Koran Jakarta | June 18 2018
No Comments
Bencana Alam | Tanda-tanda Longsor Sudah Terlihat Sejak Dua Pekan Lalu

Tim Tanggap Darurat Diterjunkan ke Brebes

Tim Tanggap Darurat Diterjunkan ke Brebes

Foto : ANTARA/OKY LUKMANSYAH
A   A   A   Pengaturan Font
Berdasarkan hasil telah sementara dari Tim Tanggap Darurat, wilayah yang terkena longsor di Kecamatan Salem itu memang masuk kawasan rawan longsor.

 

BREBES - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerjunkan tim tanggap darurat ke lokasi longsor di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Brebes, Jawa Tengah.

Tim tersebut diturunkan untuk memeriksa kondisi tanah di lokasi longsor itu. “Tim Badan Geologi sudah di lapangan untuk mencari lagi indikasi-indikasi longsoran,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Rudy Suhendar, di Gedung Magister Manajemen (MM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat (23/2).

Tim tanggap darurat dari Badan Geologi tersebut diterjunkan Jumat pagi. Berdasarkan hasil telaah sementara dari tim tersebut, wilayah yang terkena longsor di Kecamatan Salem itu memang masuk kawasan rawan longsor. “Hasil (sementara) kita adalah itu zona merah, (berpotensi longsor) sedang atau tinggi,” paparnya.

Karena masuk zona merah, lanjut Rudy, bila turun hujan lebat dipastikan di daerah tersebut akan terjadi longsor kembali. Oleh sebab itu, pihaknya menerjunkan tim tanggap darurat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Untuk menghindari longsor susulan makanya diturunkan tim tanggap darurat dari Badan Geologi untuk melihat, memeriksa lagi indikasi-indikasinya,” ungkapnya.

Tanda-tanda

Di tempat terpisah, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan sudah ada tanda-tanda longsor di Brebes sejak dua pekan sebelumnya. Musibah itu akhirnya benarbenar terjadi di Desa Pasir Panjang, Kamis (22/2), pukul 08.45 WIB. “Dua minggu sebelum kejadian terjadi hujan deras,” kata Sutopo, di Jakarta.

Tak cuma itu, tanda-tanda lainnya adalah adanya rembesan- rembesan mata air dari lereng perbukitan di Gununglio yang notabene adalah asal muasal longsor terjadi. “Sudah ada tanda-tanda longsor sebenarnya, yaitu sudah ada mata air rembesan-rembesan yang mampet di lereng yang ada di sana,” kata dia.

Longsor di hutan produksi milik Perhutani BKPH Salem petak 26 RPH Babakan ini memakan korban meninggal dunia tujuh orang, 13 orang hilang, dan belasan lainnya luka-luka. Luas lokasi longsor mencapai 16,8 hektare, dengan panjang longsoran dari mahkota longsor sampai titik terakhir sekitar satu kilometer.

“Lebar longsor di atas yang mahkota longsor 120 meter, sementara lebar bagian bawah 240 meter dengan ketebalan 5–20 meter perkiraan 1,5 juta meter kubik,” kata dia.

Saat ini, 550 personel Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian, pertolongan dan evakuasi korban longsor. Sesuai prosedur, pencarian akan dilakukan selama tujuh hari dan ditambah tujuh hari lagi jika belum ditemukan. YK/Ant/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment