Ujian SBMPTN Berbasis Kertas Disiagakan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 25 2020
No Comments
Antisipasi WannaCry

Ujian SBMPTN Berbasis Kertas Disiagakan

Ujian SBMPTN Berbasis Kertas Disiagakan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Kementerian Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristektikti) telah menyiapkan sejumlah skenario pengamanan pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) berbasis komputer dari serangan siber virus ransomware Wannacry yang tengah melanda dunia.

Menteri Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, memastikan bahwa pihaknya melalui panitia SBMPTN telah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi potensi serangan virus Wannacry dalam pelaksanaan SBMPTN Computer Based Test (berbasis komputer). “Tidak akan menjadi masalah karena panitia sudah mengantisipasi,” kata Nasir, di Jakarta, Senin (15/5).

Jika sampai antisipasi secara teknologi masih dapat ditembus, SBMPTN berbasis komputer akan dialihkan menjadi Paper Based Test (PBT). Dengan begitu, dia menegaskan, secara substansi pelaksanaan SBMPTN tidak akan terganggu.

“Saya sudah ingatkan panitia agar siap dengan segala kemungkinan. Untuk peserta besok agar tetap tenang dan fokus,” ujar Mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro (Undip) ini.

Soal, menurut Nasir, tidak digelar secara online, kecuali saat mengunggah jawaban. “Tidak menjadi hal yang terlalu mengkhawatirkan, tapi panitia harus tetap waspada, perkuat IT-nya,” jelasnya.

Meski ancaman virus Wannacry cukup membuat sejumlah pihak khawatir, Nasir justru mengaku lebih khawatir pada keberadaan calo atau joki SBMPTN. “Saya tidak merisaukan virus itu, justru soal calo yang harus diperhatikan serius,” tegas Guru Besar Akuntasi Undip ini.
Nasir menegaskan dirinya tidak akan lengah terhadap joki. “Jika sampai tertangkap, akan dipidanakan,” tandas Nasir.

Tetap Tenang

Ketua Panitia SBMPTN 2017, Ravik Karsidi, juga mengimbau agar peserta SBMPTN 2017 tetap tenang dalam menghadapi ancaman virus ransomware WannaCry.

“Panitia SBMPTN 2017 telah melakukan langkah-langkah khusus untuk antisipasi serangan virus siber tersebut,” tegas Ravik.
Dihubungi terpisah, Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Fatur Rokhman, mengatakan bahwa virus ransomware WannaCry tidak akan mengganggu operating system. “Sifat virus itu hanya akan mengenkripsi data, sementara data soal CBT sudah tersimpan dengan baik di server,” papar Fatur.

Unnes sendiri bekerja sama dengan Undip, Universitas Tidar Magelang (Untidar), dan UIN Semarang untuk melakukan pengecekan ruang dan persiapan pelaksanaan ujian tulis dan komputer. “Kami siap melakukan pengawasan. Kami pastikan jaringan aman dan tidak ada joki,” ujar Fatur.

Dari hasil rekapitulasi Panitia Pusat SNMPTN-SBMPTN 2017, total peserta ujian SBMPTN 2017 berjumlah 797.023 peserta. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yang pada 2016 berjumlah 721.326 pendaftar. cit/E-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment