Koran Jakarta | November 23 2017
No Comments
Politik AS l Donald Trump Isyaratkan Pilih Joe Lieberman untuk Ketuai FBI

Trump Bantah Tudingan Kolusi

Trump Bantah Tudingan Kolusi

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Presiden AS, Donald Trump, menegaskan dirinya sama sekali tak berkolusi dengan pemerintah Russia baik dalam kampanye pilpres maupun dalam pertemuan dengan dua pejabat Russia di Gedung Putih.

WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melawan tudingan kolusi yang diarahkan padanya terkait hasil pemilu Presiden AS 2016. Kecurigaan terhadap Trump semakin mencolok setelah dia memecat Direktur FBI, James Comey.

“Tidak, tidak, pertanyaan berikutnya. Sudah cukup. Tudingan ini adalah sebuah pencemaran. Tidak ada kolusi antara saya dan tim kampanye saya. Saya selalu katakan, antara saya pribadi dan pemerintah Russia, nihil (tak ada hubungan),” kata Trump dalam sebuah sesi jumpa wartawan di Gedung Putih, ketika ditanya soal pemecatan Comey, Jumat (19/5).

PresidenTrump lalu menegaskan pula dia tidak pernah meminta Comey untuk menghentikan upaya pembuktian keterlibatan pemerintah Russia dalam hasil pemilu Presiden AS. Tuduhan yang diarahkan padanya saat ini, disebut Trump, sebagai sebuah pencemaran nama baik.

Presiden Trump memecat Comey pada 9 Mei lalu tanpa alasan. Reuters dan sejumlah media di AS mewartakan berdasarkan memo yang ditulis oleh Comey, Trump telah “memintanya” agar menutup investigasi upaya pembuktian kasus mantan penasihat keamanan nasionalnya yang bernama Michael Flynn, serta keterlibatan pemerintah Russia dalam pemilu Presiden AS.

Presiden Trump memecat Flynn pada 14 Februari lalu dengan alasan telah salah kaprah dengan Wakil Presiden AS, Mike Pence, soal pembicaraannya pada tahun lalu dengan Duta Besar Russia untuk AS. Pemberitaan Reuters pada Kamis (18/5) menyebut Flynn dan sejumlah penasihat kampanye Trump melakukan kontak dengan sejumlah pejabat Russia, bahkan pemerintah Russia. Setidaknya ada 18 aktivitas sambungan telepon dan surat-surat elektronik dalam 7 bulan masa kampanye pemilu Presiden AS.

Pada Rabu (17/5), Kementerian Kehakiman AS menunjuk sebuah tim independen khusus untuk membuktikan adakah hubungan antara pemerintah Russia dan tim kampanye Presiden Trump 2016. Tim khusus penyidikan skandal itu dipimpin oleh mantan direktur FBI, Robert Mueller.

Selain itu laporan-laporan media mewartakan pula adanya “diskusi” mengenai kelompok radikal Islamic State (ISIS) antara Presiden Trump dan Menteri Luar Negeri Russia, Sergei Lavrov, dan Dubes Russia untuk AS, Sergei Kislyak. Media yang mengutip laporan narasumber menyebutkan dalam pertemuan itu Trump telah membocorkan rincian data intelijen terkait pemberantasan ISIS.

Pada bagian lain diwartakan bahwa Presiden Trump mengisyaratkan akan menunjuk mantan calon Wakil Presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Lieberman, adalah calon favorit bagi mengetuai FBI setelah ditinggalkan Comey.

Ditanya apakah Lieberman adalah calon utama, Trump menjawab “ya” dan ini memastikan pencalonan mengejutkan Lieberman. Lieberman, mantan senator independen dari Connecticut, mencalonkan diri sebagai wakil Al Gore pada 2000, namun kalah dari George W Bush dan Dick Cheney.

Ke Arab Saudi

Ditengah-tengah kontroversi di dalam negeri, pada Jumat (19/5) pagi waktu setempat, Trump meninggalkan Gedung Putih untuk memulai kunjungan kenegaraan pertamanya sebagai orang nomor satu di AS ke Timur Tengah dan Eropa. Negara pertama yang dikunjung Trump adalah Arab Saudi.

Trump tidak berlama-lama di Arab Saudi karena pada Jumat siang (19/5), dia akan terbang ke Israel, kemudian ke Belgia dan Italia. uci/Ant/VoA/Rtr/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment