Teknologi Timbangan Pendeteksi Kesehatan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 12 2019
No Comments
SAINSTEK

Teknologi Timbangan Pendeteksi Kesehatan

Teknologi Timbangan Pendeteksi Kesehatan

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Teknologi timbangan rumah ini tidak hanya mampu untuk mengukur berat badan seseorang. Teknologi yang dikembangkan pada timbangan ini memungkinkan untuk mendeteksi sejumlah kondisi-kondisi berbahaya bagi kesehatan pemakainya.

Menimbang diri sendiri di kamar mandi telah menjadi salah satu ritual umum di pagi hari bagi sebagian seorang. Terutama mereka yang begitu perduli dengan berat badan. Namun, pada dasarnya, berat badan Anda bukanlah satu-satunya pesan yang dapat disampaikan oleh timbangan kamar mandi Anda. Sebuah tim peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU) Institute of Biomedical Engineering, saat ini sedang mengembangkan sebuah timbangan multifungsi.

Timbangan ini tidak hanya dapat memberitahukan berat badan Anda. Tetapi juga bisa memantau kesehatan Anda sekaligus menginformasikan sejumlah kondisi berbahaya seperti arteriosklerosis atau aritmia jantung. “Rumah sakit dilengkapi dengan teknologi canggih untuk mendiagnosis penyakit dan kondisi kritis seseorang, namun perangkatperangkat tersebut terlalu mahal untuk digunakan sebagai perangkat pemantauan kesehatan rumahan sehari-hari.

Di sisi lain, orang tidak memiliki banyak alat untuk pemantauan kesehatan pribadi di rumah. Perangkat ini bisa sangat praktis,” kata Vaidotas Marozas, Direktur KTU Institute of Biomedical Engineering. Marozas yakin bahwa meskipun orang tua saat ini relatif berhati-hati terhadap teknologi dan lebih memilih untuk diobati dengan pengobatan, generasi masa depan akan lebih mengandalkan teknologi pemantauan kesehatan pribadi yang lebih banyak lagi.

Perangkat teknologi yang diharapkan merupakan perangkat yang ringkas seperti timbangan kamar mandi atau sesuatu yang dapat menjadi aksesori umum setiap rumah tangga. Semua diharapkan bisa menjadi alat yang berguna untuk pemantauan kesehatan. Tim peneliti KTU telah mengembangkan sebuah prototipe komposisi tubuh multifungsi dan sekarang memperbaiki model tersebut dengan menambahkan fungsi dan parameter baru. Pemantauan Arteri Komposisi bodi timbangan yang dilengkapi dengan gagang dan teknologi yang sesuai untuk bisa mengukur denyut nadi seseorang melalui sensor pada elektroda gagang dan alas kaki.

Peneliti KTU telah mengembangkan sebuah metode yang dapat membantu mengidentifikasi masalah dalam kondisi arteri seseorang dengan waktu kedatangan pulsa dari jantung ke kaki. “Kami mengukur kecepatan gelombang denyut darah : kecepatan lebih cepat, arteri yang kaku, yang, pada gilirannya sudah bisa memperingatkan tentang perkembangan arteriosklerosis, dan yang terakhir dapat menjadi penyebab meningkatnya tekanan darah dan kondisi lainnya,” kata Birut Paliakaite, mahasiswa pascasarjana di bidang teknik biomekanika KTU yang terlibat dalam penelitian tersebut. Ia terlibat sejak awal dengan proyek penelitian ini.

 

 

“Ketika seseorang mengalami tahap akhir dari sindrom insufisiensi ginjal, dia harus menjalani dialisis beberapa kali dalam seminggu. Karena ginjal tidak dapat mengatur keseimbangan mikroelemen dalam organisme, risiko kondisi yang berpotensi mengancam kehidupan, seperti peningkatan konsentrasi potassium dalam darah, yaitu munculnya hiperkalemia, “kata Paliakaite. Oleh karena itu, peneliti KTU, berkolaborasi dengan profesional medis. Tujuannya adalah untuk mengintegrasikan fungsi pengenalan perkembangan hiperkalemia ke dalam timbangan.

Bila menunjukkan kondisi yang berpotensi mengancam jiwa, timbangan ini akan memberi tahu dokter tersebut, atau siapapun yang mungkin untuk memutuskan memindahkan rencana dialisis lebih awal. “Kami terus meningkatkan jumlah parameter yang dapat diukur dengan menggunakan timbangan kami. Misalnya, di samping kekakuan arteri, timbangan juga dapat mendeteksi aritmia jantung. Saya yakin, di masa depan, timbangan komposisi tubuh multifungsi akan lebih banyak mengukur lebih dari 20 parameter dari berbagai masalah kesehatan, “kata Marozas.

Dia juga yakin bahwa perangkat pemantauan kesehatan rumah tangga tersebut akan terjangkau oleh semua orang. “Teknologi kami sangat sederhana. Bahkan dibandingkan dengan teknologi ponsel cerdas, yang membutuhkan bahan dan elemen mahal. Kami sedang menciptakan algoritma pemrosesan data, dan sumber utama kami adalah intelek kami,” kata Marozas. 

 

nik/berbagai sumber/E-6

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment