Koran Jakarta | August 26 2019
No Comments

Tips Memberi Pujian

Tips Memberi Pujian
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan:

Bu Rossa, saya bukan orang yang pintar berbasa-basi, tapi saya ingin melatih diri untuk bisa menghargai dan memuji rekan ataupun bawahan. To­long tips-tipsnya ya Bu.

Jawaban:

Pujian merupakan salah satu bentuk penghargaan dari seseorang kepada orang lain. Meskipun kecil, pujian diyakini dapat menambah semangat dan motivasi seseorang untuk menjadi lebih baik lagi. Secara tidak langsung, hal ini cukup berpengaruh bagi kelangsung­an karir seseorang. Jika sema­ngat kerja seorang rekan atau bawahan bertambah setelah dipuji bukankah akan memu­luskan karirnya?

Lebih jauh lagi, pujian juga berdampak pada meningkat­nya kualitas hubungan yang lebih baik dengan orang lain yang dipuji. Tapi, meski ke­banyakan orang suka dipuji, pujian tidak boleh dilontarkan secara asal. Jika anda tidak tahu teknik memuji, justru bisa membuat orang yang mende­ngarnya tidak nyaman. Nah, di bawah ini adalah hal-hal yang harus anda perhatikan jika ingin memuji:

Spesifik

Jika memberikan pujian, cobalah mengatakannya de­ngan jelas dan lebih spesifik. Kalimat seperti “Cara kamu bagus mengatasi klien tadi…” tentu lebih berarti dibanding dengan “Kerjamu bagus,” yang terdengar seperti basa-basi. Lagipula pujian yang jelas juga membuat penerimanya menyadari mana hal-hal yang sudah baik dan mana yang be­lum baik dari dirinya.

Tulus

Orang akan tahu mana pu­jian yang basa-basi dan mana pujian yang tulus. Kalau anda sudah tahu hasil kerja rekan atau bawahan anda biasa saja, tidak perlu anda mengatakan bahwa hasil kerjanya bagus. Ingat, memuji juga harus pa­kai alasan. Jika tiba-tiba anda memuji seseorang padahal tidak ada satu hal pun yang perlu dipuji, pujian anda terde­ngar sangat basa-basi. Pujilah hasil kerja seseorang jika hasil kerjanya memang benar-benar bagus.

Jangan membandingkan de­ngan diri sendiri

Dalam memberikan pujian, jangan mencampurnya dengan kekurangan pada diri sendiri. Misalnya, “Kamu memang kreatif ya, hasil kerja kamu bagus, tidak seperti saya..”. Pu­jian ini terkesan hanya untuk membandingkan kelebihan­nya dengan kekurangan anda. Lebih baik, bicarakan keluhan anda secara terpisah. Pujian yang anda lontarkan bersama­an dengan keluhan anda hanya akan menimbulkan perasaan bersalah bagi penerimanya.

Jangan membandingkan de­ngan orang lain

Di samping jangan mem­bandingkan dengan diri sendiri, usahakan untuk tidak membandingkan dengan orang lain. Ucapan, “Kamu pintar bikin proposal ya, kalau Rika yang bikin payah… ” ini terdengar tidak bijaksana. Le­bih baik anda memuji tanpa perlu mencampuradukkan dengan kekurangan orang lain. Karena pujian semacam itu mengesankan, selain jago me­muji, anda juga jago mencela.

Ucapkan dengan wajar

Ucapkanlah pujian dengan wajar dan apa adanya. Pujian yang dilontarkan kelewat an­tusias dan berlebihan akan menghilangkan kesan yang tulus.

Teknik melontarkan pujian ini berlaku untuk siapa saja, ti­dak hanya rekan dan bawahan, tapi juga teman, keluarga, pacar, bahkan si bos. Ingat ya, jangan memuji dengan harap­an akan mendapatkan pujian balik. Ini sama aja bohong, pujian anda sama sekali tidak tulus. Lagipula ketulusan anda dalam memuji mencerminkan ketulusan sikap anda sehari-hari.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment