Koran Jakarta | February 16 2019
No Comments

Rossi Akui Bakal Sulit Saingi Honda dan Ducati

Rossi Akui Bakal Sulit Saingi Honda dan Ducati

Foto : AFP/KARIM JAAFAR
A   A   A   Pengaturan Font

Rossi menilai Yamaha masih butuh kerja keras dan perbaikan di semua area apabila ingin menjadi penantang Honda dan Ducati di MotoGP 2019.

JEREZ – Pembalap Yama­ha Factory Racing, Valentino Rossi mengatakan bahwa Ya­maha masih memiliki banyak pekerjaan rumah dalam pe­ngembangan motor 2019 se­telah menye­lesaikan dua tes pramusim di Valencia dan Jerez.

Namun bagi juara du­nia sembilan kali itu, untuk memilih mesin mana yang akan digunakan musim de­pan adalah hal yang mudah, tapi Yamaha perlu sesuatu hal ekstra jika mereka ingin menjadi penantang utama Honda, Ducati dan Suzuki di balapan MotoGP 2019.

“Saya harap Yamaha meneruskan pekerjaannya dan menghasilkan sesuatu yang lebih baik pada Febru­ari,” kata Rossi, kemarin.

Rossi dan rekan satu tim­nya, Maverick Vinales telah menguji dua spesifikasi mesin Yamaha YZR-M1 2019. “Saya kira dari mesin yang kami coba pada beberapa hari ini sangat mudah untuk menen­tukan pilihan,” kata Rossi.

Rossi pun mengatakan mesin yang mereka uji luma­yan bagus setelah Maverick tampil bagus dan punya ke­cepatan yang bagus ketika tes. “Kami harus bekerja di semua area. Kami masih ke­sulitan (menemukan peng­aturan yang pas) untuk saya. Dua tes ini tidak terlalu jelek, khususnya yang terakhir ini, tapi kami harus terus be­kerja,” kata The Doctor.

Rossi mengakhiri tes di Jerez dengan finis P11 de­ngan selisih 0,651 detik dari Takaaki Nakagami (LCR Hon­da Idemitsu) sebagai pebalap tercepat.

Sedangkan Vinales memi­liki catatan waktu lebih baik di P4, selisih 0,121 dari Nakaga­mi di puncak. “Sejauh ini kami punya ritme bagus. Kami telah bekerja banyak menggunakan ban bekas dan saya cukup se­nang karena ketika saya men­coba memaksa (motor) di satu lap, motor merespon dengan baik,” kata Vinales.

“Saya tahu kami bisa memperbaiki sasis cukup banyak, tapi saat ini kami se­dang fokus banyak di mesin,” kata Vinales.

Kedua pembalap tampak sependapat tentang mesin mana yang akan mereka pak­ai, sementara Rossi belum puas dengan performa motor secara umum. “Hal yang pa­ling penting adalah menemu­kan basisnya dan di Malaysia kami harus memperbaiki ke­cepatan puncak, yang akan sangat berperan penting di lintasan panjang. Kami mem­butuhkan traksi, ini adalah kelemahan kami. Tapi secara umum saya kira kami memi­liki motor yang sangat kom­petitif,” kata Vinales.

Memasuki masa istirahat musim dingin, pabrikan asal Iwata itu masih memiliki daf­tar panjang untuk pengem­bangan motornya sebelum melanjutkan tes pramusim di Sepang, Malaysia pada Feb­ruari. Luca Cadalora telah menjadi pelatih Rossi sejak awal musim 2016 tapi kare­na alasan pribadi Cadalora memutuskan mundur dari perannya.

Pembalap Italia berusia 39 tahun itu belum menentukan siapa pengganti Cadalora. Ada kemungkinan Idalio Ga­vira, saat ini sebagai pelatih pembalap di SKY Racing Team VR46, yang akan meng­gantikan posisi Cadalora.

Jalani Operasi

Sementara itu, pembalap anyar Repsol Honda, Jorge Lorenzo, bakal kembali men­jalani operasi. Hal itu dilaku­kan untuk mengatasi rasa tidak nyaman berkelanjutan akibat cedera di kaki kanan­nya yang dialami beberapa waktu lalu.

Lorenzo mengalami ced­era usai terpelanting di ti­kungan pertama MotoGP Aragon akhir September lalu. Crash itu membuat rider 31 tahun tersebut mengalami dislokasi jari kaki dan retak tulang metatarsal. Setelah itu, Lorenzo kembali turun ke lin­tasan dua pekan kemudian di Thailand. Di Sirkuit Buriram, Lorenzo kembali terjatuh hingga pergelangan tangan kirinya mengalami retak.

Lorenzo lantas menjalani operasi untuk memulihkan cedera tersebut pada akhir Oktober. Sementara pera­watan pada cedera kaki terus dilakukan. Namun aktivitas yang terus berjalan membuat retak di kakinya tak pulih se­cara sempurna dan mening­galkan rasa tak nyaman.

Autosport melaporkan bahwa pebalap yang kini memperkuat Repsol Honda itu akan naik meja operasi sekali lagi pada Senin (3/12). Operasi Lorenzo akan dilaku­kan di klinik Quiron, Barce­lona.

Rekan baru Lorenzo, Marc Marquez, juga akan men­jalani operasi pada bulan ini. Operasi dibutuhkan Marquez untuk mengatasi cedera ba­hunya. AFP/S-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment