Koran Jakarta | May 28 2018
No Comments

Terang Ajaran Yesus bagi Kebaikan Manusia

Terang Ajaran Yesus bagi Kebaikan Manusia
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Berbagi Terang Kristus
Penulis : Heri I Budiyanto
Penerbit : Grasindo
Cetakan : 2017
Tebal : iv + 122 halaman
ISBN : 978–602- 375-865-4

Dalam konteks keberagamaan, keyakinan kepada Tuhan paling fundamental. Buku ini menjelaskan proses keyakinan umat Kristiani terhadap Yesus sebagai penjelmaan Firman Tuhan, cahaya, jalan, dan hidup itu sendiri. Yesus diutus Bapa bukan tanpa sebab, tapi dengan satu tujuan esensial, yakni menyelamatkan umat manusia lewat puncak proses penderitaan di tiang salib (Roma 6:18).

Tuhan menciptakan Adam dan memberinya kuasa di muka bumi. Sayang, dia tergelincir dalam dosa sehingga iblis mengambil alih kuasa. Anak-anak Adam pun harus memikul dosa. Baju rohani dari dada mereka dicabut. Dosa adalah maut. Secara fisik mereka hidup. Sejatinya secara spiritual mereka mati. Kematian ini adalah penderitaan pedih yang kelak akan membawa mereka ke dalam neraka.

Yesus datang. Dia mengajak mereka kembali kepada Bapa dengan percaya kepada diri-Nya sebagai penjelmaan Firman Tuhan, memahami pesan dan melaksanakannya dalam kehidupan. Demi menebus dosa umat manusia yang sangat banyak, atas nama cinta, Dia menebusnya dengan penderitaan hingga wafat.

Kematian-Nya sebagai jalan menuju kebangkitan-Nya untuk merajai surga dan dunia sekaligus. Bapa memberikan kuasanya atas-Nya untuk memimpin dunia. Kali ini Dia mewartakan siapa pun yang percaya kepada-Nya akan mendapatkan jalan hidup yang terang, kasih, dan jaminan keselamatan. Mereka yang tidak percaya akan berada dalam siksa abadi. Tuhan memberikan free will kepada manusia untuk memilih (hlm 5).

Buku ini juga menjelaskan bahwa manusia tidak bisa menebus dosanya dengan perbuatan baik, harta, prestasi, kedudukan, kekayaan ataupun mengorbankan segala miliknya. Manusia harus terlebih dulu mendapat jalan terang. Bagaimana mungkin orang berada dalam kegelapan bisa melakukan hal benar, sedangkan jalan benar saja belum ditemukan. Tidak ada yang bisa memberikan jalan terang, kecuali Yesus. Yesus akan memberikan jalan terang tersebut kepada orang yang Dia kasihi, yaitu orang yang mengenal, meyakini, dan melaksanakan ajaran-Nya.

Yesus memang mengasihi semua manusia. Masalahnya, bagaimana kasih itu sampai jika mereka tidak percaya kepada-Nya. Keyakinan ini adalah hal mendasar. Sama halnya orang tidak percaya kepada dokter bahwa dia bisa menyembuhkan, maka segala resep dan obat medis yang dia berikan pasti ditolak. Bagaimana bisa sembuh jika resep dan obat belum diminum. Dalam konteks kasih Yesus, bagaimana orang bisa mendapatkan jalan terang jika sejak awal sudah tidak yakin terhadap diri-Nya.

Orang yang percaya kepada Yesus tidak hanya mendapat jalan terang, namun juga didaulat sebagai anak-anak Tuhan yang diberi amanat untuk menyebarkan jalan terang tersebut kepada sesama. Lewat mereka, Tuhan menitipkan kasih dan cahaya agar bisa berbagi jalan keselamatan. Dengan struktur logika teologis ini, umat Kristiani berbuat baik kepada seluruh manusia dengan mengorbankan segala milik seperti yang Yesus contohkan (hlm 102).

Buku ini mencitrakan kebaikan umat Kristiani dalam skema teologis bahwa kebaikan kepada sesama manusia bukanlah karena personal interest atau material oriented melainkan semata tumbuh dari dekapan keyakinan akan kebenaran ajaran Yesus.

Visi tentang kebaikan ini layak senantiasa digelorakan dan diapresiasi mengingat banyaknya kebaikan berbau politis yang membuat orang linglung membedakan kebaikan sejati dan palsu. Bahkan terbangun opini bahwa tidak ada kebaikan yang cuma-cuma, kendatipun itu bersifat religius. Semua pasti ada maunya. Selalu ada kepentingan mondial di balik itu.


Diresensi Mamang Hariyanto, Alumnus Universitas Madura

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment