Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments

Tips Hadapi Orang Marah di Kantor

Tips Hadapi Orang Marah di Kantor
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan:

Bu Rossa mohon advis da­lam menghadapi atasan atau rekan yang sedang marah di kantor. Terima kasih.

Jawaban:

Mendengarkan omelan atau umpatan orang lain memang bukan sesuatu yang menyenangkan. Apalagi jika omelan itu ditujukan pada kita. Kalau bisa ingin rasanya kita ‘membungkam’ mulut si pengomel, apapun caranya. Masalahnya, sesabar apapun anda, pasti hati dan telinga anda akan ‘panas’ mendengar omelan.

Jika kondisi tersebut anda alami di kantor, misalnya bos atau rekan kerja yang marah, tentu masalahnya akan sema­kin ruwet. Karena belum lagi memikirkan pekerjaan, anda sudah harus mendengarkan ‘nyanyian’ yang sama sekali tidak merdu. Tentu perasaan anda akan semakin ‘terbakar’ bukan?

Tapi sebaiknya tahan emo­si anda, jangan sampai emosi anda meledak ketika mengha­dapi orang marah. Karena jika emosi dibalas dengan emosi juga, urusannya akan semakin kacau. Menurut psikolog di Amrik, Patricia Patton, cara menghadapi orang yang se­dang ‘panas’ adalah dengan cara meningkatkan peran EQ (Emotional Quotient) atau ke­cakapan emosi anda. Berikut ini adalah langkah yang bisa anda tempuh dalam mengha­dapi kemarahan orang lain:

thinking

Daripada ikut-ikutan emosi, lebih baik anda ten­angkan diri. Ingatlah bahwa masalah selalu ada di dunia kerja. Dan segala sesuatu pasti ada solusinya. Dimarahi bos atau mendengar omelan rekan kerja adalah resiko di tempat kerja.

Kontrol diri

Jangan tergesa-gesa me­nyalahkan orang yang sedang marah, apalagi sampai me­lakukan aksi balas marah. Dan jangan sekalipun mengeluar­kan pernyataan yang dapat memperkeruh suasana. Ingat, kecakapan anda menahan emosi akan membantu pen­capaian solusi daripada ikut-ikutan marah.

Hargai pihak lain

Sebesar apapun amarah­nya, cobalah untuk menyi­mak dan mendengarkan isi omelannya, terlebih jika bos anda. Karena pasti amarahnya itu cukup beralasan.

Empati

Coba pahami penyebab ke­marahannya. Apakah karena kesalahan anda atau dia sen­diri yang sedang bermasalah. Umpatan yang dia lontarkan yang seharusnya tidak boleh dilakukan, anggaplah sebagai salah satu kelemahannya. Dengan demikian anda telah berempati padanya. Hal ini bisa mengurangi emosinya.

Fokuskan pada masalah, bu­kan pada pribadi

Jangan mencari-cari alasan pribadi dalam menghadapi kemarahan orang lain. Jika kemarahan adalah masa­lah kantor, anda tidak bisa merembet ke urusan di luar kantor, sehingga tidak akan terjadi aksi sentimen.

Obyektif

Pikirkan di mana letak perso­alannya dan apa yang menjadi penyebab kemarahannya. Ke­mudian coba anda introspeksi, apa dan dimana kelemahan anda. Jika anda memang salah, anda harus bersedia mengakui kesalahan anda.

Jangan abaikan kritik

Jika memang anda berada di pihak yang salah, den­garkan pendapat pihak lain sekalipun itu kritik. Dengan demikian anda mampu me­ngembangkan diri sekaligus belajar mengatasi setiap per­masalahan termasuk meng­atasi stres dan menemukan solusi.

Penting anda ketahui, ke­cakapan anda menahan dan mengelola emosi membuat anda lebih rasional dalam menyelesaikan setiap masa­lah yang anda hadapi di dunia kerja. Dan tentu saja kepia­waian serta kecakapan anda mengasah emotional quotient akan membantu anda men­capai karir yang menjulang. Selamat bekerja…!

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment