Koran Jakarta | May 27 2017
No Comments
Pertahanan Negara

TNI Harus Antisipasi Perubahan Dunia

TNI Harus Antisipasi Perubahan Dunia

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

NATUNA - Presiden Joko Widodo meminta Tentara Nasional Indonesia (TNI) agar tetap mengantisipasi perubahan dunia yang terjadi begitu cepat, khususnya di bidang teknologi.


“Di darat kita lihat, di laut bisa kita lihat, di udara juga bisa kita lihat, betapa sangat terintegrasinya, terpadunya kerja sama di antara darat, laut, dan udara sehingga bisa memenangkan pertarungan di akhir,” kata Presiden di Aula Kartika, Tanjung Datuk, Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (19/5).


Presiden kemudian mengungkapkan rasa bangganya melihat kekompakan atau soliditas yang ditunjukkan para prajurit TNI dalam Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang dilakukan di Kepulauan Natuna. Presiden menuturkan bahwa latihan seperti ini sudah berjalan selama enam bulan, dan bukan hari ini saja.


Jokowi kemudian menyampaikan agar seluruh prajurit TNI untuk tidak berpuas diri sebab masih banyak hal yang dinilai perlu diperbaiki dan dibenahi.


“Terutama di bidang alutsista kita yang mau tidak mau harus diikuti karena teknologi yang perubahannya begitu cepat. Itulah yang harus kita ikuti,” tuturnya.


Presiden juga menceritakan bagaimana teknologi berkembang begitu pesat. Menurut Kepala Negara, saat sebagian orang masih mempelajari teknologi internet, sudah muncul di belahan dunia lainnya mobile internet. Tak berhenti sampai di situ, muncul lagi lompatan teknologi lain yang sedemikian cepat, seperti teknologi kecerdasan buatan.

“Mobile internet kita baru melihat dan kita pelajari, sudah muncul lagi yang berikutnya, artificial intelligence, mesin cerdas yang ini juga harus kita ikuti,” kata Presiden.


Perubahan Teknologi


Menurut Presiden, perubahan-perubahan teknologi seperti itu yang selalu harus diantisipasi oleh TNI. Presiden tentu tidak menginginkan TNI tertinggal dalam hal penguasaan teknologi dengan negara lainnya. “Jangan sampai kita ditinggal oleh negara yang lain karena penguasaan teknologi kita yang terlambat,” kata Presiden.


Kepala Negara percaya bahwa saat ini bukan lagi pihak yang kuat mengalahkan yang lemah. Bukan juga negara besar mengalahkan negara yang kecil.

“Ke depan coba kita lihat, nantinya yang cepat akan mengalahkan yang lambat. Siapa yang cepat dalam hal apa pun, akan dapat mengalahkan yang lambat. Negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat,” jelas Jokowi. Ant/fdl/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment