Segera Atasi Krisis APD | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 30 2020
No Comments
PERSPEKTIF

Segera Atasi Krisis APD

Segera Atasi Krisis APD

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Jumlah korban virus korona penyebab Covid-19 terus bertambah. Hingga Rabu (25/3), terdapat 790 pasien positif Covid-19, kemudian 31 orang sembuh, dan 58 orang meninggal. Sedihnya, di antara yang meninggal ter­dapat tenaga medis dan dokter yang menangangi pasien Covid-19. Terus bertambahnya pasien membuat persedi­aan masker, hand sanitizer, dan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis mulai menipis. Bahkan di beberapa ru­mah sakit, tenaga medis terpaksa menggunakan jas hujan atau plastik sampah yang dimodifikasi menjadi alat pelind­ung diri dalam menangani pasien.

Diketahui, penyediaan APD penting untuk memberi keyakinan ke petugas kesehatan dan masyarakat. APD dira­sa mulai berkurang menyusul peningkatan jumlah pasien yang cukup signifikan, khususnya Jakarta. Kebutuhan APD sejalan dengan peningkatan jumlah penderita virus Covid-19. Asumsinya, berdasarkan hitungan para ahli bahwa ke­butuhan APD adalah 20 persen dari jumlah pasien terjang­kit Covid-19.

Setiap rumah sakit biasanya memberlakukan sistem jaga bergilir atau shift jaga untuk merawat pasien. Idealnya, se­hari ada tiga shift jaga. Namun mungkin karena darurat bi­sa hanya dua putaran jaga. Setiap shift minimal ada tenaga dokter konsulen, dokter jaga, perawat, petugas gizi, petugas bersih-bersih, dan petugas sampah medis. Artinya, dibu­tuhkan paling tidak lima hingga enam set APD dalam satu giliran jaga.

Diprediksi kebutuhan minimal APD adalah jumlah petu­gas per shift jaga dikali jumlah shift dalam sehari dikali jum­lah keseluruhan pasien yang dirawat dikali hari dirawat. Kemudian, dikalikan lagi lima untuk mencapai 100 persen dari total keseluruhan yang terjangkit. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah minta pemerintah untuk terus memasok APD kepada para tena­ga medis. Selain itu, IDI juga berharap semua pihak secara gotong royong membantu un­tuk memenuhi segera kebutuhan APD.

Pemerintah juga mesti mempercepat proses belanja barang dan jasa untuk penan­ganan Covid-19. Saat ini, situasi sangat kritis dan perlu tindakan ce­pat untuk mengatasin­ya. Artinya, pemerin­tah jangan hanya fokus pada penanganan pasien, tapi juga perlu perhatikan kebutuhan APD tenaga medis dan petugas lain yang terlibat. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo men­geluarkan Inpres No 4 Tahun 2020 pada tanggal 20 Maret 2020. Inpres ini mengatur tentang percepatan pengadaan barang dan jasa terkait penanganan covid 19. Pengadaan barang dan jasa harus diselenggarakan secara terpadu dan sesuai dengan peraturan pemerintah terkait.

Pemerintah memang tidak tinggal diam. Beberapa lang­kah cepat telah dilakukan. Di antaranya mendatangkan APD dari luar negeri dan meningkatkan produksi di dalam negeri. Malah, pemerintah membatalkan rencana ekspor ratusan ribu APD ke Korea Selatan. Bila industri dikerah­kan, maka tak perlu ada impor berbagai produk tersebut. Semua industri yang berpotensi untuk mendukung penan­ganan Covid-19 ini akan dioptimalkan.

Indonesia membutuhkan jutaan APD jika pandemi ko­rona berlangsung dalam waktu lama. Untuk itu, pasokan di dalam negeri harus dipastikan cukup. Hingga hari ini, Gu­gus Tugas Penanganan Covid-19 telah menyalurkan 105 ri­bu unit APD yang merupakan produksi dalam negeri. Lebih dari itu, kita mesti bersama-sama mendukung perjuangan tenaga medis dan dokter dalam menanggulangi Covid-19.

Hanya kepada mereka harapan kita pertaruhkan. Tanpa tenaga medis dan dokter, wabah penyakit menular ini bisa meluas dan banyak memakan korban. Semoga wabah me­nyakit menular itu segera berlalu.

Dengan begitu kehidupan bisa kembali normal. Sebab bila wabah ini berjalan terlalu lama, dikhawatirkan dap­at meruntuhkan segala aspek kehidupan: ekonomi, sosial, budaya, politik, dan keagamaan.

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment