TNI-Polri Dilibatkan untuk Bubarkan Kerumunan Massa | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 30 2020
No Comments
Pencegahan Covid-19 I TNI Bentuk Kogasgabad Penanganan Wabah Virus Korona

TNI-Polri Dilibatkan untuk Bubarkan Kerumunan Massa

TNI-Polri Dilibatkan untuk Bubarkan Kerumunan Massa

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Saat ini masyarakat diminta untuk meningkatkan penerapan jarak fisik guna mencegah Covid-19 semakin meluas.

 

JAKARTA – Gugus Tugas Percepatan Pena­nganan Covid-19 telah meminta aparat Ten­tara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk mengawasi penerapan jarak fisik (physical distancing) agar wabah virus korona jenis baru atau Covid-19 ti­dak meluas. Bahkan, TNI-Polri diminta turun tangan guna melakukan pembubaran bila ada masyarakat yang tidak mematuhi seperti membuat pertemuan yang menghadirkan banyak orang atau kerumunan massa.

“TNI dan Polri ikut turun ta­ngan secara selektif dibantu oleh satpol PP di daerah-daerah untuk melakukan pembubaran terhadap kerumunan orang yang membaha­yakan bagi penyebarfan virus ko­rona,” kata Menko Polhukam, Mah­fud MD, di Jakarta, Senin (23/3).

Mahfud mengatakan saat ini masyarakat terus diminta untuk meningkatkan penerapan jarak fisik guna mencegah Covid-19 se­makin meluas.

“Itu yang ditempuh oleh peme­rintah agar melakukan hubungan-hubungan dengan orang lain itu dihindari kalau tidak sa­ngat penting. Kalau sangat penting, jaraknya diatur satu meter dan membersihkan diri, ta­ngan, wajah, baju, dan sebagainya itu supaya dilakukan oleh masyarakat atas bimbingan pe­merintah,” jelasnya.

Menurut dia, istilah jaga jarak sosial (social distancing) tak lagi dipakai lantaran physical distancing merupakan istilah yang lebih tepat untuk mencegah penyebaran virus korona. Se­belumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menganjurkan dan mendorong peng­gunaan frasa physical distancing yang berarti menjaga jarak fisik untuk mencegah penyebar­an virus korona Covid-19.

WHO mengubah frasa untuk merekomen­dasikan “jarak fisik” daripada “jarak sosial” dengan alasan untuk mendorong masyarakat agar tetap terhubung melalui media sosial.

Mahfud kemudian meminta para pekerja harian yang paling terdampak setelah adanya imbauan untuk bekerja di rumah untuk bersa­bar. Selain itu, pemerintah dan masyarakat ha­rus saling kompak dan saling menjaga dalam menanggulangi penyebaran Covid-19.

Menko Polhukam mengingatkan penting­nya rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) dilibatkan dalam langkah mencegah penye­baran virus korona di ling­kungan masing-masing.

Menurut dia, ada beberapa daerah yang memiliki kasus cukup tinggi, seperti Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan sebagainya sehingga harus memiliki pemahaman sama tentang pencegahan korona. Namun, daerah lain yang tingkat penyebaran virus ko­rona masih relatif sedikit ti­dak boleh abai dan menye­pelekan langkah pencegahan penyebaran Covid-19.

TNI Bentuk Kogasgabad

Sementara itu, Pangli­ma Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya Yudo Margono menyatakan TNI membentuk Kom­ando Gabungan Tugas Terpadu (Kogasgabad) di empat wilayah untuk penanganan Covid-19.

“Kogasgabad di Jakarta di Wisma Atlet yang dijabat oleh Pangdam Jaya, kemudian Kogas­gabad di Natuna yang dijabat Pangkoopsau 1, Kogasgabad di Pulau Sebaru yang dijabat Pan­gkoarmada 1, serta Pulau Galang Pangdam 1 Bukit Barisan,” kata Yudo.

Yudo mengatakan empat wilayah itu diper­siapkan untuk melaksanakan observasi pena­nganan Covid-19. Namun, khusus Wisma Atlet di Jakarta sudah bisa beroperasi menjadi ru­mah sakit darurat untuk penanganan Covid-19.

“Pada saat ini kita konsentrasikan adalah Kogasgabad di Wisma Atlet yang sudah ditin­jau Presiden dan sudah langsung operasional di bawah Pangdam Jaya sebagai Panglima Ko­gasgabad,” ujarnya. n Ant/fdl/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment