Koran Jakarta | June 18 2019
No Comments
Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi, Budi Prasetyo Widyobroto, tentang Penerimaan Mahasiswa Baru

Tidak Ada Ketentuan Nilai TOEFL untuk Ikut Seleksi Bersama Masuk PTN

Tidak Ada Ketentuan Nilai TOEFL untuk Ikut Seleksi Bersama Masuk PTN

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) kerap membingungkan sekolah maupun siswa yang menjadi peserta. Hal tersebut disebabkan seringnya terjadi perubahan, baik dari segi persyaratan dan mekanismenya tiap tahun.

 

Lembaga Tes Masuk Per­guruan Tinggi (LTMPT) telah mengantisipasi hal tersebut dengan cara mengunggah seluruh persyaratan dan tata cara pelaksanaan di laman resmi LTMPT snmptn.ltmpt.ac.id dan sbmptn.ltmpt.ac.id.

Untuk mengupas hal itu, Koran Jakarta mewawan­carai Ketua LTMPT, Budi Prasetyo Widyobroto, di Jakarta. Berikut petikan wawancaranya.

Sejumlah siswa yang diterima SNMPTN tidak mengambil, lalu tanggapan Anda?

Kalau siswa mendaftar SNMPTN dan sudah diterima maka siswa tersebut sudah mendapatkan kursi dan tidak bisa dibatalkan. Siswa juga tidak boleh mendaftar di SBMPTN. Secara sistem akan ditolak.

Andai kasus tersebut terjadi, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang ditinggalkan bisa memberi­kan peringatan atau sanksi. Untuk siswa hanya akan diberi peringatan oleh PTN. Sedangkan sekolah akan mendapat sanksi tergantung dari ma­sing-masing PTN yang ditinggalkan. Intinya, pasti akan ada peringatan.

Jalan keluar mengisi kursi yang tak diambil calon mahasiswa tadi?

Tahun kemarin sekolah yang siswanya banyak meninggalkan atau batal masuk mendapatkan surat dari PTN, misal ITB, UI, dan UGM melakukan itu.

Kuota kosong yang ditinggalkan di SNMPTN dipindahkan ke jalur SBMPTN atau Mandiri sesuai keten­tuan yang berlaku pada Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pergu­ruan Tinggi (Permenristekdikti) No 60 Tahun 2018 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada PTN.

Ada perbedaan untuk pendaftaran di hari pertama dengan hari terakhir penerimaan di PTN?

Pada prinsipnya, apabila siswa mendaftar dan berhasil tidak ada bedanya antara mendaftar awal dan mendaftar di akhir. Hanya kalau mendaftar di akhir waktu pendaftaran akan ada risiko mendaftar tidak tuntas karena jaringan penuh. Jadi akan gagal melakukan pendaftaran SNMPTN.

Untuk SBMPTN Tahun ini ada Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) maksimal 2 kali dan mem­bayar juga 2 kali, bagaimana?

Prinsipnya hal itu untuk mengakomodir minat siswa, termasuk siswa yang tidak diterima di SNMPTN masih ada waktu mendaftar UTBK.

Karena tes UTBK dua kali, pemerolehan nilainya bagaimana?

Pada prinsipnya kalau peserta tes melakukan UTBK 2 kali di saintek atau soshum maka peserta pada waktu mendaftar diminta nilai mana yang akan dipakai. Jadi, siswa bisa menggunakan nilai yang lebih baik.

Untuk apa biaya 200.000 rupiah saat daftar UTBK?

Uang tersebut diperlukan untuk pembuatan bank soal, perlu pengembangan software sistem UTBK, sistem pendaftaran UTBK, pelaksanaan UTBK (sewa komputer, sewa server, sewa genset), tim pelak­sana TIK (server, jaringan), admin TIK, pengawas, pengolahan data, seleksi, dan lain-lain.

Soal isu ada Test Of English as a Foreign Language (TOEFL) sebagai syarat dalam SBMPTN?

Maaf, masyarakat harus pandai dan memperoleh informasi dari sum­ber yang dapat dipercaya (web LTMPT (SNMPTN dan SBMPTN), jadi tidak benar peserta yang tidak memiliki nilai TOEFL membayar lebih tinggi. Tidak ada ketentuan nilai TOEFL atau lainnya. aden marup/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment