Koran Jakarta | October 23 2018
No Comments
Prospek Usaha

Target Kontrak Baru Hutama Karya Rp21,36 Triliun

Target Kontrak Baru Hutama Karya Rp21,36 Triliun

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) atau HK menargetkan raihan kontrak baru hingga akhir tahun ini sebesar 21,36 triliun rupiah. Sebab, per Juni 2018, total book order telah mencapai angka 33,67 triliun rupiah. Direktur Keuangan Hutama Karya, Anis Anjayani, mengatakan perolehan kontrak baru per Juni 2018 sebesar 13,39 triliun rupiah sedangakan proyek yang sudah dimenangkan sampai dengan Juni 2018 mencapai 15,94 triliun rupiah.

“Perolehan kontrak baru berasal dari jalan dan jembatan 6,70 triliun rupiah, gedung 0,77 triliun rupiah, prasarana perhubungan 0,59 triliun rupiah, EPC 5,31 triliun rupiah, properti dan lainnya 0,02 triliun rupiah,” ungkap dia di Jakarta, Rabu (11/7). Untuk menyelesaikan proyek-proyek tersebut, pendanaannya dilakukan secara kombinasi antara kas internal dan pinjaman perbankan.

Anis menjelaskan bahwa Perseroan mempunyai ekuitas sebesar 8,6 triliun rupiah yang di-leverage untuk mendapatkan pendanaan dari perbankan sehingga dapat produktifatau mengenerate pendapatan lebih besar. Sementara untuk pinjaman perbankan, HK memiliki plafon pendanaan berupa cash loan dan obligasi sebesar 2,7 triliun rupiah.

Saat ini, Perseroan dalam proses untuk meningkatkan kapasitas cash loan sebesar 600 miliar rupiah menjadi 3,3 triliun rupiah. Kemudian, non cash loan sebesar 6,1 triliun rupiah dan saat ini dalam proses untuk meningkatkan lagi sebesar 1,3 triliun rupiah sehingga kapasitas non cash loan menjadi 7,4 triliun rupiah.

“Plafon ini cukup untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan proyek yang sudah didapat maupun proyek yang akan didapat pada tahun 2018,” jelas Anis. Guna mencapai target kontrak baru di tahun ini, Perseroan memasang dua strategi untuk memperoleh tender, yakni ofensif dan defensif.

Ofensif, di antaranya memburu informasi proyek dari media massa, pengumuman pada website milik owner, hingga event-event resmi yang diselenggarakan oleh owner/calon owner. Selanjutnya, perintisan proyek secara dini dan sinergi BUMN, memperkuat net working unit bisnis yang dibuktikan dengan QDC (quallity, delivery and cost) sesuai dengan harapan owner.

Sedangkan defensive, di antaranya membina hubungan baik dengan klien dan vendor. Lalu, bekerja sesuai kontrak (tepat waktu, mutu dan disiplin anggaran). Memberikan pelayanan terbaik demi kepuasan pelanggan, terutama atas waktu dan mutu pekerjaan. “Kebijakan perusahaan hanya mengikuti dan memenangkan tender proyek-proyek dengan nilai di atas 100 miliar rupiah,” ujar dia.

Terkait pembangunan ruas Jalan Tol Trans Sumatera, Anis menjelaskan progres pembangunan ruas Bakauheni-Terbanggi Besar telah mencapai 82,88 persen, ruas Medan-Binjai 91,92 persen, ruas Palembang-Sp Indralaya 91,57 persen, ruas Pekanbaru-Dumai 7,02 persen, dan ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang 64,98 persen. 

 

yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment