Segera Perbaiki Sekolah Kena Banjir | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 27 2020
No Comments

Segera Perbaiki Sekolah Kena Banjir

Segera Perbaiki Sekolah Kena Banjir

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Banjir besar yang melanda sejumlah kawasan di Jabodetabek, tepat di awal tahun baru 2020 menyisakan sejumlah masalah. Ribuan rumah rusak karena terendam, puluhan mobil dan motor yang terendam, bangunan dan fasilitas publik yang rusak, serta bangunan sekolah yang terdampak banjir dan akhirnya mengganggu proses kegiatan belajar mengajar (KBM).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim mengatakan, berdasarkan data dari Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB) pada (3/1), terdapat 302 sekolah yang terdampak banjir.

Rinciannya, untuk wilayah DKI Jakarta, terdapat 290 sekolah terdampak banjir, yang terdiri atas 201 sekolah terendam banjir, sedangkan 89 sekolah mengalami gangguan pada akses menuju sekolah dan Seknas SPAB juga melaporkan 8.420 siswa di DKI Jakarta terdampak banjir.

Sementara itu, dari Kabupaten Lebak, Banten, dilaporkan 12 sekolah mengalami kerusakan akibat banjir, serta tercatat ada 20 guru dan tenaga kependidikan terdampak banjir bandang yang merendam rumah mereka. Dengan bencana alam yang menimpa wilayah Jabodetabek, Menteri Nadiem menjelaskan akan meningkatkan koordinasi.

Sehingga rehabilitasi pembagunan sekolah yang terdampak bencana dapat ditangani bersama-bersama. Koordinasi lintas kementerian pusat dan pemda, menjadi prioritas kemendikbud. Karena kalau tidak dikeroyok banyak instansi, tidak akan beres. Kemendikbud sendiri juga memiliki anggaran yang dikhususkan untuk rehabilitasi bangunan sekolah-sekolah.

Namun, anggaran tersebut dikonsentrasikan pada sekolah daerah 3T (Tertinggal, Terdalam, Terdepan). selain bangunan sekolah yang terdampak banjir dan mengganggu KBM, banjir juga mengakibatkan ratusan guru tergenggu mengingat tempat tinggal atau rumah mereka terendam.

Untuk itu Mendikbud Nadiem Makarim menyatakan bahwa pemerintah akan memberi tunjangan khusus bagi para guru yang terkena dampak bencana alam.Kemendikbud akan memberikan tunjangan khusus bagi guru yang terdampak bencana, yang akan diberikan dalam waktu 3 bulan.

Komitmen Pemerintah yang dikemukakan Mendikbud Nadiem Makarim paling tidak melegakan kita semua bahwa apapun yang terjadi, termasuk bencana banjir, proses belajar-mengajar diupayakan tetap berjalan meski ada sedikit gangguan.

Apalagi saat ini kegiatan KMB sudha dimulai setelah libur tengah semester dan akhir tahun . dari sisi waktu, terutama bagi siswa yang duduk di klas terakhir di tiap jenjang yang akan menghadapi ujian nasionalo (UN) terakhir, diharapkan tidak terganggu. Kita melihat di samping komitmen dan langkah nyata pemerintah pusta dan daerah, solidaritas warga, khususnya para guru, karyawan, pelajar, dan alumni sekolah yang terdampak banjir, ikut meringankan beban sekolah.

Mereka aktif bergotong-royong membersihkan sekolah dari sisa-sisa genangan air dan lumpur. Semangat bersama untuk membantgu membersihkan sekolah agar peserta didik tidak tergangguh, sungguh membanggakan. Karena kondisi cuaca ekstrem yang masih akan melanda Indonesia, khususnya di wilayah Jabodetabek, seperti diingatkan BMKG, utamanya di wilayah DKI Jakarta pada tanggal 12 mendatang yang diprediksi akan terjadi hujan dengan intensitas sangat tinggi, maka kita, terutama pihak yang sangat terkiat dengan sekolah, juga harus mengantisipasinya, misalnya dengan menyimpan dokumen dan semua peralatan sekolah agar aman dengan baik.

Kita berharap, perbaikan sekolah dan bantuan pada guru terdampak banjir, yang dijanjikan Mendikbud, dapat segera direalisir, sambil menyiagakan berbagai langkah untuk menghindari bencana lebih besar seperti diingatkan BMKG.

Pada intinya, proses belajar mengajar tidak boleh terganggu, dan apapun harus dilakukan demi terselenggaranya proses KBM. Semua proses yang terjadi dapat menjadi pembelajarn buat seluruh pihak yang terkait dengan dunia pendidikan kita

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment