Koran Jakarta | October 22 2017
No Comments

Tjahjo Kumolo: Harga Diri Saya Terganggu

Tjahjo Kumolo: Harga Diri Saya Terganggu

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Peristiwa ricuh di kantor Kementerian Dalam Negeri, membuat geram Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Ia tak habis pikir, dengan ulah pendukung salah satu pasangan calon di Pilkada Tolikara, yang berbuat rusuh di kantornya.

Padahal, ia sebagai menteri sudah cukup terbuka. Dua kali, Tjahjo mengaku menerima perwakilan kelompok massa yang kemudian berbuat rusuh pada hari Rabu sore, 11 Oktober 2017. “Kelompok mereka yang kalah Pilkada sudah dua kali saya terima,” kata Tjahjo, di Jakarta, Kamis (12/10).

Pertemuan pertama, kata dia, bahkan dilakukan di ruang kerjanya. Saat itu, ia bersama seorang direktur di Ditjen Otonomi Daerah, Anselmus, menerima perwakilan kelompok pendukung salah satu pasangan calon yang kalah dalam Pilkada di Tolikara.

Pertemuan kedua, sehari sebelum peristiwa rusuh terjadi, tepatnya Selasa malam. Di depan kantor Kementerian Dalam Negeri, ia sempat menerima perwakilan kelompok yang sama.

“Intinya mereka suruhan calon kepala daerah yang kalah di Pilkada,” katanya. Tentu, lanjut Tjahjo, ia tak bisa memenuhi tuntutan mereka, agar membatalkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa hasil Pilkada di Tolikara, Papua. Tidak hanya itu, untuk mendinginkan suasana di Tolikara, Tjahjo juga mengaku sudah bertemu dengan pasangan calon yang menang dalam Pilkada. Kata dia, itu dilakukan agar tensi yang memanas di kabupaten tersebut bisa reda.

Tapi, tetap saja mereka berbuat rusuh. Tindakan anarkistis mereka di kantor Kemendagri, membuatnya geram. Karena sama saja, mereka menganggu harga dirinya sebagai menteri. Tjahjo menegaskan, ia tak akan tinggal diam.

“Harga diri dan kehormatan saya, khususnya terganggu dengan ulah orang-orang yang mengatasnamakan warga Tolikara pendukung calon kepala daerah yang kalah,” katanya.

Menurutnya, ada yang bermain-main. Bahkan Tjahjo menduga, ini tak sekadar masalah Pilkada Tolikara dan keputusan MK. Ia sendiri sudah memerintahkan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum, Soedarmo mencari akar masalah dari peristiwa rusuh tersebut.

“Siapa yang bermain dan mendanai mereka,” ujarnya. Tjahjo juga sempat berkomunikasi dengan Gubernur Papua terkait kasus rusuh di kantornya. Tapi, kata dia, jawaban Gubernur Papua kepadanya mengambang. Gubernur Papua, tidak bisa menjawab, apa akar permasalahannya. Yang pasti, ia tak akan tinggal diam. Mereka yang merusak kantornya, akan diproses secara hukum.

Baginya, mereka telah merusak kehormatan lembaga dan juga harga dirinya. Bahkan dengan tegas pula Tjahjo mengatakan, siapa pun yang mau merusak, akan dia lawan, “Apapun, siapa pun harus kita lawan,” katanya.

Tjahjo sendiri mengaku geram. Karena selama ini, ia dan juga jajaran Kemendagri, sudah berbaik hati kepada mereka. Perwakilan mereka yang datang, selalu diterima. Bahkan memfasilitasi serta mendengar apa yang jadi aspirasi mereka. Tapi yang membuatnya marah, balasannya merusak kantor Kemendagri. n ags/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment