Koran Jakarta | June 18 2019
No Comments
Persaingan Teknologi

Trump: Prioritaskan Kemajuan AI

Trump: Prioritaskan Kemajuan AI

Foto : BRENDAN SMIALOWSKI/AFP
A   A   A   Pengaturan Font

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, Senin (11/2), memerintahkan kepada jajarannya agar memberikan prioritas pada pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Langkah Trump itu dinilai sebagai upaya untuk “menyerang” Tiongkok yang saat ini dianggap unggul dalam teknologi ke­cerdasan buatan.

Perintah eksekutif tentang inisiatif kecer­dasan buatan AS itu menyerukan agar peme­rintah federal mengerahkan seluruh sumber daya untuk mengembangkan teknologi itu. “Bangsa Amerika telah banyak mengambil keuntungan sebagai pelopor dan pemimpin di bidang AI,” demikian pernyataan resmi Ge­dung Putih, seperti dikutip AFP, Selasa (12/2).

“Namun, di saat teknologi AI terus ber­kembang cepat di seluruh dunia, kita tak bisa tinggal diam dan yakin posisi kita seba­gai pemimpin bidang AI tetap terjamin,” lan­jut pernyataan Gedung Putih itu.

Akan tetapi, perintah eksekutif itu tidak menjelaskan secara rinci soal pendana­an atau strategi lengkap dalam pengem­bangan teknologi AI. Langkah ini muncul di tengah-tengah kekhawatiran Negeri Tirai Bambu itu melampaui AS, dalam hal tekno­logi kecerdasan buatan, semakin tinggi.

Darrell West, kepala Pusat Inovasi Tek­nologi Brooking Institution, mengatakan bahwa langkah Gedung Putih itu tepat, na­mun dipertanyakan bagaimana kepastian­nya karena tanpa ada pendanaan yang jelas.

“Presiden terkadang meluncurkan ini­siatif yang terdengar bagus, tetapi dampak nyatanya amat minim,” ujar dia.

“Tiongkok hingga 2030 menginvestasikan 150 miliar dollar AS dengan tujuan akhir men­jadi negara AI utama di dunia. Penting bagi Amerika untuk menjaga jarak karena AI akan mengubah wajah banyak sektor,” papar West.

Respons serupa datang dari Daniel Cas­tro, peneliti di Center for Innovation, sebuah lembaga yang mengamati isu-isu teknologi.

“Jika pemerintah ingin inisiatif AI ini trans­formatif, maka pemerintah memerlukan le­bih dari sekadar memprogram ulang dana riset AI, pengembangan kemampuan, dan pe­ngembangan infrastruktur,” tukas Castro.

Castro menyambut baik inisiatif ini, tetapi menyerukan adanya strategi yang lebih kom­prehensif yang mencakup sejumlah area, se­perti perdagangan bebas digital, kebijakan pengumpulan data, dan masalah lainnya. AFP/ang/WP

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment