Koran Jakarta | August 17 2018
No Comments

Sandiaga Uno Janji Kerahkan Pasukan Oranye Nonton Film “Takut Kawin”

Sandiaga Uno Janji Kerahkan Pasukan Oranye Nonton Film “Takut Kawin”

Foto : KORAN JAKARTA/M YAZID
A   A   A   Pengaturan Font

Demi suksesnya film “Takut Kawin” yang bakal beredar di bioskop mulai tanggal 8 Maret mendatang, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berjanji akan mengerah­kan petugas penangananya prasarana dan sarana umum (PPSU) atau lebih dikenal dengan pasukan oranye un­tuk menonton film besutan sutradara Syaiful Drajat itu.

“Akan kami instruksi­kan pasukan orange yang jumlahnya dua puluh ribu orang untuk nobar film ‘Takut Kawin’,” ujar Sandiaga Uno, saat ditemui di acara makan malam bareng artis film “Takut Kawin”, di Balai Kota Jakarta, baru-baru ini.

Selain mengerahkan pa­sukan oranye, Sandiaga juga berjanji akan meminta PNS di lingkungan Pemprov DKI Jakarta untuk ramai-ramai nonton bareng film yang dib­intangi oleh Harjunot Ali, In­dah Permatasari, Babe Cabita, Asri Welas, Denny Chandra itu. “PNS Pemprov DKI jumlahnya Tujuh Puluh Ribu, sifatnya hanya himbauan. Tapi insya Allah kalau banyak yang nonton industri film kita akan terus tumbuh. Ini yang kami harapkan,” papar Wagub yang juga pengusaha itu.

Mendengar janji Sandiaga Uno, Nasrul Warid selaku produser Amanah Surga Pro­duksi merasa senang. “Upaya kami minta support kepada Pemprov DKI Jakarta ter­nyata direspon dengan baik. Kalau himbauan Wagub ini dipatuhi, artinya film ini akan ditonton setidaknya seratus ribu orang, ya lumayan. Tapi kami berharap film ‘Takut Kawin’ ini bisa ditonton tiga juta orang,” ujar produser yang pernah sukses lewat sinetron bertajuk “Ganteng Ganteng Serigala” ini.

Sementara itu, Harjunot Ali sebagai bintang utama juga mengaku senang men­dengar support dari orang nomor dua di DKI Jakarta itu. “Politic Will Pemprov DKI penting, tidak sekedar himbauan menonton tapi perlu banyak dukungan lain. Misalnya menurunkan pajak tontonan agar kreator film bisa bergerak bebas. Periji­nan yang selama ini banyak dikeluhkan para pelaku industri film terlalu ribet dan bertele-tele, jadi harus segera dibenahi,” tukas Herjunot Ali. yzd/S-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment