Skema Penyaluran Dana BOS Akan Lebih Efisien dan Tepat Sasaran | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 25 2020
No Comments
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Terkait Perubahan Skema Dana BOS

Skema Penyaluran Dana BOS Akan Lebih Efisien dan Tepat Sasaran

Skema Penyaluran Dana BOS Akan Lebih Efisien dan Tepat Sasaran

Foto : ANTARA/Aprillio Akbar
Tito Karnavian
A   A   A   Pengaturan Font
Skema penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) akan diubah. Perubahan ini untuk mendorong agar pengelolaan anggaran khususnya yang terkait dengan dana BOS lebih efisien dan tepat sasaran.

Perubahan skema penyaluran dana BOS itu sendiri telah digodok Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama. Untuk mengupas itu lebih lanjut, Koran Jakarta berkesempatan mewawancarai Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Berikut petikan wawancaranya.

Skema penyaluran dana BOS diubah. Bisa dijelaskan tentang perubahan ini?

Ya, perubahan terkait dengan dana BOS Tahun 2020 yaitu pada mekanisme penyaluran, besaran harga satuan, dan penggunaan dana BOS. Skema ini diharapkan mampu menyederhanakan birokrasi sekaligus memberikan dampak yang signifikan bagi pembangunan. Jadi, skema baru ini intinya memang adalah penyederhanaan birokrasi, tapi masih dalam visi-misi Presiden di antaranya adalah penyederhanaan birokrasi yang berbelit-belit, panjang, rentan untuk terjadi hambatan, keterlambatan, dan lain-lain, sehingga (ini telah) melalui diskusi dengan Ibu Menkeu, Mendikbud, juga dengan Menteri Desa, dan Kemendagri.

Bagaimana sikap Kemendagri?

Nah, dalam konteks ini, Kemendagri tentu sangat mendukung langkah ini, karena kita harap hasilnya akan lebih efektif, mencapai sasaran dan lebih efisien dalam pengelolaan anggaran.

Perubahan skema penyalurannya itu sendiri seperti apa?

Perubahan skema penyaluran pertama adalah dengan penyederhanaan tahap penyaluran dan langsung ditransfer dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke rekening sekolah tanpa harus lagi melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Pemerintah Provinsi seperti pada 2019.

Pola penyalurannya seperti apa?

Pola penyalurannya disederhanakan dari yang semula empat tahap, yakni 20 persen paling cepat Januari, 40 persen April, 20 persen Juli dan 20 persen Oktober menjadi hanya tiga tahap dengan rincian 30 persen paling cepat Januari, 40 persen April dan 30 persen pada September.

Posisi dana BOS itu sendiri seperti apa?

Dana BOS ini merupakan Dana Alokasi Khusus Nonfisik yang diperuntukkan untuk mendukung pelaksanaan pendidikan di daerah provinsi maupun kabupaten atau kota. Dana Alokasi Khusus atau DAK adalah dana yang bersumber dari pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah. Ini sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 117 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pengusulan dan Verifikasi Usulan Program dan Kegiatan Pembangunan Daerah melalui Dana Alokasi Khusus Fisik.

Perubahan skema ini idenya siapa?

Begini, di antara ide kami ialah untuk melakukan pemotongan birokrasi transfer anggaran. Anggaran inilah bagian yang sangat penting, darahnya organisasi, yang pertama adalah bantuan operasional sekolah yang semula skemanya sudah dijelaskan melalui provinsi baru ke sekolah-sekolah.

Saya sendiri juga ke lapangan, ke daerah juga mengalami curhat-curhatnya teman-teman kepala sekolah, karena adanya beberapa keterlambatan, terutama di daerah yang terpencil karena harus mengurus ke ibukota provinsi yang jauh. Nah kemudian mekanisme skema baru ini jelas ini akan memberikan dampak yang positif karena dananya akan langsung disalurkan ke sekolah-sekolah. 

 

agus supriyatna/AR-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment