Koran Jakarta | November 22 2019
No Comments
Lingkungan Hidup

Sampah Plastik Ancam Populasi Laut

Sampah Plastik Ancam Populasi Laut

Foto : ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY
AKSI TOLAK PLASTIK - Sejumlah aktivis lingkungan menggelar pawai bebas plastik di Jakarta, Minggu (21/7). Pawai itu untuk mengajak masyarakat agar tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai karena sampahnya akan merusak lingkungan.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Limbah dan sampah plastik telah mengancam populasi biota laut Indo­nesia. Bahkan, sebanyak 70 persen limbah plastik terbuang di lautan Indonesia dan pada 2040 sampah plastik itu bakal melebihi jumlah ikan di Indonesia.

“Kalau kita tidak kurangi pemakaian plas­tik sekali pakai maka akan menghancurkan laut,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, saat aksi pawai menolak plastik sekali pakai, di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (21/7).

Masalah sampah plastik di Indonesia su­dah sering menjadi sorotan publik. Melihat perkembangan masalah sampah plastik, pemerintah sudah harus mempercepat per­baikan sistem pengelolaannya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Jenna R Jambeck dari University of Georgia, pada tahun 2010 ada 275 juta ton sampah plastik yang dihasilkan di seluruh dunia. Sekitar 4,8–12,7 juta ton, di antaranya terbuang dan mencemari laut.

Indonesia memiliki populasi pesisir se­besar 187,2 juta yang setiap tahunnya meng­hasilkan 3,22 juta ton sampah plastik yang tak terkelola dengan baik. Sekitar 0,48–1,29 juta ton dari sampah plastik tersebut diduga mencemari lautan.

Data itu juga mengatakan bahwa Indone­sia merupakan negara dengan jumlah pen­cemaran sampah plastik ke laut terbesar ke­dua di dunia. Tiongkok memimpin dengan tingkat pencemaran sampah plastik ke laut sekitar 1,23–3,53 juta ton per tahun.

Padahal, kalau boleh dibilang, jumlah pen­duduk pesisir Indonesia hampir sama dengan India, yaitu 187 juta jiwa. Namun, tingkat pen­cemaran plastik ke laut India hanya sekitar 0,09–0,24 juta ton per tahun dan menempati urutan ke-12. Artinya memang ada sistem pengelolaan sampah yang buruk di Indonesia.

Pencemaran plastik di Indonesia diper­kirakan akan terus meningkat, terutama dari industri minuman. Pada kuartal I-2019, per­tumbuhan industri pengolahan minuman mencapai 24,2 persen secara tahunan (YoY).

Menteri Susi menyentil kebiasaan ma­syarakat yang menggunakan sedotan untuk meminum air kemasan yang menurut dia kebiasaan itu kekanak-kanakan. Dia menya­takan bakal bersikap tegas terhadap mereka yang diketahui membuang limbah plastik ke laut. “Pencuri ikan kita tenggelamkan. Nah, sekarang pencuri ikan pergi, datanglah plas­tik. Pembuang sampah plastik ke lautan juga harus kita tenggelamkan,” kata Susi. pin/Ant/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment