Koran Jakarta | July 21 2018
No Comments
Konflik Timur Tengah

Trump Ingin Pasukan AS di Suriah Segera Pulang

Trump Ingin Pasukan AS di Suriah Segera Pulang

Foto : AFP/LOUAI BESHARA
Antre Makanan - Warga Suriah antre makanan yang dibagikan pemerintah di Douma, pinggiran Damaskus, Senin (16/4). Pemerintah Suriah mengklaim berhasil mengusir pasukan pemberontak.
A   A   A   Pengaturan Font

WASHINGTON DC - Presiden Donald Trump masih ingin pasukan Amerika Serikat (AS) di Suriah segera pulang.

Demikian pernyataan Gedung Putih, Minggu (15/4), setelah Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyatakan meyakinkan Trump mempertahankan kehadiran pasukan AS di Suriah untuk jangka panjang.

“Misi AS belum berubah, namun presiden telah jelas bahwa dia ingin pasukan AS pulang secepatnya,” kata juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, dalam sebuah pernyataan.

“Kami bertekad untuk sepenuhnya menghancurkan Islamic State (ISIS) dan menciptakan kondisi yang akan mencegah kembalinya kelompok itu.

Selain itu kami harapkan sekutu regional dan mitra kami untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar baik secara militer dan keuangan untuk mengamankan wilayah,” imbuh dia.

Pada bagian lain, AS ancam akan memberikan sanksi baru kepada Russia. Duta Besar AS untuk PBB. Nikki Haley. menyatakan pemerintahan Presiden Trump akan mengumumkan sanksi baru kepada Russia paling cepat Senin (16/4).

Sebaliknya dari Moskwa, Russia menyatakan tidak akan menunda pengadopsian legislasi yang menjawab sanksi baru dari AS itu.

Para anggota senior parlemen Russia telah berjanji meloloskan undang-undang yang memberi kekuasaan Kremlin untuk melarang atau membatasi produk impor AS.

Wakil Menlu Sergei Ryabkov menyatakan Russia sedang membahas apa yang disebutnya dengan penyalahgunaan status dolar sebagai mata uang cadangan dunia oleh AS.

Sementara itu, kunjungan tim pencari fakta dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons/OPCW) ke lokasi serangan kimia di Kota Douma, Suriah, mengalami hambatan.

Pasalnya, Russia dan Suriah belum memberikan akses masuk ke tempat tersebut dengan alasan adanya serangan Barat yang dipimpin AS. Ant/ils/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment