Siapkan Hari Khusus untuk “Boardgames” | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 23 2017
No Comments

Siapkan Hari Khusus untuk “Boardgames”

Siapkan Hari Khusus untuk “Boardgames”

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Ada permainan, mengasah kemampuan bahkan menambah pengetahuan, itulah boardgames. Makin menantang, kalau permainan yang berbahan dasar kartu ini, dimainkan secara ramai-ramai.

Komunitas Arcanum Boardgames mengajak pecinta maupun pemain pemula boardgames unjuk kemampuan.‎ Sejumlah kartu bergambar dinosaurus dan hewan purbalaka lainnya terlukis dalam sebuah kartu. 

Di dalamnya antara lain terdapat keterangan tinggi badan maupun berat badan. Beberapa kartu dibuka sebagai panduan awal untuk menebak bobot badan hewan. Atas kesepakatan, para pemain diminta untuk mencari berat badan lebih rendah ketimbang gambar panduan.

 Lalu satu kartu pemain dibuka, hasilnya kartu menyebutkan gambar di dalamnnya memiliki berat badan yang lebih besar. Sontak, luapan kekecewaan secara spontan terlempar dari pemain yang belum berhasil menebak permainan. Bukannya menyudahi permainan, rasa ingin tahu terus menggelegak untuk mengetahui permainan selanjutnya.

Boardgames merupakan permainan yang menantang. “Sangat menantang sekali,” ujar Galih Aristo, 35, pendiri Arcanum Boardgames yang ditemui di rumah di kawasan Jakarta Selatan, Senin (15/5). 

Permainan kartu bergambar hewan purbakala merupakan salah satu permainan yang tergolong sederhana. Puluhan tema dapat menjadi permainan tersebut, mulai sejarah, ekonomi, olah raga, budaya, dan lain sebagainya.

Seperti Twilight Imperium, permainan berupa pertempuran di galakasi tergolong permainan yang serius. Game tersebut menceritakan pertempuran imperium di galaksi. Permainannya sangat kompleks karena mengatur negara menyangkut ekonomi maupun politik. 

“Mainnya bisa 7 sampai 8 jam, sampai disiapkan satu hari khusus,” ujar pria yang senang jenis boardgames bertema sejarah dan fantasi ini.‎ Bahkan permainan yang sebagian besar masih didatangkan dari luar negeri tersebut tidak membatasi SARA sebagai objek permainan. Bentuknya lebih berupa tulisan lelucon di atas lembaran kartu hitam putih. 

Permainannya cukup mengundang minat di kalangan pecinta boardgames di dalam maupun luar negeri. Meskipun permainan dapat dilakukan oleh semua kalangan, dalam box permainan selalu tertera golongan usia tertentu.  

Permainan boardgames tidak hanya sebuah permainan membunuh waktu. Pemain diajak untuk menyelesaikan masalah melalui alur permainan. Secara tidak langsung, pengetahuan pemain terasah karena tema permainan menuntut pemainan untuk memiliki wawasan obyek permainan.

 Ular tangga merupakan salah satu jenis broadgames yang bersifat lokal.  Permainan ini membutuhkan lembaran kertas yang telah dikonsep dalam satu permainan.‎

Galih mengatakan bahwa boardgames yang dimainkan semua kalangan, baik pria maupun wanita. Namun untuk usia pemain, laki-laki yang memenuhi ruang depan rumahnya dengan sejumlah permainan game tersebut merekomendasikan bahwa permainan dapat mulai dimainkan  mulai anak SMP.

 Pasalnya, permainan yang membutuhkan nalar logika tersebut  tergolong berat untuk anak-anak sekolah dasar. Namun, dia tidak menutup kemungkinan bahwa anak-anak sekolah dasar dapat memainkan permain tersebut.

Arcanum Boardgames telah berdiri sejak 2003 sejalan dengan rilisnya film The Lord Of The Ring. Karena film tersebut, Galih memainkan boardgames pertama yang berlatar belakang film tersebut. Saat ini, jumlah anggota yang terangkum di media sosial sebanyak 1500 orang.

 Selain kopi darat dengan bermain bersama setiap Rabu di South Quarter Dome, Jakarta Selatan mulai pukul 18.00 sampai 2‎1.00 WIB  dan Sabtu di Kuningan City, Arcanum Boardgames telah bekerja sama dengan yang fokus menangani psikologi jiwa.

Permainan dapat mengajak setiap pemainnya untuk enjoy. Selain itu permainan yang bersifat kerja sama dengan anggota lainnya dapat memancing anggota untuk komunikasi satu dengan yang lainnya. 

Kalau sudah enjoy, orang yang tengah mengalami masalah kejiwaan lebih mudah menceritakan permasalahannya kepada para ahli. “Namun, kami perlu mendapat bimbingan dari para ahli untuk menentukan jenis permainan yang tepat,” ujar dia. din/E-6

Permainan Komunikatif, Tak Bisa Curang 

Permainan boardgames mempu menjembatani masyarakat yang makin individual. Secara tidak langsung, mereka dituntut berkomunikasi satu dengan yang lain untuk menyelesaikan permainan.

“Sangat lucu, kita nggak saling kenal tetapi kita bisa langsung ketawa bersama setelah itu langsung ngobrol,” terang Galih Aristo, 35, pendiri Arcanum Boardgames. Kopi darat yang dilakukan setiap Rabu di South Quarter Dome, Jakarta Selatan sengaja menyasar para pekerja yang tengah menunggu kemacetan lalu lintas Jakarta. 

“Orang males pulang akhirnya kenalan, jadi social network,” ujar dia tentang kopi darat yang dapat mempertemukan sutradara, penyanyi maupun pegawai bank.‎ Galih sengaja memilih kawasan South Quarter Dome sebagai ajang kopi darat karena daerah tersebut merupakan wilayah perkantoran. 

Di sisi lain, sebagai masyarakat Jakarta tinggal di kawasan Jakarta Selatan. “Kalau yag hari Rabu, biasanya untuk kalangan pemula. Jika mau melanjutkan permainan, mereka bisa datang ke Kuningan City, setiap Sabtu,” ujar dia.

Dengan bermain boardgames, berbagai karakter orang dapat terlihat. Bagi pegawai bank, dia akan lebih paham memetakan peluang-peluang investasi sebagai bagian permainan. Namun ada juga, pemaian yang bersifat risk taker atau pengambil resiko.

Baik, pemenang maupun yang pemain yang kalah akan mendapatan pelajaran dari permainan tersebut. “Boardgames nggak bisa dinikmati kalau curang, bukan seperti judi,” ujar dia. pasalnya, permainan tersebut mengasah cara untuk mengakses informasi. Sehingga, pemain yang kalah, dia akan mendapatkan pelajaran.

Sebelum memainkan permainan, pemain dapat mempelajari aturan pemain yang terdapat dibuku panduan. Masing-masing orang memiliki tingkat kepahaman yang berbeda satu salam lain.

Selain itu, pemahaman ditentukan pula oleh kerumitan tingkat permainan. Ada buku panduan yang bisa dikuasai selama 10 menit namun ada buku panduan yang baru dikuasi dalam waktu satu hari.

Untuk para pemula, Galih menyarankan boardgames tingkat awal agar mereka tidak pusing dengan pola permainan. Karena jika telah menguasai, boardgames akan menjadi permainan yang menyenangkan. 

“Orang akan terlihat fresh‎ setelah bermain boardgames,” ujar dia tentang permainan yang dibandrol dari 250 ribu rupiah hingga 3 juta rupiah tersebut. din/E-6 

Menantang, Perlu Teknik Khusus

Selain permainannya menantang, para pecinta boardgames tertantang untuk membuat permainan boardgames. Rupanya membuat boardgames tak semudah yang diperkirakan. 

Selain pengetahuan, pembuat boardgames dituntut memiliki keterampilan teknik.

Audi Tri Harsono, 29, Co Founder Arcanum Boardgames mengaku pernah menjajal membuat boardgames namun belum berhasil. “Sedang coba-coba bikin (boardgames) tapi belum jadi. Iseng-iseng saja sih, jadinya nggak kelar-kelar,” ujar dia ujar dia tentang permainan yag telah dibuatnya selama dua bulan tersebut.

 Pria yang mulai main boardgames sejak 2010 bermaksud membuat boardgames bercerita para penghobi permainan tersebut.

Bagi Audi, boardgames tidak sekedar permainan mengisi waktu luang.

 Dari permainan tersebut, laki-laki peraih master bidang Bioteknologi dari Universitas Melbourne mengatakan bahwa boardgames dapat menambah pergaulan serta mengasah strategi.

Sementara, Galih Aristo, 35, pendiri Komunitas Arcanum Boardgames mengaku masih sebatas penikmat boardgames. Menurut, dia perlu keahlian khusus untuk membuat boardgames bahkan di luar negeri pengetahuan yang dimiliki pembuat boardgames bisa selevel profesor. ‎

Boardgames menuntut kemampuan dan teknik. “Kartu tidak boleh kurang satu,” ujar dia. Jika boardgames diperuntukkan 100 kartu maka paling tidak ada 100 informasi yang berbeda dari setiap kartu. Padahal, satu kartu bisa mencakup lima informasi, sementara setiap informasi kartu satu dengan lainnya harus berkaitan.

Di dalam negeri, ada pembuat boardgames dari Surabaya yang membuat permainan tentang kuliner daerah setempat. Galih menyetujui bahwa Indonesia menyimpan jutaan materi yang bisa digunakan untuk permainan boardgames.

Bahkan,  ada boardgames yang berjudul Indonesia bercerita tentang pertempuran jaman VOC. Namun, pembuat boardgames-nya berasal dari Belanda. Satu kartu yang berada di atas meja dapat menyimpan jutaan pengetahuan. din/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment