Tunjangan Guru Pascabencana Harus Adil | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 27 2020
No Comments
Wakil Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Satriwan Salim, Tentang Kebijakan Tunjangan Guru

Tunjangan Guru Pascabencana Harus Adil

Tunjangan Guru Pascabencana Harus Adil

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana, salah satunya banjir yang melanda Jabodetabek beberapa waktu lalu. Hal tersebut mengganggu kegiatan masyarakat di segala sektor, termasuk pendidikan.

 

Kementerian Pendidik an dan Kebudayaan (Kemendikbud) kerap memberikan bantuan untuk program pascabencana, baik sekolah, guru, maupun murid. Selain bantuan dalam bentuk sarana prasarana dan keperluan sekolah bagi murid, para guru yang terdampak bencana juga diberikan tunjangan sebagai bentuk apresiasi.

Untuk mengupas hal tersebut, Koran Jakarta mewawancarai Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Satriwan Salim. Berikut petikan wawancaranya.

Bagaimana tanggapan Anda terkait tunjangan untuk guru terdampak bencana?

Kami mengapresiasi itu. Tapi untuk bencana banjir beberapa waktu lalu, harus ada penelaahan yang betul terkait dampak bencana yang dialami para guru karena dampaknya berbeda-beda. Jadi, harus ada kualifikasinya agar pem­beriannya tidak asal.

Apakah hanya untuk guru di wilayah Jabodetabek?

Tidak, tunjangan ini tidak hanya diberikan untuk bencana banjir di Jabodetabek, beberapa daerah lain juga harus diperhatikan, termasuk bencananya jangan hanya banjir. Ini harus berlaku secara nasional.

Kualifikasi tadi mempengaruhi nominal tunjangannya?

Tentu agar lebih valid dan sesuai. Tunjangan tidak sama, tapi lebih adil karena disesuaikan dengan dampak yang terjadi mulai dari berat, sedang, dan ringan.

Dalam pemberian bantuan ini, apa saja yang harus diperhatikan?

Bantuan baik untuk sekolah, guru, dan murid jangan hanya untuk sekolah-sekolah negeri saja. Sekolah negeri memang sudah tanggung jawab Kemendikbud, tapi bukan berarti swasta jadi tidak diperhati­kan. Untuk itu, Kemendikbud juga harus adil dengan memberi bantuan kepada sekolah-sekolah swasta.

Untuk tunjangan guru, selain pendataan, bantuan harus lang­sung diberikan ke rekening guru. Kalau diberikan lewat peran­tara, khawatir tunjangannya akan tersendat.

Selain pascabencana, upaya mitigasi di lingkungan pendidi­kan sudah sejauh mana?

Nah, mitigasi bencana itu di­berikan lewat materi kebencanaan. Ini bisa jadi lebih penting daripada memberikan tunjangan dan ban­tuan lainnya. Materi kebencanaan ini sangat luwes karena disesuaikan dengan daerah masing-masing dan bisa dilesapkan di beberapa mata pelajaran yang sesuai, seperti muatan lokal, geografi, IPA, dan lain-lain.

Bagaimana dengan kondisi sekolah?

Selain itu, sarana dan prasa­rana di sekolah harus mendukung mitigasi bencana. Di Indonesia hal tersebut belum banyak dilakukan. Jadi, materi kebencanaan ini perlu dibuat struktur dan kulturnya. Struktur itu secara kurikulum, sedangkan kultur se­cara budaya. Ini bisa dilakukan kalau sa­rana dan prasana di sekolah sudah ada. aden marup/AR-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment