Tak Ada Rencana Beri Remisi Napi Koruptor | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 30 2020
2 Comments
Pembebasan Bersyarat

Tak Ada Rencana Beri Remisi Napi Koruptor

Tak Ada Rencana Beri Remisi Napi Koruptor

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, mene­gaskan pemerintah sejauh ini tidak memiliki rencana untuk memberikan remisi atau pembebasan bersyarat kepada nara­pidana (napi) kasus korupsi, teroris, dan bandar narkoba.

“Agar clear ya, sampai sekarang pemerintah tidak me­rencanakan mengubah atau merevisi PP Nomor 99/2012,” katanya, Minggu (5/4).

Peraturan Pemerintah Nomor 99/2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasya­rakatan menyebutkan ada tiga kategori warga binaan yang tidak mendapatkan hak remisi, yaitu kasus korupsi, teroris­me, dan narkoba.

Mahfud mengatakan pemerintah memang mengambil kebijakan pembebasan bersyarat bagi narapidana di lem­baga pemasyarakatan untuk mencegah penyebaran virus korona jenis baru atau Covid-19. “Pekan lalu memang ada keputusan memberikan remisi dan pembebasan bersyarat kepada narapidana dalam tindak pidana umum,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly, mewacanakan merevisi PP Nomor 99/2012 seiring dengan kebijakan pembebasan tahanan di tengah wabah korona sehingga mencakup pula narapidana korupsi.

Mahfud menduga apa yang disampaikan Menkum­ham mendapat usulan atau aspirasi sebagian masyarakat. “Bahwa itu tersebar di luar, mungkin ada aspirasi masya­rakat kepada Kemenkumham. Kemudian, Kemenkumham menginformasikan bahwa ada permintaan masyarakat atau sebagian masyarakat untuk itu,” kata Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu kembali mene­gaskan pemerintah tidak memiliki rencana untuk meng­ubah atau merevisi PP Nomor 99/2012. “Jadi, tidak ada sampai hari ini itu rencana memberikan pembebasan ber­syarat kepada napi koruptor, napi terorisme, dan napi ban­dar narkoba. Tidak ada,” tegas Mahfud.

Lebih Baik di Sel

Menurut Mahfud, para narapidana korupsi tidak menem­pati sel yang berhimpitan layaknya napi kasus hukum lainnya. Sehingga, mereka dinilai sudah menerapkan jaga jarak fisik (physical distancing) untuk mencegah penularan Covid-19. ”Kalau (narapidana) tindak korupsi itu sebenaranya tidak uyug-uyugan (berhimpitan) juga sih, tempatnya mereka sudah luas, sudah bisa melakukan physical distancing,” katanya.

Mahfud menegaskan justru jauh lebih baik bila narapi­dana korupsi tetap berada di sel, daripada isolasi di rumah masing-masing.

Sementara itu, Menkumham, Yasonna H Laoly, menga­takan hanya orang yang tumpul rasa kemanusiaannya yang tidak mau membebaskan narapidana dari lembaga pe­masyarakatan (lapas) dengan kondisi kelebihan kapasitas di tengah pandemi Covid-19.

“Saya mengatakan hanya orang yang sudah tumpul rasa kemanusiaannya dan tidak menghayati sila kedua Pancasi­la yang tidak menerima pembebasan napi di lapas kelebih­an kapasitas,” kata Yasonna. n Ant/fdl/AR-2

Klik untuk print artikel

View Comments

jessi
Senin 6/4/2020 | 11:52
Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik Net sarana Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
untuk teman teman yang ingin bergabung bersama yang kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik Net paling best ya guys... <a href="https://dupa88.co/" title="Judi Online Terpercaya" rel="nofollow">Click Disini</a>

berliana
Senin 6/4/2020 | 00:56
Hobi bermain game, Takut kalahh?? Tenang qqharian mempunyai promo Welcome cashback,
anda dapat meraih kemenangan anda di kesempatan kedua sesuai modal pertama anda 100%,
tunggu apa lagi hanya di qqharian yang berani memberikan bonus promo casback, buruan bergabung sekarang juga. <a href="https://qqharian.org/" title="Situs Slot Terbaik" rel="nofollow">Click Disini</a>

Submit a Comment