Saatnya Pakai Mobil Listrik | Koran Jakarta
Koran Jakarta | April 9 2020
No Comments
Kendaraan Listrik

Saatnya Pakai Mobil Listrik

Saatnya Pakai Mobil Listrik

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Perusahaan data IHS Markit mengatakan, jumlah model kendaraan listrik yang tersedia untuk pembeli di Eropa, akan melonjak dari 100 menjadi 175 hingga akhir tahun depan. Sejumlah peraturan baru akan mulai diberlakukan di Uni Eropa pada 1 Januari 2020.

Jika rata-rata emisi karbon dioksida dari kendaraan melebihi 95 g per kilometer, maka produsen akan kena sanksi. Produsen harus membayar denda 95 euro untuk setiap gram yang melebihi target, dan dikalikan dengan jumlah total mobil yang terjual.

Namun dengan adanya aturan tersebut, diharapkan tidak memiliki dampak besar pada penjualan kendaraan listrik. Pasalnya, produsen mobil berhasil melobi untuk aturan yang berarti, seperti kendaraan yang memancarkan kurang dari 50 g karbon dioksida per kilometer memenuhi syarat untuk kredit super. Artinya, setiap kendaraan listrik yang dijual pada dasarnya dihitung sebagai dua mobil, sehingga jauh lebih mudah bagi pembuat mobil untuk memenuhi target emisi seluruh armada tanpa secara agresif meningkatkan produksi kendaraan listrik.

Akan Ada Pembiayaan Kredit Mobil Listrik dan Hybrid

Perusahaan pembiayaan otomotif dan multiguna, PT Mandiri Utama Finance (MUF) mulai mempertimbangkan pembiayaan kendaraan ramah lingkungan, termasuk mobil listrik dan hybrid. Direktur Utama MUF, Stanley Setia Atmadja mengakui bahwa perusahaan itu memang belum membuka pembiayaan kredit untuk kendaraan listrik, namun mereka sedang mempelajari peluang tersebut karena mobil ramah lingkungan merupakan tren mobilitas global.

“Arahnya jelas dan ini tren global. Kami sedang mempertimbangkan semuanya dan pada waktunya nanti bisa saja bergerak ke arah sana,” kata Stanley Setia Atmadja dalam keterangannya, Senin (17/2)

“Kami pelajari bagaimana produk ramah lingkungan akan masuk ke portofolio produk kami. Kami masih melihat jenis produk yang tepat,” kata dia.

Kendati demikian, MUF juga belum membuka pembiayaan kredit untuk kendaraan bermerek dari Tiongkok maupun Korea Selatan, karena harga jual kembali yang tidak stabil.

“Masih belum membiayai mobil Tiongkok dan Korea karena masih ingin melihat bagaimana resale value merek tersebut,” kata dia.

PT Mandiri Utama Finance mengumumkan target volume pembiayaan sebesar 8,8 triliun rupiah pada 2020, setelah mereka membukukan kenaikan volume penjualan pada 2019 sebesar 11,3 persen. Ia menjelaskan, komposisi target pembiayaan motor dan mobil di tahun 2020 masih didominasi pembiayaan motor baru dan mobil baru.

Persaingan yang Semakin Ketat

Persaingan kendaraan ramah lingkungan diprediksi kian sengit mengingat sejumlah pabrikan otomotif mulai meluncurkan mobil-mobil listrik berpenggerak listrik dengan jarak tempuh cukup jauh. Seperti dilansir CNN Indonesia, ketatnya persaingan mobil listrik mulai dirasakan pabrikan otomotif asal Amerika Serikat (AS)Tesla.Berdasarkan hasil riset A.B. Bernstein, persaingan kendaraan listrik di AS, Eropa mulai membebani penjualan Tesla.

“Hasil analisis kami menunjukkan bahwa penjualan yang memburuk dari [Tesla] Model S dan X mungkin terutama disebabkan oleh persaingan, terutama di Eropa, yang mendapat penantang serius dari Jaguar dan Audi,” kata analis senior Bernstein, Toni Sacconaghi, dikutip dari CNBC.

Menurut Sacconaghi keuangan Tesla mulai terbebani imbas penurunan penjualan Model S dan X. Pada paruh pertama 2019, laba kotor Model S dan X turun 57 persen (year on year).

Sebelum banyak beredar mobil listrik di AS dan Eropa, Tesla sanggup memproduksi sekitar 20.000 hingga 25.000 unit Model S dan X per kuartal, tetapi terjadi penurunan pesanan hingga produksi rata-rata sekitar 14.000 unit per kuartal. Sacconaghi mengatakan, melemahnya penjualan Tesla disebabkan oleh persaingan, khususnya di Eropa.

Di Eropa, pabrikan Audi meluncurkan E-Tron dan Jaguar I-Pace yang mana disebut mencuri pangsa pasar Tesla. Model kendaraan listrik yang patut diantisipasi datang dari Mercedes-Benz dan Porsche yang diduga dapat memperburuk pasar Tesla. Total pasar untuk kendaraan listrik stagnan sejak 2018 ke 2019, namun volume penjualan Tesla disebut mengalami penurunan.

“Dengan kata lain, pasar tidak banyak tumbuh, dan Tesla kehilangan bagian,” ungkap sang analis. Tesla punya Model 3 yang seharusnya bisa mendongkrak penjualan di global. Model 3 ini diakui sebagai mobil listrik ‘termurah’ yang Tesla tawarkan untuk konsumennya di dunia.

Begitu masuk Indonesia, mobil ini ditaksir di atas 1 miliar rupiah, sementara di AS dijual mulai 554 juta rupiah. Model 3 punya tiga varian, yaitu Mid Range penggerak roda belakang dengan akselerasi 0-100 km per jam selama 5,6 detik, Long Range penggerak semua roda dengan akselerasi 4,5 detik, dan Performance yang sistemnya menggerakkan seluruh roda dengan akselerasi 3,3 detik

Blackberry dan Sony Turut Mengembangkan Kendaraan Listrik

Blackberry yang dikenal sebagai produsen ponsel pintar bernama Research In Motion (RIM), menciptakan motor sport bernama Hypersport Pro Electric Superbike bersama dengan perusahaan asal Kanada Damon Motorcycles.

Kolaborasi kedua perusahaan menghasilkan motor yang canggih, dengan tenaga melimpah. Hypersport Pro Electric Superbike yang dipamerkan pada CES 2020 di Las Vegas California AS antara 7-11 Januari 2020, memiliki sistem peringatan untuk mendeteksi tabrakan, dari sistem QNX BlackBerry. Sistem QNX pada Hypersport Pro akan bertindak sebagai CoPilot, bagi pengendara.

Melalui serangkaian sensor, radar, dan kamera QNX akan membantu pengendara memahami pergerakan sepeda motor yang ditunggangi termasuk benda bergerak.

“Kami sedang dalam misi untuk mengeluarkan potensi penuh mobilitas pribadi bagi para komuter dunia. Untuk mengatasinya, kami menghabiskan tiga tahun terakhir mengembangkan platform e-motor berteknologi AI, terhubung penuh, yang menggabungkan CoPilot 360 derajat milik kami,” kata Kepala Kantor Eksekutif, Sepeda Motor Damon, Jay Giraud.

Ia menambahkan dengan sistem peringatan 360 derajat menjadikan Damon sepeda motor listrik paling aman dan paling canggih di pasaran. Apalagi sepeda motor ini dilengkapi dengan bermacam fitur teknologi canggih yang dimiliki Blackberry. Sebenarnya system QNX pada Hypersport Pro yang dikembangkan Blackberry telah terpasang di lebih dari 150 juta kendaraan seperti Audi dan Toyota.

Hal ini karena sistem ini mampu memberikan keamanan tingkat tinggi bagi kendaraan penumpang. Bahkan sistem QNX telah dipakai oleh perusahaan medis sampai kendaraan luar angkasa.

Jika diterapkan pada sepeda motor teknologi ini bisa diyakini menjadi teknogi keamanan paling canggih.Sementara Sony melucurkan mobill listrik bernama Vision-S. Hampir mirip dengan motor Hypersport Pro Electric Superbike dari Blackberry, mobil tersebut dilengkapi dengan sensor yang dapat melihat lingkungan mobil, sistem infotainmen yang masif, dan kemampuan untuk mendeteksi tingkat kewaspadaan pengemudi dengan banyak fitur-fitur futuristik lainnya.Vision-S sebagai prototipe diharapkan dapat diuji di jalan raya pada pada tahun 2020 juga.

Dengan 33 sensor yang terletak di bagian dalam dan luar, pengemudi akan dibantu dalam berkendaraan untuk menciptakan perjalanan yang aman. Sensor kamera, misalnya, dapat memberi tahu pengemudi adanya pejalan kaki bahkan sebelum terlihat. Sony juga meksasa untuk menonton film dan TV akan menggantikan dasbor tradisional di Vision-S.

Teknologi hiburan Sony sebenarnya telah diadopsi pada mobil Ford termasuk Fiesta, Fusion, dan Taurus. Ketiganya memiliki teknologi audio premium Sony, sementara Vision-S sebagai puncak dari teknologi Sony di bidang otomotif.

Yang sangat menarik dari Vision S selain pada sisi keselamatan adalah mobil dapat dibuat secara modular. Jika prototype Vision-S berupa sedan dengan empat pintu, maka platform ini dapat dibuat dalam model lain seperti SUV, MPS, Coupe, dan lainnya.

Dengan demikian maka mobil tersebut sangat fleksibel, dan bisa dikembangkan sesuai kebutuhan pasar. Kecepatan Vision-S bisa mencapai 240 km per jam dengan modal motor listrik 200 kW yang diletakan di tiap axle, depan dan belakang.

Dalam kondisi baterai 82 persen Vision-S mampu menjangkau sejauh 454 kilometer. Motor listrik tersebut menghasilkan tenaga yang melimpah yaitu sebesar 536 daya kuda dengan akselerasi dari 0 hingga 100 km per jam hanya perlu 4,8 detik saja.

Motor listrik memang mulai banyak dilirik konsumen, apalagi saat ini di beberapa tempat sudah tersedia Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). ant/ars/hay/R-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment