Teknologi Hidung Elektronik Portabel | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 30 2020
No Comments
SAINSTEK

Teknologi Hidung Elektronik Portabel

Teknologi Hidung Elektronik Portabel

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Teknologi hidung elektronik portabel ini diharapkan menjadi metode murah, nyaman, dan memiliki akurasi tinggi dalam mendeteksi kanker kerongkongan.

Teknologi “Hidung Elektronik” Portabel dikembangkan hingga mampu mengambil kondisi prekursor untuk kanker pipa makanan (esophagus) yang dikenal sebagai Barrett’s esophagus, secara akurat. Temuan ini sekaligus menjadi salah satu bukti prinsip untuk pengembangan lebih lanjut. Penelitian ini diterbitkan secara online dalam jurnal Gut oleh para peneliti.

Menurut para peneliti, teknik ini diharapkan dapat menjadi sebuah metode yang murah dan non-invasif yang dapat dikembangkan menjadi sebuah tes yang menjanjikan dalam mendiagnosis kanker kerongkongan melalui metode perawatan primer.

Jumlah kasus baru kanker kerongkongan selama ini telah mengalami peningkatan hingga enam kali lipat selama beberapa dekade terakhir, di mana sebagian besar kasus kanker justru didiagnosis ketika penyakit telah mencapai stadiun lanjut hingga penderita sulit untuk diobati.

Barrett’s esophagus sendiri merupakan suatu kondisi di mana sel-sel sehat yang melapisi pipa makanan digantikan oleh sel-sel abnormal, yang kemudian diketahui menjadi prekursor untuk penyakit ini. Prekusor ini dapat didiagnosis menggunakan tabung fleksibel panjang dengan kamera di ujungnya (endoskop).

Tetapi, prosedur ini mahal dan tidak menyenangkan bagi pasien karena kurang nyaman. Oleh karena itu, para ilmuwan telah mengeksplorasi opsi lain yang jauh lebih murah, tapi tidak terlalu invasif, termasuk menganalisisis senyawa organik yang mudah menguap atau VOC.

VOC adalah senyawa gas yang dihasilkan oleh proses metabolisme dalam tubuh, termasuk peradangan dan aktivitas seluler abnormal yang dapat dideteksi dalam napas seseorang.

 

Efektif dan Akurat

 

Para peneliti ingin melihat seberapa efektif dan akuratnya teknologi “hidung elektronik” portabel ini untuk mendiagnosis Barrett esophagus ini. Sekitar 402 orang dewasa yang dijadwalkan untuk endoskopi menghirup hidung elektronik yang sangat sensitif, yang dirancang untuk mendeteksi perbedaan halus dalam pola VOC, selama 5 menit.

Dari kelompok ini, 129 pasien memiliki Barrett esophagus, 141 menderita penyakit refluks asam, termasuk 50 yang menderita masalah kerongkongan sebagai akibatnya dan 132 memiliki esofagus normal atau hiatus hernia yang menyebabkan gejala mereka.

Analisis profil VOC yang terdeteksi oleh “hidung elektronik” menunjukkan bahwa ini berbeda secara signifikan di antara pasien dengan Barrett’s esophagus, acid reflux, dan mereka dengan esophagus atau hernia normal. Sensitivitas perangkat adalah 91 persen, dengan kata lain kemampuannya untuk mengambil Barrett– esophagus dan kekhususannya adalah 74 persen atau kemampuannya untuk mendeteksi mereka yang tidak memiliki kondisi ini sangat baik.

Ketika analisis lebih lanjut dibatasi pada pasien yang telah menggunakan obat (inhibitor pompa proton) untuk mengekang produksi asam lambung, setidaknya selama satu bulan atau mereka dengan hiatus hernia, yang keduanya cenderung mengeruhkan diagnostik, akurasinya masih baik.

“Temuan penelitian kami memberikan bukti bahwa pasien dengan (Barrett’s esophagus) memiliki cetakan napas VOC yang berbeda dari mereka yang tidak,” catat para peneliti. Para ilmuan menjelaskan meskipun masih belum jelas bagaimana tepatnya VOC napas mengindikasikan perubahan sel kanker, sensitivitas dan spesifisitas pengujian napas VOC untuk kerongkongan Barrett sebanding dengan kanker payudara dan skrining kanker usus. Teknik analitik kimia untuk analisis VOC juga telah digunakan dan sangat efektif, tetapi juga mahal.

Terlebih lagi, mereka memakan waktu dan membutuhkan pegawai yang sangat terampil untuk mengoperasikannya serta menganalisis hasilnya. Penelitian lebih lanjut akan diperlukan untuk memvalidasi temuan ini dalam studi yang jauh lebih besar.

Tetapi para ilmuan menyimpulkan, “Mengingat tolerabilitas tinggi, penerimaan tinggi dan biaya rendah, pengujian napas mungkin merupakan pendekatan yang menjanjikan untuk digunakan untuk skrining non-invasif untuk (Barrett’s esophagus) dalam pengaturan perawatan primer,” kata peneliti. 

 

nik/dariberbagaisumber/S-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment