Koran Jakarta | October 17 2018
No Comments

Tips Menghadapi si Pasif dalam Tim

Tips Menghadapi si Pasif dalam Tim
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan :

Bu Rossa, dalam tim kerja kami ada satu rekan yang pasif sekali. Kami semua ke­sal karena sudah berkali-kali memberinya kesempatan un­tuk memperbaiki diri tapi tak juga ada perubahan. Mohon advisnya Bu.

Jawaban :

Dalam kerja tim, setiap anggota dituntut untuk aktif memberikan kontri­busi terbaik bagi timnya. Karena dalam satu tim tidak ada istilah keberhasilan individu melainkan keber­hasilan kelompok. Sehingga masing-masing individu yang tergabung di dalamnya diharapkan dapat mengerah­kan segenap kemampuannya demi kemajuan bersama.

Tapi bagaimana jika dalam satu tim itu terdapat rekan yang pasif? Saat yang lain su­dah ‘berlari’, sementara rekan yang pasif hanya diam di tempat. Tentu rekan macam ini sangat tidak mendukung tim Anda bukan? Lalu bagai­mana menghadapinya?

Memiliki rekan kerja yang pasif, untuk sebagian orang mungkin tak masalah. Malah si pasif bisa menjadi ‘senjata tersembunyi’ yang mampu menampilkan Anda sebagai karyawan teladan, karena potensi si pasif jauh di bawah Anda. Tapi sesungguhnya, bagi sebuah teamwork, rekan yang pasif cukup melelahkan dan merepotkan rekan-rekan lainnya. Karena apa yang menjadi tugasnya dalam tim seringkali menjadi beban rekan-rekannya yang lain.

Mengeluarkan si pasif dari kelompok tentu bukan cara bijak. Tetapi membiarkannya dalam kepasifan juga bukan langkah yang bijak. Untuk mengatasinya tips di bawah ini mungkin bisa menolong Anda:

Lebih tegas

Kadang sikap pasif rekan yang pasif dipengaruhi oleh banyaknya toleransi dan sikap penuh pemakluman di dalam tim. Misalnya setiap kali ia belum siap dengan pekerjaannya, Anda maklum. Dia tidak bisa hadir dalam rapat Anda no problem. Ka­lau begini terus ia tidak akan belajar aktif. Maka tak perlu sungkan bersikap tegas demi kebaikan bersama.

Jangan ragu menegur

Jika menyadari kesalahan­nya, jangan diam saja. Setiap kali ia lalai, lupa, atau malas tegurlah dengan tegas. Kalau perlu buat daftar teguran yang bisa Anda ungkapkan tiap hari. Tentu saja komu­nikasikan dalam bahasa yang santun, agar tidak ada salah paham.

Cerdas dalam pembagian kerja

Banyak kesalahan dilaku­kan terhadap si karyawan pasif. Karena dia sulit bekerja cepat, maka dia diberikan pekerjaan yang mudah. Ini akan memperparah keada­an. Biarkan Anda dan dia mengerjakan tugas yang rata. Jangan lupa tekankan pa­danya jika dia malas-malasan mengerjakan tugasnya akan mempengaruhi hasil kerja yang lain.

Jangan sering menghan­dle pekerjaannya

Jangan keseringan meng’cover’ pekerjaan­nya yang terabaikan. Jika ingin membantu, lebih baik ajarkan dia cara mengerjakan tugas lebih cepat.

Jangan ikut-ikutan pasif

Kadang gaya dan ritme rekan kerja mempengaruhi rekannya yang lain. Was­pada, jangan sampai Anda terbawa-bawa pasif. Justru Andalah yang harus mem­pengaruhinya untuk lebih sigap, smart, kreatif, sekali­gus disiplin.

Pada dasarnya masa­lah yang dihadapi oleh tiap individu adalah tanggung jawab bersama. Jika Anda dan rekan-rekan lain peduli dan saling menyemangati tentu tim Anda akan lebih solid dan berhasil mencapai sukses. Nah lebih bijak jika Anda dan rekan-rekan mem­bantunya untuk menjadi aktif bukan..? Selamat bekerja..!

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment