Koran Jakarta | August 20 2018
No Comments

Rokok Mutlak Hadirkan Sel Kanker Paru-paru

Rokok Mutlak Hadirkan Sel Kanker Paru-paru
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Mana yang Menyebabkan Kanker

Penulis : Dr Toshio Akitsu

Penerbit : Qanita

Cetakan : November 2017

Tebal : 160 halaman

ISBN : 978–602- 402-104-7

 

Kanker menakutkan semua orang. Menurut estimasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), tahun 2030, jumlah pengidapnya mencapai tujuh kali lipat sekarang di mana tiap hari ada 40 wanita negeri Indonesia diserang kanker. Separuhnya meninggal dunia. Itu masih satu kanker. Padahal kanker ada beragam jenis dan jumlahnya dengan dosis efek menyeramkan. Tidak hanya orang Indonesia yang merasakan tragedi itu. Jepang, negara maju dan kaya serta berteknologi kesehatan komplit dari pencegahan hingga penyembuhan pun juga merasakan teror yang sama.

Dr Toshio Akitsu, penulis buku ini, adalah spesialis penyakit dalam. Dia meneliti di Jepang 50 persen penduduk kemungkinan mengidap kanker sepanjang hidupnya. Menurutnya, saat ini satu dari dua orang Negeri Samurai tersebut berisiko terkena kanker. Satu dari tiga penyandangnya akan meninggal (hlm 9).

Yang mematikan bukan seutuhnya dari kekuatan virus kanker itu sendiri karena tidak seperti HIV. Kanker penyakit alamiah dengan hukum kausalitas tumbuh kembang dan pencegahan serta pengobatannya masih terjangkau secara medis. Di Jepang pun banyak orang masih beranggapan, kanker adalah penyakit muncul sendiri, tiba-tiba, tanpa sebab yang bisa dideteksi. Hanya banyak yang tidak acuh akan sebab kanker.

Kanker berasal dari proses perbaikan sel rusak yang bermasalah dan bermetabolisme di luar kendali. Satu-satunya cara efektif untuk menghindari kanker jangan mengonsumsi makanan dan kebiasaan yang bisa merusak sel. Dengan begitu, tubuh tidak perlu mengadakan perbaikan sel.

Buku ini memberi daftar beragam jenis makanan yang bisa merusak sel bila dikonsumsi di luar takaran normal seperti garam. Idealnya, 5 gram tiap hari. Jika lebih dan sering dikonsumsi akan mengakibat kerusakan sel-sel lambung yang akan menjadi lahan tumbuhnya sel kanker lambung. Toshio mengatakan, banyak orang Jepang pengidap kanker ini karena mengonsumsi garam lebih dari 12 gram setiap hari (hlm 54).

Rokok bagi Toshio mutlak berpotensi menyebabkan sel kanker paruparu. Indikator hubungan kesehatan dan merokok adalah Indeks Brinkman. Indeks ini menghitung bahaya rokok berdasarkan kalkulasi total jumlah terisap setiap hari dikalikan tahun. Per 100 batang rokok berpotensi melahirkan sel kanker paru-paru.

Tidak semua makanan sehat atau bahkan yang bisa mencegah kanker sekalipun, aman dikonsumsi saat melebihi kadar kebutuhan tubuh. Berolahraga keras berpotensi melenyapkan natural killer yang dalam tubuh berpotensi menekankan sel rusak. Demikian juga dengan berolah raga secara terpaksa.

Penyembuhan kanker disarankan untuk dilakukan berdasarkan stadium dan usia. Jika stadium tinggi atau usia penderita sudah uzur sebaiknya memang tidak disembuhkan secara medis. Karena komplikasi pascaoperasi akan lebih memberatkan kesehatan tubuh. Berdamai dengan kanker adalah pilihan masuk akal dan terbukti membuat rentang hidup lebih lama (hlm 121).

Seilmiah apa pun buku ditulis, masih pula terselip pandangan tidak konsisten. Misalnya, perokok pasif yang menurut Toshio bisa mengidap kanker paru-paru. Padahal beberapa halaman sebelumnya Toshio menjelaskan, secara medis dari 4 penyakit sebab merokok, tidak ada satu pun yang menyebabkan risiko kepada perokok pasif.

Buku ini ditulis dengan sebisa mungkin menghindari istilah medis yang rumit dipahami pembaca umum. Setiap judul selalu digantungi pertanyaan untuk mengajak pembaca menjawab sebelum mengetahui jawaban yang benar. Contoh, lebih aman mana makan gula atau garam? Lebih bagus mana berlari atau jalanjalan?

 

Diresensi Finsa Adhi Pratama, Dosen Universitas Muhammadiyah, Kendari

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment