Koran Jakarta | April 21 2019
No Comments
Laporan Pentagon

Senjata Laser Russia dan Tiongkok Ancam AS

Senjata Laser Russia dan Tiongkok Ancam AS

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

WASHINGTON DC – Sebuah laporan terbaru yang dirilis Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) pada Senin (11/2) menyatakan bahwa kepentingan AS di luar angkasa telah mendapat ancaman. Dalam laporan yang diberi judul “Challenges to Security in Space” disebutkan bahwa Tiongkok dan Russia telah mengembangkan kapabilitas pertahanan seperti senjata laser yang bisa menyasar dan menghancurkan satelit-satelit AS.

“Tiongkok dan Russia telah mengembangkan berbagai cara untuk mengeksploitasi ketergantungan AS terhadap sistem berbasis luar angkasa dan juga menantang posisi AS di ruang angkasa,” lapor Dinas Intelijen Pertahanan AS yang berada di bawah kendali Pentagon.

Dalam laporan “Challenges to Security in Space” pun disebutkan bahwa ancaman bukan hanya datang dari Tiongkok dan Russia, namun juga Iran dan Korea Utara (Korut) yang saat ini telah mengantongi kapabilitas luar angkasa.

Satelit-satelit AS memiliki peranan yang amat penting mulai dari navigasi, membantu senjata dalam memandu target, dan pengumpulan data intelijen termasuk mendeteksi program senjata nuklir Korut dan memantau aktivitas militer Russia dan Tiongkok. Selain itu satelit-satelit AS juga berperan sebagai pemindai yang berperan mendeteksi peluncuran misil musuh.

Laporan Pentagon itu dikeluarkan saat pemerintah Tiongkok memutuskan untuk semakin meningkatkan program luar angkasa dan jadi negara pertama yang bisa mengirimkan wahana penjelajah ke sisi terjauh Bulan pada Januari lalu.

Perkembangan kapabilitas Tiongkok yang amat pesat serta kebutuhan untuk menjaga satelit-satelit AS merupakan salah satu alasan yang dikemukakan Presiden AS, Donald Trump, saat membahas wacana kebutuhan AS untuk mendirikan pasukan luar angkasa.

Dalam rincian laporan Pentagon disebutkan bahwa Russia dan Tiongkok telah memiliki beragam senjata antisatelit termasuk sistem perang elektronik, senjata berenergi terarah dan misil antisatelit “kinetik”.

“Baik Beijing dan Moskwa sepertinya akan mengembangkan senjata laser yang bisa mengganggu, menurunkan fungsi, atau merusak satelit dan sensor-sensor yang ada di satelit,” lapor Pentagon.

Dalam laporan itu pun dituliskan bahwa Tiongkok akan memimpin pengembangan senjata laser yang bisa menangkal sensor satelit yang mengorbit rendah pada 2020 dan pada pertengahan 2020 Tiongkok pun akan menguasai sistem persenjataan yang lebih kuat yang bisa mengancam struktur satelit non-optikal.

Ditambahkan dalam laporan itu bahwa saat ini Tiongkok telah memiliki sistem senjata laser dengan jumlah terbatas yang bisa menangkal sensor satelit. Dalam laporan itu pun disebutkan bahwa Russia sejak Juli 2018, telah memiliki senjata laser yang akan mempersenjatai pasukan luar angkasanya yang menyasar satelit-satelit yang bereder di orbit luar angkasa.

“Russia pun telah mengembangkan sistem senjata laser antisatelit berbasis udara yang bisa melawan sensor pertahanan misil berbasis luar angkasa,” tambah Pentagon.

Senjata Lain

Tak hanya senjata laser, Tiongkok dan Russia pun dilaporkan sedang mengembangkan misil yang bisa merontokkan satelit yang mengorbit rendah. Tiongkok saat ini sudah memiliki misil antisatelit dan Russia sedang dalam tahap pengembangan yang bisa dipergunakan beberapa tahun lagi.

Dalam laporan Pentagon pun disebutkan Tiongkok dan Russia sedang mengembangkan satelit yang bisa menyerang satelit lain yang sedang mengorbit.  CNN/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment