Koran Jakarta | January 18 2018
No Comments

TNI Perbanyak Pakai Alutsista Produk Dalam Negeri

TNI Perbanyak Pakai Alutsista Produk Dalam Negeri

Foto : Koran Jakarta/Teguh Raharjo
Serahkan Pesawat - Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu (kedua dari kanan), bersama Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia, Elfien Guntoro (kanan), dan Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto (kiri), dan Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, seusai serah terima pesawat, di hanggar Fixed Wing PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Selasa (9/1).
A   A   A   Pengaturan Font

Suasana di hanggar Fixed Wing PT Dirgantara Indonesia, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jawa Barat, hari itu tampak berbeda, sangat ramai dan tampak kesibukan sejak pagi-pagi sekali. Banyak tamu undangan hadir ke tempat tersebut. Ya, pada Selasa (9/1), PT Dirgantara Indonesia memiliki hajatan khusus yang membanggakan.

Membanggakan, karena kerja keras seluruh jajaran PT Dirgantara Indonesia membuahkan hasil dengan selesainya produksi lima helikopter dan satu unit CN 235. Atas selesainya pengerjaan pesanan lima helikopeter dan satu pesawat CN235, PT Dirgantara Indonesia menyerahkan kepada pemesannya, yaitu Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Dalam acara penyerahan enam unit pesawat dari PT Dirgantara Indonesia ini disaksikan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, jajaran Dewan Komisaris dan Direksi PT Dirgantara Indonesia.

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia, Elfien Guntoro, secara simbolis menyerahkan pesawat kepada Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan, Laksda TNI Agus Setiadji. Selanjutnya, Agus menyerahkan enam unit pesawat baru tersebut kepada TNI, dan diterima Asisten Logistik Panglima TNI Laksda TNI Bambang Nariyono.

Sebanyak enam pesawat baru produksi PT Dirgantara Indonesia yang diterima oleh TNI, yaitu tiga unit Helikopter Serang AS555AP Fennec untuk TNI AD, satu unit Pesawat Udara CN 235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) untuk TNI AL, dan dua Helikopter AS565 MBe Panther Antikapal Selam untuk TNI AL. Elfien mengatakan pesawat yang diserahkan merupakan pesanan Kemhan sejak tahun 2014, baik jenis pesawat udara maupun helikopter.

“Hari ini kami bisa menyerahkan enam pesawat pesanan Kemhan, yang akan diserahkan ke TNI AD dan TNI AL,” ujarnya. Sebelumnya, pada September 2017, PT Dirgantara Indonesia sudah menyerahkan dua unit Helikopter AS565 Mbe Panther. Kemudian juga telah diserahkan dua unit helikopter antikapal selam sehingga total sudah empat unit yang diserahkan, sedangkan tujuh unit helikopter antikapal selam berikutnya akan diserahkan bertahap pada tahun ini juga.

Gandeng Airbus Helicopters Elfien mengatakan helikopter antikapal selam ini merupakan jenis Panther pertama yang dibuat di Indonesia, hasil kolaborasi Airbus Helicopters Prancis dengan PT Dirgantara Indonesia. Seluruh perakitan dan pembuatan dilakukan di PT Dirgantara Indonesia, Bandung.

“Selanjutnya akan dilakukan pemasangan torpedo dan sonar varian terbaru sesuai kebutuhan TNI AL. Ini dilakukan agar mampu mendeteksi keberadaan kapal selam, baik di laut dangkal maupun dalam,” tegasnya. Menhan Ryamizard mengatakan pesawat yang dipesan di PT Dirgantara Indonesia jumlahnya sudah cukup banyak. Sebagian sudah selesai dibuat dan diserahkan secara bertahap hingga nanti pada tahun 2019. Sekitar 110 pesawat dari berbagai jenis akan ditambah untuk memperkuat TNI.

“Ini bagian dari rencana strategis pengadaan alat utama sistem senjata (Alutsista) pada tahun 2014 hingga 2019. Jadi, ini bukan yang terakhir. Masih akan ada penambahan pesawat lainnya, yang kini sedang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia,” tegas Menhan. Pannglima TNI, Jenderal Hadi Tjahjanto, mengatakan masih memerlukan penambahan sejumlah peralatan dari pesawat helikopter yang hari ini diserahkan PT Dirgantara Indonesia ke Kemhan.

Penambahan tersebut, antara lain torpedo dan alat sinar antikapal selam. “Memang masih harus ditambah, sebab fungsinya memang untuk antikapal selam. Pertengahan tahun ini sudah siap untuk satu pesawat, sampai akhir tahun dua helikopter bisa siap,” jelasnya. Masih ada kebutuhan penambahan pesawat untuk jenis Casa 212 sebanyak sembilan unit, tujuh hingga sembilan helikopter serang untuk TNI AD, dan sebanyak 11 helikopter antikapal selam. “Kami mengandalkan PT Dirgantara Indonesia dan BUMN terkait untuk memperkuat alutsista TNI,” tegasnya. tgh/fdl/N-3

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment