Koran Jakarta | April 19 2019
No Comments
Perdagangan Global

Tensi Perang Dagang Kembali Memanas

Tensi Perang Dagang Kembali Memanas

Foto : AFP
PROTEKSI DAGANG - Seorang pekerja pabrik di Lianyungang, Tiongkok, menata kabel baja baru-baru ini setelah pemerintah negara itu mengumumkan kebijakan menaikan tarif impor produk Amerika Serikat (AS). Kebijakan itu sebagai balasan atas kebijakan Presiden Donald Trump mengenakan tarif produk Tiongkok hingga 50 miliar dollar AS.
A   A   A   Pengaturan Font

BEIJING - Tensi perang dagang Amerika Serikat (AS)- Tiongkok kembali memanas. Kementerian Perdagangan Tiongkok memastikan akan menyiapkan tarif balasan merespons kebijakan perang dagang Presiden AS Donald Trump. Tiongkok saat ini mengklaim tengah menyusun kenaikan tarif.

Negeri Tirai Bambu itu mengungkapkan akan memasang tarif tinggi terhadap sekitar 1.000 produk-produk asal AS, terutama produkproduk kedirgantaraan, robotik, manufaktur, dan industri otomotif. “Tiongkok tak menginginkan perang dagang. Namun, kami akan segera meluncurkan langkah balasan, menyesuaikan tarif seperti yang telah diluncurkan oleh AS,” tulis keterangan resmi Menteri Perdagangan Tiongkok, seperti dilansir CNN.com, Sabtu (16/6).

Selain itu, diungkapkan pula bahwa Tiongkok dengan penuh semangat akan mempertahankan kepentingan nasional, globalisasi, dan sistem perdagangan dunia yang adil. “Semua perjanjian ekonomi dan perdagangan yang dicapai pada negosiasi sebelumnya akan dibatalkan pada saat yang bersamaan,” tegas Menteri Perdagangan Tiongkok.

Itu berarti, termasuk kesepakatan sementara untuk meningkatkan pembelian Tiongkok terhadap barang-barang agrikultur dan energi dari AS. Kementerian Keuangan Tiongkok menyampaikan negaranya akan melakukan pembalasan perang dagang oleh AS dalam dua gelombang, yakni pada 6 Juli 2018, Tiongkok akan menerapkan tarif bea masuk 545 produk AS senilai 34 miliar dollar AS (setara 472 triliun rupiah), antara lain, produk-produk agrikultur, mobil, dan makanan laut.

Sedangkan, 114 produk lainnya termasuk bahan kimia dan peralatan kesehatan, serta sektor energi akan dimulai setelahnya. Tiongkok mengeluarkan daftar baru tindakan balasan kepada AS, jumlahnya meningkat lebih dari enam kali lipat dari versi sebelumnya yang dirilis pada April 2018, tetapi nilainya tetap 50 miliar dollar AS, karena beberapa barang bernilai tinggi seperti pesawat komersial telah dihapus.

 

Kekayaan Intelektual

 

Sebelumnya, Presiden Trump, Jumat (15/6), menyatakan akan mengenakan tarif 25 persen pada barangbarang Tiongkok atau senilai 50 miliar dollar AS. Negara Paman Sam menargetkan 800 produk ekspor Tiongkok bernilai 34 miliar dollar AS dipatok tarif tinggi mulai 6 Juli 2018, dan 280 produk lainnya akan menyusul.

Trump setuju untuk menaikkan tarif bea masuk setelah melakukan pertemuan dengan pejabat ekonomi termasuk Menteri Keuangan Steven Mnuchin, Menteri Perdagangan Wilbur Ross, dan Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer. Dia pertama kali mengumumkan perang dagang dengan Tiongkok pada Maret lalu.

Ia juga merasa kekayaan intelektual AS dicuri Tiongkok. “Kami memiliki masalah pencurian kekayaan intelektual yang luar biasa. Ini (keputusan perang dagang) akan membuat kami menjadi negara yang jauh lebih kuat, lebih kaya,” ujar Trump.

US Bureau of Economic Analysis (2017) melaporkan, nilai ekspor AS ke Tiongkok sebesar 187 miliar dollar AS. Nilai tersebut jauh lebih kecil dibandingkan nilai impor barang Tiongkok ke AS, yakni sebesar 524 miliar dollar AS. 

 

ils/AFP/WP

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment