Segera Buat Pendeteksi Virus | Koran Jakarta
Koran Jakarta | April 9 2020
No Comments
Task Force I Peredaran Produk Luar Menjadi Tantangan Peneliti dan Perekayasa Lokal

Segera Buat Pendeteksi Virus

Segera Buat Pendeteksi Virus

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Rencana aksi pengembangan produk pendeteksi Covid-19 menjadi prioritas pertama untuk segera dilaksanakan.

JAKARTA – Pemerintah di­harapkan segera menciptakan sendiri alat deteksi wabah ko­rona di dalam negeri. Untuk itu telah dibentuk Task Force Riset dan Inovasi Teknologi Covid-19 (TFRIC19) guna menghasil­kan alat deteksi pandemi ko­rona yang terus merebak. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengkajian dan Pener­apan Teknologi (BPPT), Ham­mam Riza, di Jakarta, Rabu (25/3).

“BPPT akan menjadi koordi­nator percepatan pengemban­gan produk dalam negeri, gu­na mengatasi wabah Covid -19 yang menjadi pandemi glob­al,” ujarnya. Hammam men­gatakan, beredarnya beberapa produk pendeteksi virus koro­na jenis baru dari luar negeri merupakan salah satu sub­tansi yang menjadi perhatian serius TFRIC19. Menurutnya, produk-produk tersebut harus memenuhi persyaratan teknis dan sesuai dengan kondisi wa­bah di Indonesia.

Ia menambahkan, bere­darnya produk buatan luar menjadi tantangan bagi peneli­ti dan perekayasa dalam negeri. Mereka dituntut segera meng­hasilkan produk pendeteksi buatan lokal. “Produk pende­teksi dari luar perlu dipastikan kesesuaiannya dengan kondisi di sini,” jelasnya.

Hammam menyebut, vi­rus cenderung cepat bermuta­si. Hasil mutasi berbeda-beda di setiap negara. TFRIC19 ten­gah berupaya mengembang­kan produk pendeteksi buatan lokal menggunakan strain vi­rus orang Indonesia yang ter­infeksi Covid-19, dengan status transmisi lokal penyebarannya. “Rencana aksi pengemban­gan produk pendeteksi Covid-19 menjadi prioritas pertama untuk segera dilaksanakan,” ucapnya.

Lima Prioritas

Pada kesempatan terse­but, Hammam juga mengata­kan, TFRIC19 berfokus pada li­ma rencana aksi cepat. Target­nya antara lain pengembangan Non-Polymerase Chain Re­action (PCR) Diagnostic Test Covid-19 dalam bentuk Dip Stick dan Micro-chip, PCR Di­agnostic Test yang sesuai de­ngan mutasi terbaru Covid-19. Kemudian, aplikasi teknologi informasi dan Artificial Intelli­gence (AI) untuk mendukung diagnostik Covid-19, analisis dan penyusunan data whole genome Covid-19 asli orang In­donesia yang terinfeksi.

“Terakhir, memperkuat pe­nyiapan sarana dan prasara­na deteksi, penyediaan logis­tik kesehatan serta ekosistem inovasi dalam menangani pan­demik Covid-19,” tambahnya. Hammam menyebut pihak-pihak seperti lembaga peneli­tian, perguruan tinggi, rumah sakit, organisasi profesi, ser­ta start-up juga terlibat dalam TFRIC19. Selain itu, ada beber­apa pihak juga yang terlibat da­lam penggalangan dana untuk pengembangan produk.

“Penggalangan dana ini un­tuk kebutuhan scale up produc­tion melengkapi dana APBN pemerintah,” tuturnya. Ham­mam menegaskan, komitmen, komunikasi, kecepatan dan ke­siapan data menjadi landasan utama TFRIC19 untuk bekerja cepat. Dia terus berkoordinasi lintas lembaga dan koordina­si internal untuk mempersiap­kan langkah-langkah opera­sional pelaksanaan 5 rencana aksi tadi.

“Koordinasi untuk menda­pat penguatan dari menteri ristek/kepala BRIN dan kese­larasan program dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 juga terus dilaku­kan,” katanya. Sampai kemarin siang pukul 12 ada tambahan 105 kasus baru korona, sehing­ga total terinfeksi menjadi 790 orang. Angka ini tentu bisa sa­ja sudah berubah. Sedang yang sembuh total jadi 31 orang. ruf/G-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment