Trump Tuding Tiongkok Lakukan “Pembunuhan Massal” | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 30 2020
1 Comment
Pandemi Korona

Trump Tuding Tiongkok Lakukan “Pembunuhan Massal”

Trump Tuding Tiongkok Lakukan “Pembunuhan Massal”

Foto : BRENDAN SMIALOWSKI / AFP
RAPAT KORONA I Presiden AS Donald Trump mendengarkan penjelasan dari koordinator Respons untuk Satuan Tugas Virus Korona, Gedung Putih, Deborah Birx (kanan), Rabu, (20/5) di Ruang Kabinet Gedung Putih di Washington, DC.
A   A   A   Pengaturan Font

WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengecam Tiongkok atas pandemi Co­vid-19 yang tengah melanda dunia. Trump menyalah­kan Tiongkok atas pandemi yang disebutnya sebagai “pembunuhan massal di selu­ruh dunia”.

Kecaman itu disampai­kan Trump melalui kicauan Twitter-nya pada Rabu (20/5) pagi waktu setempat. Dalam kicauannya, Trump menyebut istilah “wacko in China” yang menjadi retorika terbaru dari Gedung Putih untuk Tiongkok.

“Itu adalah ketidakmam­puan Tiongkok. Tidak ada yang lain yang melakukan ‘pem­bunuhan massal’ di seluruh dunia ini,” ujar Trump dalam cuitannya.

Virus pertama kali mun­cul di Wuhan pada Desember 2019. Virus kemudian me­nyebar dengan cepat dan ma­sif ke seluruh dunia. Hingga saat ini tercatat 4,9 juta kasus positif Covid-19 di dunia dengan 323 ribu kematian yang diakibatkannya.

Mulanya, Trump tak begitu mengindahkan ancaman Co­vid-19. Dia justru mengatakan bahwa pihaknya yakin Tiong­kok akan berhasil menangani wabah tersebut. Tapi selang be­berapa bulan kemudian, Trump menyalahkan Tiongkok karena dinilai telah membiarkan virus SARS-CoV-2 menyebar.

Tuntutan Jerman

Sementara harian terbesar di Jerman, Bild, melaporkan bahwa pemerintah negara itu telah menuntut kerugian yang dialami akibat wabah virus korona sebesar sekitar 149 miliar euro atau sekitar 2.500 triliun rupiah kepada Tiong­kok. Laporan itu menunjukkan bahwa Jerman telah bergabung dengan sejumlah negara lain, seperti Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat (AS), yang menganggap Tiongkok ber­salah atas terjadinya pande­mi Covid-19

Pemerintah Jerman mengatakan pandemi yang me­newaskan seratus ribu orang di Eropa itu bisa dicegah sean­dainya Tiongkok segera mem­buka informasi tentang kejadi­an itu. Bild merinci tuntutan itu dalam tagihan sebesar 149 miliar euro. Kompensasi itu disebutkan untuk meng­ganti kerugian yang diderita pada berbagai sektor terma­suk industri pariwisata dan manufaktur.

Rincian tagihan yang disuarakan Bild itu meliputi 24 miliar euro ( 403 triliun rupiah) dalam pendapatan wisata yang hilang dari Maret hingga April, kemudian 7,2 miliar euro (121 triliun rupiah) dalam kerugian untuk industri film Jerman, satu juta euro (16,8 miliar ru­piah) per jam dalam biaya untuk maskapai Lufthansa, dan 50 miliar euro (840 triliun rupiah) dalam laba yang hi­lang untuk usaha kecil Jerman. Jumlah tersebut berasal dari kerugian yang diderita setiap warga Jerman yang berjumlah 1.784 euro per orang, jika PDB Jerman turun 4,2 persen. SB/theweek/AFP/P-4

Klik untuk print artikel

View Comments

jessi
Senin 25/5/2020 | 12:04
Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik net sarana Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik net paling best ya guys...

Submit a Comment