Koran Jakarta | August 18 2018
No Comments
Kebakaran Hutan - BPBD Riau Kerahkan Tiga Helikopter Pengebom Air

Tingkatkan Patroli untuk Mencegah Karhutla

Tingkatkan Patroli untuk Mencegah Karhutla

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Untuk mencegah karhutla di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Riau masyarakat diminta meningkatkan patroli ke daerah-daerah yang rawan kebakaran hutan.

JAKARTA - Masyarakat di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Riau diimbau meningkat­kan patroli, pengawasan, dan pencegahan untuk mengan­tisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Hal itu harus dilakukan karena kondisi cua­ca di ketiga provinsi tersebut cukup kering.

“Tingkatkan patroli, penga­wasan, dan pencegahan. Kon­disi cuaca di Aceh, Sumatera Utara, dan Riau kering, biasanya libur panjang Lebaran akan me­ningkat hot spot karena penga­wasan berkurang,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hu­mas Badan Nasional Penang­gulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho kepada Koran Jakarta, Selasa (12/6).

Imbauan tersebut disampai­kan Sutopo karena kebakaran telah terjadi di wilayah Aceh Selatan dan beberapa kabupat­en/kota di Provinsi Riau. Untuk karhutla di Aceh Selatan, yang memasuki hari kelima, telah dilakukan upaya pemadaman.

Pemadaman, tambah Su­topo, dengan melibatkan tim terpadu BPBD, TNI, Polri, dan otoritas penanggung jawab ke­hutanan dengan melakukan penyemprotan lahan yang ter­bakar seluas 55,12 hektare di Desa Ujung Padang, Kecama­tan Bakongan.

“Sudah 85 persen berha­sil dipadamkan. Sisanya api masih terjadi, namun sudah dibuat kanal bloking untuk menghambat sebaran api ke areal lainnya,” kata Sutopo.

Pada hari kelima ada kun­jungan Pangdam Iskadar Muda ke lokasi kebakaran untuk me­mantau kegiatan pengendalian penanganan secara efektif dan dalam kondisi aman. “Untuk kendalanya, akses jalan menuju titik api tidak dapat dilalui de­ngan kendaraan bermotor, se­hingga dilakukan pemadaman secara manual,” ujar Sutopo.

Lewat Udara

Lokasi kebakaran yang tidak bisa diakses lewat darat diha­rapkan bisa dilakukan melalui udara. Untuk saat ini, kebutuh­an mendesak yang diperlu­kan adalah peralatan karhutla portable fire pump untuk dapat dibawa ke lokasi kebakaran se­cara mudah.

Sedangkan berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Ka­bupaten Aceh Barat, Selasa (12/6), pukul 09.12 WIB, terjadi karhutla gambut di dua keca­matan yaitu Johan Pahlawan dan Sama Tiga. Untuk luas lahan yang terbakar, di Keca­matan Johan Pahlawan sekitar dua hektare dan di Kecama­tan Sama Tiga, sekitar delapan hektare. Lahan yang terbakar adalah kebun sawit, kebun kar­et, dan hutan masyarakat.

Satu titik hot spot terpantau pada pukul 16.00 WIB untuk wi­layah Meulaboh di Kecamatan Johan Pahlawan melalui Satelit Terra dan Aqua. Untuk korban jiwa, tidak ada atau nihil. Un­tuk upaya penanggulangan, dua tim gabungan BPBD Aceh Barat/Damkar, Kodim 0105/Aceh Barat, Polres Aceh Ba­rat, Koramil Sama Tiga, Polsek Sama Tiga, Polsek Johan Pahla­wan, Koramil Johan Pahlawan beserta personel dan dibantu oleh masyarakat sampai pada pukul 18.00 WIB masih di lapan­gan memadamkan karhutla di dua kecamatan tersebut.

Sementara itu, Kepala Bi­dang Kedaruratan Badan Pen­anggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Jim Gafur, men­gatakan BPBD Riau mengerah­kan tiga helikopter pengebom air guna memadamkan karhut­la yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di pesisir Riau. Ketiga helikopter jenis Kamov, Sikorsky, dan Bell 412 diter­bangkan ke lokasi titik-titik api di Kabupaten Siak, Kota Dumai, dan Pulau Rupat di Bengkalis.

“Informasi terakhir kebakaran berhasil dikendalikan. Na­mun, karena cuaca cukup panas sehingga kami harus benar-be­nar memastikan titik api padam,” kata Jim.

eko/Ant/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment