Koran Jakarta | August 22 2017
No Comments
Konflik Perbatasan

Tiongkok dan India di Ambang Perang Terbuka

Tiongkok dan India di Ambang Perang Terbuka

Foto : reuters
A   A   A   Pengaturan Font

NEW DELHI – Pasukan Tiongkok dan India dikabarkan tengah bersiap diri untuk kemungkinan konflik bersenjata jika kedua negara itu gagal mencapai kesepakatan terkait sengketa perbatasan di dataran tinggi Doklam, Himalaya.


Menteri Pertahanan India, Arun Jaitley, mengatakan kepada parlemen bahwa angkatan bersenjata India yang selama ini menahan diri telah berada di daerah perbatasan. “Mereka siap menghadapi kemungkinan apa pun,” kata Arun seperti dikutip Indian Express, akhir pekan lalu.


Sementara itu, sumber yang dekat dengan militer Tiongkok mengatakan bahwa Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) menyadari akan kemungkinan terjadinya perang, namun mampu menahan diri untuk melakukan pertempuran.


“Sejak awal PLA tidak akan berusaha untuk berperang dengan tentara India. Alih-alih akan mengerahkan rudal-rudal udara dan senjata strategis lain untuk melumpuhkan divisi-divisi pegunungan India yang ditempatkan di Himalaya di perbatasan dengan Tiongkok.

Kami yakin pasukan India mungkin akan bertahan tidak lebih dari seminggu,” kata seorang sumber kepada South China Morning Post.


Sumber militer lainnya mengatakan bahwa para perwira dan tentara di Komando Militer Barat Tiongkok telah diberitahu untuk mempersiapkan pasukan guna meredam tentara India terkait dengan kriris di Doklam.


Sementara itu, sejumlah ahli pertahanan India memperingatkan jika tembakan pertama dilepaskan, konflik tersebut dapat meningkat menjadi perang skala penuh. Pada gilirannya dapat menyebabkan New Delhi memblokade jalur maritim Tiongkok di Samudra Hindia.


“Setiap tindakan militer Tiongkok akan mendapat jawaban yang sesuai dari militer India. Tentu ini akan merugikan keduanya. Mengapa hanya perang perbatasan? Ini bisa meningkat menjadi perang India-Tiongkok skala penuh,” kata peneliti di Institute of South Asian Studies di National University of Singapore, Dr Rajeev Ranjan Chaturvedy, kepada The Post.


Analis pertahanan dari Observer Research Foundation di New Delhi, Rajeswari Rajagopalan, mengatakan jika terjadi perang skala penuh, pasti angkatan laut India akan mencegah angkatan laut Tiongkok untuk pindah ke Teluk Benggala atau Samudra Hindia.

“Karena Tiongkok sangat bergantung pada bahan bakar impor, yang menurut angka yang dipublikasikan oleh media pemerintah, lebih dari 80 persen impor minyaknya dilakukan melalui Lautan Hindia atau Selat Malaka,” ujarnya.


Pakar angkatan laut yang berbasis di Beijing, Li Jie, mengatakan India pada tahun 2010 telah mendirikan pangkalan angkatan laut di Kepulauan Andaman dan Nicobar, dekat dengan Selat Malaka.


“Langkah India ini untuk memblokade kapal militer dan komersial Tiongkok agar tidak memasuki Samudra Hindia jika terjadi konflik antara angkatan laut kedua negara,” tutur Li.


Meningkatnya krisis India-Tiongkok sudah dimulai pada bulan Juni ketika Tiongkok membangun jalan di wilayah Doklam. SB/SCMP/Rtr/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment