Koran Jakarta | April 22 2018
No Comments
Peran Partai I Kontribusi PPP Dinilai Sudah Signifikan

Sosialisasikan Keadaban Berpolitik

Sosialisasikan Keadaban Berpolitik

Foto : ANTARA/Aditya Pradana Putra
Presiden Joko Widodo menghadiri acara peringatan Hari Lahir ke-45 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/4). Dalam acara yang juga menjadi penutup dari Munas Alim Ulama PPP tersebut partai berlambang Kakbah tersebut memberikan rekomendasi kriteria Calon Wakil Presiden pendamping Joko Widodo dalam Pilpres 2019.
A   A   A   Pengaturan Font

Publik berharap partai politik menjalankan peran utamanya mentransformai nilai-nilai yang baik bagi perkembangan demokrasi.

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa fungsi dari partai politik (parpol) bukan hanya sebagai rekruitmen politik dalam pemilihan anggota legislatif maupun eksekutif saja, namun juga untuk mensosialisasikan nilainilai politik yang mulia, penuh etika, dan penuh keadaban kepada masyarakat luas.

Presiden mengatakan hal itu saat memberikan sambutan pada peringatan hari lahir ke-45 tahun Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Balairung University Training Centre (UTC), Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/4). “Fungsi parpol, antara lain juga mencakup fungsi komunikasi politik, berkomunikasi dengan masyarakat, mengartikulasikan kepentingan masyarakat serta fungsi sosialisasi politik,” kata Presiden.

Karena itu, sebagai partai politik berbasis Islam yang sudah berusia 45 tahun ini, Presiden menyakini PPP sudah berkontribusi signifikan dalam membangun keadaban politik di Indonesia. Selain menjadi penampung aspirasi umat Islam, PPP juga menjaga politik Indonesia menjadi politik yang santun, politik yang beradab dan menjunjung tinggi norma agama dan etika sosial kita.

“Saya meyakini kiprah pemimpin dan kader PPP bisa menjadi teladan masyarakat dalam berpolitik. Menjauhi dan memerangi berita bohong, hoax, terus menumbuhkan optimisme di tengah masyarakat dan selalu memupuk kerukunan dan kesatuan di seluruh Tanah Air,” ungkap Presiden. Dalam kesempatan itu, Presiden ikut mengajak kader PPP untuk tetap optimistis dalam membangun negara Indonesia. Sehingga, nanti dapat mewujudkan cita-cita bersama yaitu untuk mencapai negara yang adil dan makmur, negara besar yang kuat ekonominya.

“Kita harus optimistis bahwa cobaan dan rintangan itu ada. Kita carikan solusi. Tidak ada bangsa yang menjadi besar, menjadi kuat ekonominya, rakyatnya malas-malasan. Enggak ada rumusnya seperti itu. Semuanya pasti harus dilakukan dengan kerja keras, dengan usaha dan ikhtiar dan juga berdoa kepada Allah SWT,” tutup Presiden.

Hubungan Emosional

Sementara Ketua Umum PPP, M. Romahurmuziy mengatakan, kehadiran Presiden menunjukkan kecintaan dan hubungan emosional yang kuat dengan keluarga besar PPP. “Sebaliknya, dukungan kami ke Presiden, bagian dari perjuangan PPP dengan terus mengawal pemerintahan Jokowi-JK,” kata Romahurmuziy dalam sambutannya. Ia menuturkan bahwa PPP juga akan membantu pemerintahan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila.

Hal itu dilakukan karena sudah final. “Pancasila juga menjadi titik temu semua golongan dan agama,” ucap Romahurmuziy. Dalam kesempatan itu, Romi sapaan akrab Romahurmuziy meminta agar pemerintah memberikan perhatian lebih pada bidang pendidikan agama, madrasah dan pondok pesantren. Sedangkan pengajar hukum tata negara Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, Benny Sabdo mengatakan diperlukan reformasi secara sistemik agar parpol menjadi lebih demokratis dan tidak elitis.

“Parpol harus ikut merasakan dan menyerap penderitaan rakyat. Setelah itu parpol memperjuangkan secara konstitusional lewat jalur legislatif dan eksekutif,” kata Benny pada Koran Jakarta. Menurut Benny, kader parpol juga harus ikut merasakan apa yang dirasakan rakyat. “Jadi, menderita dan tertawa bersama rakyat. Itulah gunanya ada parpol supaya dapat memperjuangkan aspirasi rakyat secara realitas,” tutup Direktur Eksekutif Respublica Political Institute ini. fdl/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment