Koran Jakarta | April 22 2018
No Comments
Ganjil-Genap - Uji Coba Perdana Belum Maksimal

Tol Tangerang-Jakarta Masih Padat

Tol Tangerang-Jakarta Masih Padat

Foto : KORAN JAKARTA/Muhaimin A Untung
GANJIL -GENAP TOL JAGORAWI - Sejumlah kendaraan melintas di Tol Jagorawi, Cibubur, Senin (16/4). Kementerian Perhubungan menerapkan uji coba ganjil-genap di Tol Jagorawi pada gerbang tol Cibubur 2 arah Jakarta yang dimulai pada Senin (16/4) pukul 06.00-09.00 WIB untuk membantu mengurai kemacetan
A   A   A   Pengaturan Font
Masih banyak masyarakat yang belum tahu tentang implementasi kebijakan ganjilgenap ini.

 

JAKARTA - Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono, mengungkapkan hasil evaluasi terhadap uji coba hari pertama ganjil-genap di ruas Tol Jakarta Bogor Ciawi (Jagorawi) dan Tol Tangerang- Jakarta.

Menurut Bambang, kepadatan lalu lintas masih terjadi, khususnya untuk Tol Tangerang–Jakarta. “Tol Tangerang–Jakarta masih belum efektif.

Tadi saya coba lewat sana, tapi kepadatan masih terjadi. Masih banyak juga masyarakat belum tahu implementasi kebijakan ini, padahal sudah ada informasi sebelumnya,” kata Bambang, di Cibubur, Senin (16/4).

Sementara untuk Jagorawi, pada pintu Tol Cibubur 2, menurutnya, telah terjadi pergeseran pola perjalanan masyarakat. Bila semula menumpuk di pukul 06.00 WIB, saat ini masyarakat berangkat jauh lebih pagi.

“Dari hasil koordinasi, kabarnya banyak masyarakat yang berangkat lebih pagi di Cibubur. Jadi sejak pukul 05.00 WIB, sudah mulai padat, ini bagus karena membagi beban jalan,” ucapnya.

Dia mengatakan, selain mengurai kemacetan, salah satu tujuan diberlakukannya kebijakan ganjil-genap, pembatasan angkutan berat, dan lajur khusus bus di beberapa pintu tol adalah untuk meningkatkan kecepatan laju kendaraan.

Pihaknya menargetkan kecepatan kendaraan di semua ruas jalan yang diberlakukan kebijakan itu bisa meningkat menjadi 40 persen.

“Dengan paket kebijakan yang diterapkan, ditargetkan kecepatan kendaraan bisa meningkat hingga 40 persen,” ujar Bambang. Harapannya peningkatan kecepatan kendaraan itu terutama saat regulasi tersebut berjalan pada pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB.

Menurut dia, saat ini kecepatan ratarata kendaraan hanya 20–30 kilometer per jam (KPJ). Jika target naik 40 persen, menurut dia kecepatan kendaraan bisa menjadi 40–50 kilometer per jam.

“Kalau naik 40 persen, jadi kecepatan bisa bertambah menjadi 40 sampai 50 KPJ, karena key performance indicator (KPI) jalan tol itu harusnya 60 KPJ,” papar Bambang.

Tambah Armada

Pada kesempatan itu, Bambang juga menjelaskan uji coba kebijakan ganjil-genap dan lajur khusus bus di ruas Jagorawi pada pintu Cibubur 2 berdampak pada peningkatan penumpang bus Transjakarta di Halte Cibubur.

Sejak pukul 06.30–08.30 terlihat antrean masyarakat mengular di badan jalan. “Transjakarta tadi sudah kami kontak untuk tambah armada agar bisa melayani masyarakat. Kalau dari kami ada bus JR Conection 20 unit,” ucapnya.

Secara terpisah, peningkatan penumpang itu juga diakui Koordinator Wilayah Transjakarta, Agung, yang bertugas di Halte Cibubur. “Kalau untuk jumlah pelanggan hari ini cukup meningkat dari biasanya,” kata Agung.

Menurutnya, peningkatan penumpang pada hari pertama penerapan ganjil-genap cukup signifikan. Bila biasanya pengguna layanan trayek Cibubur-BKN pada pukul 06.00–09.00 WIB sekitar seribu orang, Senin meningkat 50 persen.

“Biasanya sekitar seribu orang yang naik. Sekarang lebih dari seribuan sebelum 09.00 WIB,” katanya. mza/Ant/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment