Koran Jakarta | June 23 2018
No Comments

Sistem Operasi Baru dengan Kamera “Dual Aperture”

Sistem Operasi Baru dengan Kamera “Dual Aperture”

Foto : Koran Jakarta/Wahyu AP
A   A   A   Pengaturan Font

Perangkat unggulan selalu ditunggu kehadirannya. Hal ini karena ponsel ini menawarkan teknologi paling maju dan terlengkap, untuk diadopsi sebagain oleh ponsel ponsel di bawahnya.

Setelah diperkenalkan di Bercelona pada 25 Februari 2018, Samsung Electronics Indonesia (SEI) akan memasarkan Samsung Galaxy S9 dan S9+ secara serentak antara 16 Maret-18 Maret 2018 di Jakarta, Medan, dan Surabaya.

Dengan sistem operasi terbaru, Android 8 (Oreo), S9 hadir dengan dua varian menawarkan beberapa kelebihan, yaitu pada layar yang luas, memori besar, prosesor mumpuni, kamera dengan dua bukaan, fitur super slow motion, emoji AR, suara tajam dan jernih, serta harga yang kompetitif.

Sesuai dengan tren yang ada saat ini S9 dan S9+ dengan rasio 18,5 : 9. S9 mengunakan layar high definition berukuran 5,8 inci, sedangkan S9+ memakai layar ukuran 6,2 inci dengan resolusi masing-masing 570 ppi dan 529 ppi. Layer infinity display, membuatnya bisa dioperaikan di bawah sinar matahari langsung. Kamera dua varian ponsel ini menawarkan dua bukaan atau Dual Aperture untuk menangkap obyek pada dua kondisi berbeda untuk memaksimalkan hasil. Pada cahaya terang kamera menggunaan bukaan f/2.4 sedangkan pada kondisi minim cahaya menggunakan bukaan f/1.5.

“Dual Aperture dibuat menyerupai iris mata manusia yang dapat mengembang dan mengerut. Dengan demikian pengguna dapat mengambil gambar apik di mana saja kapan saja,” ujar Direktur Pemasaran IT dan Mobile SEI, Jo Semindang, di Jakarta, Jumat (9/3). Masih pada kamera, Samsung memiliki kemampuan menghasilkan gambar super slow motion dengan 960 frame per detik (fps), “Fitur ini untuk menampilkan dramatisasi gambar dan juga kemampuan menawarkan gerakan yang luput tertangkap mata manusia,” kata Tito Rikardo seorang fotografer profesional.

Super slow motion menangkap gambar dalam waktu 0,2 detik dan menampilkannya dalam waktu 6 detik. Fitur ini 32 kali lebih lambar dari video normal yang menampilkan 30 fps dan empat kali lebih lambat dari video yang ditampilkan dalam mode gerak lambat 240 fps. Pengguna mamasukkan musik pada gambar lambat yang dihasilkan degan memilih musik favorit yang tersedia pada playlist mereka.

Kamera depan 8 MP dan belakang 12 MP semakin canggih untuk menghasilkan emoji dengan teknologi realitas tertambah (augmented reality /AR).

Saat menangkap wajah pengguna akan memetakan lebih dari 100 fitur wajah, guna menghasilkan mode gambar tiga dimensi untuk mencerminkan dan menitu ekpresi pengguna. Pengguna juga bisa memodifikasi warna kulit, ukuran mata, jenis dan warna rambut, serta aksesori seperti baju dan kacamata, untuk menghidupkan komunikasi. “Gambar emoji berguna dalam mengepresikan suasana hati dengan lebih unik dan menyenangkan,” ujar Jo.

Ponsel ini juga dilengkapi dengan pengeras suara stereo dari AKG pada kedua sisinya. Pengguna dapat menonton film dan mendengarkan musik dengan dengan kualitas suara yang tajam dan kaya. Tambahan Dolby Atmos pada S9 dapat menciptakan efek suara 260 derajat.

Untuk keamanan data S9 dibekali dengan dilindungi dengan sistem Knox 3.1, sebuah platform keamanan terbaru dengan inovasi menjamin kenyamanan pengguna. teknologi Intelligent Scan untuk verifikasi berdasar iris mata dan wajah bisa dipakai untuk membukat ponsel secara aman, selain dengan Dedicated Fingerprint.

Selain perbadaan pada ukuran, kamera, dan desain terdapat perbedaan pada prosesor dan GPU. S9 menggunaka prosesor Exynos dan GPU Mali-G72 MP18. Sedangkan S9+ menggunakan prosesor Snapdragon dengan GPU Adreno 630.

Tidak seperti kompetitor yang dibanderol jauh lebih mahal, S9 dan S9+ dibandeol cukup kepetitif. Untuk RAM 4GB dan memori 64 GB dijual pada harga 11.499.000 rupiah. Sedangkan harga Galaxy S9+ dengan RAM 6 GM dan memori 64 dijual pada harga 12.999.000 rupiah dan RAM 6 GB memori 256 GB dibandeol pada harga 14.499.000 rupiah. hay/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment