Koran Jakarta | June 23 2018
No Comments
Pembangunan Daerah

Sultan Minta Kulon Progo Menjaga Harga Tanah

Sultan Minta Kulon Progo Menjaga Harga Tanah

Foto : ISTIMEWA
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X.
A   A   A   Pengaturan Font

KULON PROGO - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, meminta Pemerin­tah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menjaga stabilitas harga tanah di wilayah tersebut. Hal itu perlu dilakukan agar tidak menghambat masuknya in­vestasi ke Kulon Progo.

“Bagaimana eksekutif dan legislatif harus bersikap sama dengan adanya bandara, dan bisa menjaga harga tanah. Kami takut ini tidak mengun­tungkan. Kami berharap ada­nya bandara di Kulon Progo, tanahnya tidak dikuasai calo tanah,” kata Sultan, di Kulon Progo, Senin (12/3).

Sultan mengaku mendapat keluhan dari pengusaha yang akan membangun hotel yang jaraknya 1,2 kilometer di ka­wasan bandara, harga tanah sudah mencapai lima juta ru­piah per meter persegi. Begitu juga di kawasan bandara lain­nya, harga tanah bisa menca­pai tiga juta rupiah per meter persegi.

Hal yang menjadi per­tanyaan Sultan, pihak yang menjual tanah sebesar lima juta rupiah itu warga lang­sung atau makelar tanah. Hal ini tidak akan menguntungkan bagi pemkab ataupun investor. Kalau harga tanah mahal, tidak akan menguntungkan bagi in­vestasi.

Sultan mencontohkan tanah yang dikuasai calo tanah, sep­erti di Sleman dan Bantul, dari satu hektare, dibeli calo tanah dengan sistem uang muka dan dikuasai paling tengah sehing­ga akan mengganggu pembe­basan tanah.

“Pola-pola sep­erti ini sudah kami kenali. Saat Pemkot Yogyakarta akan mem­bangun stan empat bus, satu bidang tanah yang tidak mau dibebaskan. Kami sarankan supaya diben­tengi saja karena yang bersang­kutan tidak mau kompromi, kami juga tidak mau kompro­mi,” kata Sultan.

Penolakan Warga

Lebih lanjut, Sultan men­contohkan pembebasan lahan yang mendapat penolakan warga, yakni pembangunan Jembatan Layang Jombor. Harga tanah berdasarkan pe­nilaian tim berkisar 4,5 juta rupiah per meter persegi, tapi pemilik tanah minta 10 juta ru­piah per meter persegi.

Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, mengatakan naik­nya harga tanah di Kulon Progo disebabkan tingginya harga tanah untuk pemba­ngunan proyek bandara. La­han bandara berkisar 800 ribu rupiah per meter persegi.

“Kami tidak bisa melalukan inter­vensi harga tanah karena pera­turannya sulit,” katanya. YK/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment