Koran Jakarta | October 15 2018
No Comments
suara daerah

Saat Lebaran Layanan Warga Kota Semarang Tetap Berjalan

Saat Lebaran Layanan Warga Kota Semarang Tetap Berjalan

Foto : KORAN JAKARTA / HENRI PELUPESSY
A   A   A   Pengaturan Font

Selama cuti bersama libur Lebaran 2018, sebagian pelayanan di Pemerin­tah Kota (Pemkot) Semarang akan tetap berjalan. Sejumlah pegawai tetap masuk untuk melayani masyarakat. Hal tersebut dilakukan karena Kota Semarang daerah yang akan dipadati pemudik sehingga pelayanan harus berjalan untuk melayani masyarakat yang melintas atau mudik ke Semarang.

Pelayan kesehatan bagi masyarakat di Puskesmas juga tetap berjalan. Sebanyak 11 Puskesmas di Kota Semarang dipastikan buka selama 24 jam penuh saat libur Lebaran. Selain itu, seluruh pegawai di lingkungan Pemkot Sema­rang yang akan mudik, tidak diperbolehkan menggunakan mobil dinas.

Untuk mengetahui per­siapan Pemkot Semarang menghadapi libur Lebaran dan mengantisipasi agar pelayanan kepada masyarakat terus berjalan, wartawan Koran Jakarta, Henri Pelupessy, berkesempatan mewawan­carai Wali Kota Semarang, Hendar Prihadi, di Semarang, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Cuti bersama dan libur Lebaran tahun ini cukup lama. Apa yang dilakukan Pemkot agar pelayanan masyarakat tetap berjalan?

Masyarakat tidak perlu kha­watir, sebagian pelayanan di Pemkot Semarang akan tetap berjalan selama libur Lebaran. Itu berarti sejumlah pegawai akan tetap masuk untuk me­layani masyarakat. Hari ini kita petakan, pelayanan apa saja yang dibutuhkan masyarakat selama mudik ke Kota Sema­rang atau untuk masyarakat yang melintas menuju kota lain.

Kota Semarang merupakan daerah yang akan dipadati pemudik sehingga pelayanan harus tetap berjalan. Sejum­lah layanan kami anggap penting untuk tetap berjalan alias tidak libur. Misalnya, Dispendukcapil untuk meme­nuhi kebutuhan administrasi kependudukan masyarakat yang domisilinya di luar, tapi ber-KTP Kota Semarang.

Selain kantor Dispenduk­capil, kantor apa yang tetap dibuka?

Ada 11 puskesmas di Kota Semarang akan buka selama 24 jam penuh saat libur Leba­ran dan cuti bersama berlang­sung. Sebanyak 11 puskesmas tersebut, Mangkang, Ngaliyan, Mijen, Karangmalang, Karang­doro, Gunungpati, Srondol, Ngesrep, Halmahera, Banget­ayu, dan Tlogosari Kulon.

Mereka bisa dipantau?

Seluruh Puskesmas tersebut akan terhubung dengan layan­an call center 112 Kota Sema­rang yang juga akan melayani selama 24 jam. Situation Room Pemerintah Kota Semarang tidak akan libur, tetap berop­erasi 24 jam. Ini sebagai pusat kendali berbagai kegiatan, mulai dari pompa, perbaikan infrastruktur, hingga layanan call center gawat darurat Kota Semarang di nomor 112.

Pemkot Semarang melarang mobil dinas untuk mudik?

Seluruh pegawai di ling­kungan Pemkot Semarang yang akan mudik tidak boleh menggunakan mobil dinas. Karena mengacu pada larangan yang dikeluarkan KPK untuk menghindari ada­nya benturan kepentingan.

Apa sanksinya bagi pe­mudik yang tetap mengguna­kan mobil dinas?

Bagi pegawai yang tidak mengindahkan larangan terse­but dan tetap menggunakan mobil dinas untuk keperluan mudik akan diberikan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil. Bisa dipotong tunjan­gan pegawainya minimal satu bulan kalau tetap ngotot bawa mobil dinas buat mudik.Bagaimana kesiapan arus mudik di Kota Se­marang karena dilintasi para pemudik?

Volume kendaraan yang memasuki Kota Semarang terus meningkat, mulai dari Mangkang hingga Jrakah. Pan­tauan dilakukan dari kamera close circuit television (CCTV) yang tersambung di Situation Room Balai Kota. Kepadatan lalu lintas akan terus ber­tambah sampai puncak arus mudik.

Bagaimana menganti­sipasi kemacetan di Kota Semarang?

Dishub dan Satlantas Polrestabes Semarang sudah menempatkan petugas di ruas jalan Mangkang-Jrakah hingga masuk ke kota untuk men­gantisipasi kemacetan. Jadi, jalur reguler tetap akan kami kawal, meski nanti tol sudah difungsikan untuk fungsional. Untuk tol fungsional telah disepakati bahwa pintu tol di Krapyak ditutup. Begitu juga dengan di Manyaran dan Ngaliyan. Pemudik yang masuk ke Semarang memalui tol hanya bisa lewat di pintu keluar Gayamsari, Jatingaleh, Ka­ligawe, dan Banyumanik.

Apa imbuan Anda ke warga Semarang menyambut ke­datangan para pemudik?

Warga hendaknya berbenah diri me­nyambut kedatan­gan para pemudik dari luar yang melintas dan akan mam­pir di Kota Semarang. Saya minta yang tidak mudik juga harus berbenah karena keda­tangan tamu yang luar biasa. Pemudik yang akan melintas dan masuk ke Kota Semarang jumlahnya bertambah.

Sejumlah fasilitas transpor­tasi sudah dibenahi dengan baik, seperti Bandara Interna­sional Ahmad Yani Kota Sema­rang dan jalan tol Semarang–Batang sesi 4 dan 5 yang sudah difungsikan saat arus mudik. Tamunya pasti semakin banyak, bandaranya sudah jadi, tadinya kapasitas empat juta sudah menjadi kapasitasnya 10 juta. Bertambah orang lagi ma­suk, jalan tolnya meski belum jadi, sudah fungsional.

Ada pesan untuk warga Semarang yang akan mudik?

Dengan banyaknya pe­mudik yang singgah ke Kota Semarang akan berpengaruh pada peningkatan perekono­mian warga. Bagi warga yang mau meninggalkan, keluar Kota Semarang, saya tetap wanti-wanti, minimal tiga hal.

Pertama, listrik dan gas dimatikan dengan benar. Gas pipanya dicopot dari tabung­nya, kompornya dimatikan. Listriknya dimatikan supaya tidak boros. Kedua, rumahnya dititipkan pada tetangga. Ke­tiga, jika perlu rumah yang ditinggalkan mudik didata, kemudian dilaporkan ke pengurus seperti RT, RW, atau diberitahukan kepada pihak berwajib agar rumah itu ter­pantau.

N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment