Koran Jakarta | August 17 2018
No Comments
suara daerah

Tangani Geng Motor di Bandung secara Komprehensif

Tangani Geng Motor di Bandung secara Komprehensif

Foto : KORAN JAKARTA / teguh rahardjo
A   A   A   Pengaturan Font

 

 Aksi kelompok geng bermotor sempat membuat resah warga Kota Bandung belum lama ini. Di suasana Ramadan yang tenang, aksi mereka sungguh meresahkan. Dalam aksinya, dengan menggunakan motor berboncengan, salah satu ang­gota geng motor membawa parang dan mengacungkan kepada para pengendara yang berpapasan dengan mereka.

Aksi yang terjadi sore hari dan disaksikan banyak warga itu membuat Pelaksana Tugas Wali Kota Bandung, M Solihin, bereaksi keras. Masyarakat hendaknya tidak takut dan saling menjaga. Tidak lama setelah video pria dalam rombongan motor mengayun-ayunkan pedang viral di medsos, Sabtu (26/5) muncul video klarifikasi.

Dalam video itu, seorang pemuda berbahasa Sunda meminta maaf. Dalam video berdurasi 63 detik itu, tampak pemuda tersebut duduk di dalam sebuah rumah dengan wajah memelas. Dia menge­nakan kaos bertuliskan XTC dan topi seperti yang dikena­kannya saat mengacungkan golok pada Sabtu 26 Mei 2018.

Dalam pernyataannya, pria itu meminta maaf kepada warga Bandung, keluarganya, serta pihak XTC, organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Bandung yang dulunya merupakan geng motor. Dia mengaku melakukan aksi mengayun-ayunkan golok di jalanan itu bukan bermaksud untuk menjelek-jelekkan XTC.

Bukan saja kepada geng motor, namun kepada ormas yang kembali muncul me­minta tunjangan hari raya (THR) di saat menjelang Lebaran juga membuat ma­salah tersendiri. Diimbau masyarakat, khususnya para pengusaha yang merasa mendapatkan ancaman atau intimidasi dari pihak tertentu, dengan dalih minta THR, hen­daknya melaporkan kasusnya ke polisi.

Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dilaku­kan jajaran Pemerintah Kota Bandung dalam mengatasi geng motor dan ormas yang meminta THR ke perusahaan, wartawan Koran Jakarta, Teguh Raharjo, berkesempat­an mewawancarai Pelaksana Tugas Wali Kota Bandung, M Solihin, di Bandung, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Di saat tenang, tiba-tiba ada geng motor muncul de­ngan meneror warga meng­gunakan parang dan ugal-ugalan di jalanan. Bagaimana Anda menyikapinya?

Geng motor seperti ini sering kali meresahkan warga Kota Bandung. Bahkan di saat bulan suci, mereka berbuat begitu. Untuk itu, saya meng­ajak seluruh warga Kota Bandung merapatkan barisan menjaga wilayahnya ma­sing-masing. Saya sudah ber­koordinasi dengan aparat kepolisian untuk mencegah aksi kejahatan tersebut.

Kejahatan yang dilakukan geng motor itu sudah lintas kabupaten dan kota. Mereka bergerak tidak hanya ada di Kota Bandung saja. Kadang-kadang anak-anak dari kabu­paten ke Kota Bandung dan sebaliknya. Ini harus ditangani bersama-sama, sinergis, dan komprehensif.

Langkah jajaran Pemerin­tah Kota Bandung mengatasi ini seperti apa?

Kami sudah menyebarkan surat edaran kepada seluruh perangkat daerah dan kewi­layahan agar meningkatkan kegiatan keagamaan di bulan Ramadan. Hal itu bertujuan untuk mempertebal keimanan serta memperkuat mental dan spiritual masyarakat. Bulan Ramadan adalah kesempatan kita semua untuk mendu­lang berbagai pahala. Jangan sampai pada bulan suci ini dikotori oleh hal-hal yang ti­dak baik seperti itu.

Sejauh mana hasil koordi­nasi dengan aparat kepolisi­an?

Tentunya sudah dilakukan dengan baik. Aparat Pol­restabes Kota Bandung telah menangani kasus ini, semoga cepat selesai. Di sisi lain, saya meminta kepada para orang tua untuk lebih membimbing anak-anak mereka. Menurut saya, pengawasan orang tua terhadap anak-anak meme­gang andil besar atas kejadian ini. Kalau anak mau pergi ditanya, jangan dibiarkan pergi tanpa pengawasan. Jangan sampai mereka ter­pengaruh oleh hal-hal yang buruk seperti itu.

Selain geng motor, men­jelang Lebaran juga menjadi kesempatan ormas tertentu untuk meminta uang kepada masyarakat terutama peng­usaha. Menurut Anda seha­rusnya masyarakat berbuat seperti apa?

Ini tentu menjadi perhatian kami. Organisasi masyara­kat yang meminta ke peng­usaha mendapat perhatian khu­sus. Saya telah berkoordinasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bandung untuk membina seluruh ormas di Kota Bandung.

Dilarang atau tidak ormas minta THR kepada peng­usaha?

Harus sesuai dengan aturan yang ada saja ya. Silakan mengaju­kan proposal, minta bantuan tertentu. Na­mun, saya tidak ingin ada unsur pemaksaan dalam proses pengajuan proposal ter­sebut. Kalau bisa, tidak meminta atau pengajuan proposal untuk THR itu ya.

Kenapa Anda menyaran­kan ormas tidak usah me­minta THR ke pengusaha?

Jika para pengusaha men­dapat tekanan, terutama yang berkaitan dengan keuang­an, akan berdampak pada kondisi ekonomi di Kota Bandung. Saya tentu sangat mengkhawatirkan hal ter­sebut. Kami berharap itu tidak terjadi di Kota Bandung. Jika itu terjadi, bisa meresahkan para pengusaha dan berdam­pak pada kenyamanan ma­syarakat dalam menjalankan bisnis mereka.

Saya mengimbau kepada masyarakat yang merasa mendapatkan ancaman atau intimidasi dari pihak tertentu untuk melaporkannya ke polisi. Apalagi jika hal tersebut dianggap sudah mengganggu kenyamanan dan keamanan. Karena kalau sudah ada pemaksaan, itu kaitannya sudah pidana.

N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment