Koran Jakarta | October 23 2018
No Comments
Aksi Korporasi - MGRO Raup Dana IPO sebesar 158,32 Miliar Rupiah

Saham Emiten CPO Diminati Investor Lokal

Saham Emiten CPO Diminati Investor Lokal

Foto : Koran Jakarta/M Fachri
PENCATATAN SAHAM - Komisaris Utama PT Mahkota Group Tbk, Mily (kanan) dan Direktur Utama Usli Sarsi (kedua dari kanan) bersama dua Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna (kiri) dan Fithri Hadi usai pencatatan saham perdana di lantai BEI, Jakarta, Kamis (12/7). Mahkota Group melepas saham baru sebesar 703.688.000 lembar atau 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor dengan harga penawaran sebesar 225 rupiah per lembar saham.
A   A   A   Pengaturan Font
Sebanyak 60 persen dana hasil IPO PT Mahkota Group Tbk untuk pengembangan industri hilir melalui investasi ke entitas anak perusahaan.

JAKARTA - PT Mahkota Group Tbk (MGRO) menapakkan sahamnya di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) usai melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Perseroan meraup dana IPO sebesar 158,32 miliar rupiah dengan melepas sebanyak 703,68 juta saham ke publik atau 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Dana segar yang dihimpun mencerminkan harga IPO yang dibandrol sebesar 225 rupiah. Direktur Panin Sekuritas, Prama Nugraha, mengatakan dari masa bookbuilding harga yang diminati dari mulai 200 rupiah, 225 rupiah, dan 250 rupiah. Dari situ harga yang banyak diminati di level harga 225 rupiah dan 250 rupiah.

“Kita tidak hanya melihat dari sisi harga, tapi agar investor lebih banyak yang masuk. Jadi, kita ambil harga 225 rupiah sehingga bisa mengakomodirnya. Sebab kalau ditekan di harga 250 rupiah, investor di harga 225 rupiah tidak kita bisa dapat,” ungkap dia, di Jakarta, Kamis (12/7).

Sebagian besar yang menyerap IPO berasal dari investor lokal, bahkan angkanya di atas 50 persen, sedangkan sisanya diserap oleh asing, meski jumlahnya tidak terlalu besar, sekitar 10 persen berasal dari negara di kawasan ASEAN. “Investor lokal banyak yang serap. Selain dari Jakarta, kebanyakan dari Sumatera Utara karena perusahaan ini sudah dikenal di sana,” jelas Prama.

Terkait sektoral, Prama menjelaskan sebenarnya Perseroan bergerak di industri pengolahan kelapa sawit menjadi crude palm oil (CPO) dan bukan sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit. “Maka itu ketika kelapa sawit dipetik harus segera dicari pabrik yang bisa mengolahnya. Kebutuhan pabrik seperti ini tetap ada dan kita punya base klien di daerah tersebut,” tambahnya.

Untuk fixed pooling dengan komposisi 99 persen dan pooling satu persen. Hal ini disebabkan peminat dari investor selama bookbuilding sangat banyak, kemudian profil investor yang ditawarkan ke para nasabah lebih prefer ke arah jangka panjang (long term). Dengan berhasilnya Perseroan menghimpun dana IPO sebesar 158 miliar rupiah, menurut Prama, masih sesuai dengan target perolehan dana segar IPO yang disesuaikan dengan kebutuhan ekspansi.

 

Pengembangan Industri Hilir

 

Sementara itu, Direktur Utama Mahkota Group, Usli Sarsi, memaparkan 60 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan industri hilir melalui investasi ke entitas anak perusahaan, PT Mutiara Unggul Lestari (MUL), yaitu PT Intan Sejati Andalan (ISA) yang akan digunakan untuk pembangunan pabrik refinery dan kernel crushing plant di Dumai, Riau.

Untuk pembangunan pabrik refinery dana yang diperlukan sekitar 330 miliar rupiah. “Dengan pengembangan hilir ini, Perseroan berharap dapat meningkatkan pendapatan. Sisanya sekitar 40 persen akan digunakan untuk modal kerja ke entitas anak, yaitu PT Mutiara Unggul Lestari, PT Berlian Inti Mekar, dan PT Intan Sejati Andalan,” tukasnya.

Pembangunan pabrik tersebut membutuhkan waktu delapan bulan terhitung tiga bulan sejak Perseroan menerima dana IPO. Tujuan pembangunan pabrik refinery dan kernel crushing plant adalah untuk memberi nilai tambah bagi Perseroan. Dengan adanya pembangunan pabrik tersebut, Perseroan dapat melakukan sistem pemurnian yang dapat menghasilkan produk turunan olein (minyak makan) dan sterin (bahan baku margarin dan oleochemical) serta produk turunan lainnya.

Menurut Usli, melalui ekspansi ini, Perseroan tidak perlu langsung menjual ketika harga sedang tidak bagus, terutama ketika puncak produksi CPO. Diharapkan pabrik tersebut dapat beroperasi di tahun depan. “Pembangunan refinery dananya berasal dari kas internal, pinjaman perbankan, dan penerbitan IPO,” pungkasnya. 

 

yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment