Koran Jakarta | July 19 2018
No Comments
Kontrak Migas

Target Produksi Tidak Boleh Terganggu

Target Produksi Tidak Boleh Terganggu

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta – Upaya pemerintah mempercepat alih kelola wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas) harus direspons positif oleh para kontraktor. Mereka diinstruksikan untuk menjaga agar produksi dan lifting (produksi) migas tidak turun atau terganggu agar target pemerintah tercapai.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Energi dan Sumber Daya Minerak (ESDM), Ego Syahrial mengungkapkan pemerintah mempercepat proses penandatanganan kontrak WK dengan tujuan agar produksi dan lifting migas bisa dipertahankan atau ditingkatkan jika memungkinkan.

“Dengan mempercepat proses penandatanganan WK yang akan berakhir, kontraktor akan bisa mempercepat alih kelola seawal mungkin, sehingga produksi bisa dipertahankan, idealnya harus kita tingkatkan,” ungkap Ego dalam acara penandatangan kontrak WK Migas di Jakarta, Rabu (11/7).

Ego menambahkan prinsip perpanjangan kontrak WK Migas ini adalah mempertahankan atau meningkatkan produksi. Berbekal prinsip tersebut, dalam menentukan perpanjangan kontrak WK Migas, tim dari Kementerian ESDM memperhitungkan berbagai aspek, termasuk komitmen kerja pasti lima tahun dari kontraktor. Adapun tujuan akhir dari komitmen pasti 5 tahun tersebut, pemerintah berharap ditemukannya cadangan-cadangan migas baru.

“Selain kita menilai kemauan kerja, kita juga menilai komitmen kerja pasti 5 tahun. Tujuannya tidak lain tidak bukan adalah untuk meningkatkan kegiatan eksplorasi yang bertujuan menemukan cadangan,” ungkapnya.

Selain meningkatkan eksplorasi, lanjut Ego, melalui perpanjangan kontrak WK menggunakan kontrak bagi hasil gross split, negara akan mendapatkan penerimaan yang lebih baik lagi. Tidak hanya untuk negara, kontraktor pun diharapkan akan mendapatkan keuntungan yang lebih baik.

 

Kurangi Hambatan

Ego berpesan kepada seluruh kontraktor untuk bahu-membahu bersama pemerintah menngatasi segala hambatan dan harus berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi migas Indonesia. “Komitmen yang sudah ditandatangani hari ini dan tertuang dalam kontrak kerja sama agar betul-betul dilakukan secepat mungkin, agar produksi bisa dipertahankan dan ditingkatkan agar target lifting migas bisa tercapai,” kata Ego.

Seperti diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru saja menyelesaikan penandatanganan empat WK kontrak bagi hasil gross split yang berakhir kontrak kerja samanya pada 2019 dan 2020. Keempat kontrak WK itu meliputi Bula, Salawati, Kepala Burung, dan Malacca Strait.

Keempat kontrak hagi Hasil ini merupakan Kontrak Perpanjangan dan Pengelolaan bersama antara Kontraktor Eksisting bersama Pertamina dengan jangka waktu selama 20 tahun, dengan total bonus tanda tangan (signature bonus) sebesar 5,5 juta dollar AS atau setara dengan 737 milliar rupiah. 

 

ers/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment