Koran Jakarta | May 28 2018
No Comments
Pengasuh Pondok Pesantren Annur 1 Malang, KH Dr Ahmad Fahrur Rozi, tentang Kebiasaan Presiden Mengundang Ulama ke Istana

Tradisi Dialog Presiden-Ulama Sangat Positif

Tradisi Dialog Presiden-Ulama Sangat Positif

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Presiden Joko Widodo akhir-akhir ini sering mengundang para ulama, kiai dan tokoh agama ke Istana Kepresidenan, baik di Jakarta maupun di Bogor. Para ulama dan tokoh agama yang diundang berasal dari Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, hingga Sulawesi Selatan.

 

Saat pertemuan, Presiden selalu menitipkan pesan agar para ulama, kiai, dan tokoh agama selalu memberikan kesejukan, ketenangan, serta memberikan pemahaman kepada umat terkait kebinekaan Indonesia yang perlu dijaga, bahaya narkoba, hingga berita bohong alias hoax.


Untuk mengulas hal itu, Koran Jakarta mewawancarai KH Dr Ahmad Fahrur Rozi, Pengasuh Pondok Pesantren Annur 1 Malang, yang juga Pengurus PWNU. Berikut petikannya.


Bagaimana tanggapan Anda terkait kebiasaan Presiden mengundang para ulama ke Istana?


Saya kira bagus dan positif saja jika Presiden mengundang para ulama hadir ke Istana untuk meminta masukan dan saling bertukar pikiran.

Ini tradisi silaturahmi yang bagus untuk membina kesepahaman antara ulama dan umara, dan lebih bagus jika Pak Presiden juga sering mengunjungi ulama di pesantren agar melihat langsung keberadaan para santri dan sarana pesantren.


Terkait pesan yang disampaikan Presiden kepada para ulama selama ini, apa ini sudah sesuai?


Sudah. Pesan kerukunan sesungguhnya adalah ajaran Islam agar jangan persatuan bangsa dirusak oleh kepentingan sesaat pilkada yang segera berakhir.


Soal sinergi ulama dan umara/pemerintah akan memperkuat kerukunan bangsa?


Itu benar sekali. Harus ada sinergi ulama dan umara untuk kemajuan bangsa Indonesia. Imam Al Ghozali menyatakan bahwa agama dan kekuasaan adalah bagaikan saudara kembar yang saling membutuhkan. Agama adalah fondasi dan kekuasaan adalah penjaganya.


Presiden sering berkunjung ke pesantren saat kunjungan kerja, tanggapan Anda?


Saya kira kunjungan Presiden itu sudah bagus dan sebaiknya dilakukan secara kontinu agar menjangkau lebih banyak pesantren lagi. Biarlah ulama di pesantren saja, tidak perlu ruang di Istana, kecuali jika diperlukan.


Mengenai maraknya hoax, apa tanggapan Anda?


Hoax adalah bagian dari penyebaran kebohongan dan kebencian yang dilarang oleh agama Islam, dan saya kira semua agama juga melarang.


Bagaimana cara memberantasnya?


Cara memberantas hoax adalah pertama, kita biasakan melakukan cek dan ricek atau tabayun kepada sumber yang dapat dipercaya.

Kedua, tidak memperkeruh suasana dengan sengaja menyebar berita yang tendensius meskipun benar, karena ini bagian dari adu domba yang di haramkan agama.

Dan ketiga, menutupi berita benar sekalipun untuk mencegah permusuhan dan keselamatan masyarakat itu kadang menjadi wajib untuk kemaslahatan umat.

Ini yang menurut ulama disebut dengan bohong putih atau kidzbul abyadl. m umar fadloli/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment