Koran Jakarta | April 22 2018
No Comments

Soekarno Mengingatkan Betapa Penting Memahami Sejarah

Soekarno Mengingatkan Betapa Penting Memahami Sejarah
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Jasmerah

Penulis : Wirianto Sumartono

Penerbit : Laksana

Terbit : Februari 2018

ISBN : 978-602-407-345-9

Tebal : 262 Halaman

Tak bisa dipungkiri, Bung Karno menjadi salah satu orang yang paling penting di Tanah Air. Jasanya terhadap Ibu Pertiwi menjadikannya sebagai salah satu sejarawan tak terlupakan. Berkat sumbangan semangat dan pemikirannya, Indonesia terbebas dari penjajahan dan merdeka. Namanya sampai sekarang tidak akan bisa dipisahkan dalam perjalanan kemerdekaan Indonesia.

Sejarah membungkus dengan rapi perjalanan Bung Karno dari aktivis pergerakan hingga menjadi proklamator kemerdekaan. Sampai kini kisahnya senantiasa menjadi motivasi generasi penerus. Bahkan, perjalanan hidupnya dalam menjadi proklamator kemerdekaan menjadi salah satu kisah yang inspiratif untuk menumbuhkan semangat juang, menuju Indonesia berkedaulatan dan berkeadilan.

Dalam sebuah pidatonya, Soekarno pernah berpesan pada rakyat. Katanya, “Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri akan dapat berdiri dengan kuat.” Pesan ini bertujuan agar masyarakat mampu berdiri sendiri, termasuk memperjuangkan negara Indonesia. Sebab negara akan berdiri dengan kokoh bila penghuninya mampu menjadi pribadi yang berguna bagi orang lain.

Jiwa-jiwa kebersamaan yang diusung bung Karno kepada para pejuang Indonesia melahirkan sebuah cerita yang tidak bisa dilupakan. Sampai sekarang kiprah Soekarno masih banyak ditulis. Ungkapan yang terkenal adalah “Jasmerah” yang merupakan kependekan “Jangan sekali-kali melupakan sejarah.”

Seorang pemimpin, Abraham Lincoln, pun berkata, “Orang tak dapat melepaskan diri dari sejarah.” Itu diulangi Soekarno, “Janganlah sekali-kali meninggalkan sejarah. Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah! Jangan meninggalkan sejarah yang sudah, hai bangsa Indonesia. Jika engkau meninggalkan sejarah yang sudah, engkau akan berdiri atas vacuum. Engkau akan berdiri di atas kekosongan, lantas engkau akan menjadi bingung. Perjuanganmu hanya sebatas amuk. Amuk belaka! Amuk, seperti kera terjepit dalam gelap (hal 204).

Kemajuan saat ini, tidak bisa lepas dari campur tangan perjuangan orang-orang dulu, nenek moyang. Jadi, tak mungkin membuang hasil masa lampau. Sebab, kemajuan sekarang adalah akumulasi hasil-hasil perjuangan-perjuangan masa lalu. Dengan kata lain, sejarah harus dikenang dan diabadikan.

Dengan sejarah seseorang bisa tahu kejadian masa lampau. Lewat sejarah pula orang Indonesia bisa menikmati kehidupan damai dan tenteram sekarang. Jadikanlah sejarah sebagai pembelajaran untuk menemukan pengetahuan baru untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik dan penuh kerukunan.

Maka, renungkan ungkapan, “Mengenal sejarah memang penting. Akan tetapi membuat sejarah jauh lebih penting.” Sebagai generasi penerus sudah seharusnya berlomba-lomba untuk membuat sejarah yang bisa mengharumkan Indonesia. Bagian terpenting sejarah salah satunya adalah kepahlawanan. Para pahlawan rela mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan. Rakyat sekarang yang hidup dalam kebebasan sudah seharusnya mempertahankan warisan para pahlawan dan Soekarno, tentu saja.

Buku berdimensi perenungan ini mau menggugah kaum uda untuk menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara. Buku dilengkapi motivasi-motivasi sederhana dalam setiap perjuangan Soekarno untuk membangun Indonesia menuju negara berkemanusiaan.

Diresensi Suroso, Seorang mahasiswa

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment