Koran Jakarta | December 13 2017
No Comments

Sebelum Sukses, Edison Gagal Lebih dari 10.000 Kali!

Sebelum Sukses, Edison Gagal Lebih dari 10.000 Kali!
A   A   A   Pengaturan Font
Judul : Orang-orang Hebat juga Pernah Gagal
Penulis : Radis Bastian
Penerbit : Saufa
Cetakan : I, Oktober 2017
Tebal : 192 halaman
ISBN : 978-602-6650-06-1

Setiap orang mendamba kesuksesan. Namun, di antara mereka hanya segelintir yang mau dan mampu melewati jalan terjal menuju sukses. Selebihnya, hanya menggantungkan kesuksesan di angan-angan, sembari mengagumi orang-orang sukses sekitarnya.

Bagi orang yang masih menggantungkan kesuksesan di angan-angan, perlu membaca buku ini. Di dalamnya dipaparkan sukses bukan berarti tidak pernah gagal. Sebaliknya, kesuksesan bisa diraih setelah berkali-kali gagal. Ada 36 tokoh dunia dibahas buku. Salah satunya, Thomas Alfa Edison, yang menemukan bola lampu. Sehingga, gelap yang menyelimuti rumah-rumah pada malam hari, bisa diterangi dengan nyala bola lampu temuannya.

Bola lampu yang bisa dibeli murah, ternyata merupakan hasil dari penelitian panjang seorang Edision. Ia telah melewati berkali-kali eksperimen yang menguras tenaga dan pikiran. Lebatnya lagi, Edison tak pernah menyerah, meski dilanda kegagalan fantastis: 10.083 kali!! Baru setelah gagal sebanyak itu, dia berhasil menemukan bola lampu (hal 91)

Bayangkan jika Edison menyerah pada kegagalan yang ke-10.082! Bisa jadi, sekarang masih menggunakan lampu minyak yang tidak praktis dan cahayanya pun tidak seterang bola lampu. Maka perjuangan Edison dalam menemukan bola lampu patut diapresiasi sebesar-besarnya dan diteladani. Darinya kita bisa belajar, meraih kesuksesan perlu perjuangan amat keras. Banyak tahapan yang mesti dilalui dan itu butuh pengorbanan besar. Uang pun tidak bisa mengganti nilai pengorbanan.

Jika Edison bisa menikmati buah kerja kerasnya, berbeda dengan Emily Dickinson, penyair asal Amerika. Ia sama sekali tidak bisa menikmati manisnya kesuksesan selama hidup. Karya-karya Emily yang berjumlah ratusan baru dikenal dan dikagumi masyarakat setelah dia meninggal (hal 107).

Semasa hidupnya, Emily memiliki karya sastra 1.800 buah, namun tidak ada yang laku. Bahkan, dia benar-benar tidak dikenal sebagai penyair. Hanya sepuluh dari ratusan puisi, berhasil diterbitkan. Sepeninggal Emily, keluarganya menemukan semua karya puisinya, lalu berinisiatif memublikasikan. Di luar dugaan, karya Emily disambut antusias masyarakat dan mendapat pujian para kritikus sastra. Puisi-puisi Emily memiliki pengaruh luar biasa pada puisi Amerika kontemporer. Hingga kini, puisi-puisinya banyak diajarkan di sekolah tinggi Amerika Serikat.

Masih dari dunia sastra, JK Rowling juga pernah gagal. Sebelum dikenal sebagai novelis yang melahirkan Harry Potter, dia pernah menjadi pengangguran. Semasa remaja juga pernah didiagnosis menderita depresi berat yang membuat kehidupannya tidak karuan.

Depresi JK Rowling ternyata tidak membuatnya putus asa. Bahkan sebaliknya, hal itu menjadi inspirasi untuk membuat tokoh Dementor dalam cerita Harry Potter (hal 185). Hingga akhirnya, setelah 12 kali ditolak penerbit, novelnya menjadi laris bahkan sampai ke mancanegara.

Buku ini dibagi menjadi tujuh pembahasan, berdasarkan bidang tokoh masing-masing. Tokoh-tokoh hebat dunia yang terangkum buku berasal dari dunia bisnis, sains, penemuan, popularitas publik, entertain, musik, dan kesenian. Pembaca bisa bebas memilih tokoh yang ingin diteladani sesuai bidangnya.

Kunci sukses orang-orang hebat: pantang menyerah menghadapi kegagalan. Mereka menjadikan kegagalan sebagai pemicu mencapai kesuksesan. Itulah pemenang. Orang kalah, menyerah setelah sekali saja gagal. 

Diresensi Latifatul Umamah, Mahasiswa Sunan Kalijaga

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment