana kurikulum yang aplikatif.

Perguruan tinggi sekarang ini masih sedikit yang mampu membayangkan kebutuhan terhadap sumber daya manusia (SDM) dan teknologi di masa depan.

Padahal, hal itu merupakan modal yang cukup penting dalam menentukan pola pendidikan yang tepat bagi mahasiswa.

Karena itu, ke depan mereka perlu mereformasi pola pendidikan tinggi dengan menggabungkan cara berpikir bisnis dan sains, teknologi, engineering, dan matematika.

Sementara itu, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M Nasir meminta perguruan tinggi yang baru terbentuk bisa menumbuhkan semangat kompetisi di kalangan dosen dan mahasiswa.

"Kita tidak lagi hanya bicara soal pembelajaran di lingkungan internal. Era kompetisi semakin ketat, perlu inovasi untuk meningkatkan kualitas," tutur Nasir.

Saat ini, terang dia, ada 134 perguruan tinggi negeri dan lebih dari 4.200 perguruan tinggi swasta di Indonesia.

Ia berharap agar lulusan perguruan tinggi nantinya jangan sampai hanya menjadi penonton, tetapi tampil sebagai pemain di pasar nasional hingga global.

Ia pun berharap kehadiran perguruan tinggi yang baru dibentuk nantinya tidak berjalan begitu saja.

Karena itu, penting untuk mendorong kalangan akademisi tersebut agar mampu menciptakan inovasi riset yang bisa diaplikasikan.

"Itu bisa direalisasikaan dengan membuat program studi yang berorientasi pada masa depan atau future oriented untuk menunjang pembangunan bangsa," pungkasnya.

sur/R-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment